Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Hari Lagi Lebaran 2026? Ini Hitung Mundurnya dan Long Weekend

Kompas.com, 26 Februari 2026, 10:42 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seiring Ramadhan 1447 Hijriah yang terus berjalan, pertanyaan yang mulai banyak dicari publik adalah berapa hari lagi Lebaran 2026?

Selain menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa, Idul Fitri juga identik dengan tradisi mudik, silaturahmi keluarga, hingga momen libur panjang yang dinanti jutaan orang.

Berikut hitung mundur Lebaran 2026, lengkap dengan prediksi tanggal 1 Syawal, jadwal libur nasional, hingga kebijakan kerja fleksibel yang membuat perayaan tahun ini terasa lebih panjang.

Prediksi Lebaran 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan tanggal resmi 1 Syawal 1447 H.

Penetapan Idul Fitri akan diputuskan melalui sidang isbat yang digelar pada 29 Ramadhan, setelah pemantauan hilal dan pemaparan hasil hisab.

Mengacu pada Kalender Hijriah yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Namun, kepastian tetap menunggu hasil rukyatul hilal serta kriteria imkan rukyat yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Maklumat resmi.

Berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Majelis Tarjih dan Tajdid, Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Perbedaan ini merupakan dinamika yang lazim dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Anak Perempuan 2026: Gamis Pastel hingga Jumpsuit Modis, Mana Favorit Si Kecil?

Hitung Mundur Lebaran 2026

Jika dihitung dari Kamis, 26 Februari 2026:

Apabila mengikuti prediksi pemerintah (21 Maret 2026), maka Lebaran tinggal 23 hari lagi.

Jika mengikuti ketetapan Muhammadiyah (20 Maret 2026), maka Lebaran tinggal 22 hari lagi.

Hitung mundur ini tentu bisa berubah apabila hasil sidang isbat menetapkan tanggal berbeda dari prediksi kalender.

Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa perbedaan metode rukyat dan hisab merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang berkembang sejak masa klasik.

Penentuan awal bulan tidak sekadar persoalan teknis astronomi, melainkan juga menyangkut otoritas keagamaan dan kesepakatan sosial umat.

Sementara itu, dalam Ensiklopedi Fikih Indonesia: Puasa dan Zakat karya Ahmad Sarwat, disebutkan bahwa Idul Fitri bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga fase transisi spiritual setelah sebulan menempa diri dengan puasa.

Long Weekend Lebaran 2026

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, terdapat lima hari libur dan cuti bersama selama periode Lebaran.

Menariknya, Idul Fitri 2026 berdekatan dengan Hari Suci Nyepi, sehingga menciptakan rangkaian long weekend hingga tujuh hari berturut-turut.

Berikut rinciannya:

  • Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi
  • Kamis, 19 Maret 2026: Libur Hari Suci Nyepi
  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Lebaran
  • Sabtu, 21 Maret 2026: Libur Lebaran
  • Minggu, 22 Maret 2026: Libur Lebaran
  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Lebaran
  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Lebaran

Kombinasi dua hari raya besar ini menjadikan periode Lebaran 2026 salah satu yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Tren Hampers Lebaran 2026: Unik, Religius, Bisa Jadi Peluang Bisnis

Kebijakan Work From Anywhere (WFA)

Pemerintah juga menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau kerja fleksibel sebelum dan setelah Lebaran. Kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sejumlah sektor swasta.

Jadwal WFA Lebaran 2026:

  • 16 Maret 2026
  • 17 Maret 2026
  • 25 Maret 2026
  • 26 Maret 2026
  • 27 Maret 2026

Setelah itu, akhir pekan pada 28–29 Maret 2026 semakin memperpanjang waktu kebersamaan keluarga.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan arus mudik sekaligus menjaga produktivitas kerja.

Dalam perspektif sosiologi agama, sebagaimana dijelaskan dalam buku Sosiologi Agama karya Dadang Kahmad, momentum hari raya selalu berdampak besar terhadap mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Model Gamis Bini Orang Clean Classy untuk Sungkeman

Lebaran: Lebih dari Sekadar Hari Raya

Idul Fitri bukan sekadar penanda selesainya puasa. Ia adalah simbol kembali kepada fitrah, sebagaimana dijelaskan dalam banyak literatur klasik dan kontemporer tentang makna Ramadhan.

Tradisi mudik, halal bihalal, hingga saling memaafkan telah menjadi bagian dari identitas sosial umat Islam Indonesia.

Oleh karena itu, mengetahui berapa hari lagi Lebaran 2026 bukan hanya soal kalender, melainkan bagian dari perencanaan spiritual dan sosial.

Dengan hitung mundur yang kini tinggal hitungan pekan, persiapan pun mulai terasa: tiket perjalanan, kebutuhan mudik, hingga rencana liburan keluarga.

Apakah Lebaran 2026 akan jatuh pada 20 atau 21 Maret? Jawabannya tinggal menunggu sidang isbat. Yang pasti, momen kemenangan itu semakin dekat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
565 Jemaah Haji Ponorogo Siap Berangkat 2026, Terbagi ke Dalam Kloter 19 dan 20
565 Jemaah Haji Ponorogo Siap Berangkat 2026, Terbagi ke Dalam Kloter 19 dan 20
Aktual
Kisah Haru Salman Al-Farisi, Pencari Kebenaran dari Persia
Kisah Haru Salman Al-Farisi, Pencari Kebenaran dari Persia
Aktual
Kisah Haru Jemaah Calon Haji Termuda Asal Musi Rawas yang Berangkat Gantikan Almarhum Ayah
Kisah Haru Jemaah Calon Haji Termuda Asal Musi Rawas yang Berangkat Gantikan Almarhum Ayah
Aktual
Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan
Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan
Aktual
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Aktual
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
Aktual
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Aktual
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Doa dan Niat
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Aktual
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
Aktual
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Doa dan Niat
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Aktual
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Aktual
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Aktual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com