Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertama Kali Adzan Berkumandang di Old Trafford, Jadi Momen Bersejarah di Kandang King MU

Kompas.com, 26 Februari 2026, 07:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 menjadi momen bersejarah bagi Stadion Old Trafford, markas Manchester United.

Bukan tentang kemenangan atau gol indah, melainkan untuk pertama kalinya adzan maghrib berkumandang di stadion kebanggaan klub Liga Inggris tersebut.

Video sang muadzin yang terlihat melantunkan adzan Maghrib di "The Theatre of Dreams" menyita perhatian warganet di seluruh dunia.

Baca juga: Bolehkah Berbuka Ikut Adzan Maghrib Paling Cepat? Ini Penjelasan Fikih dan Risikonya

Sejarah Azan Pertama di Markas Manchester United

Adzan Maghrib yang dikumandangkan di Old Trafford, markas Manchester United, dilantunkan sebagai penanda waktu berbuka puasa pada Ramadhan 1447 H.

Momen tersebut dibagikan oleh Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) melalui akun Instagram resmi mereka @manutdmuslims pada Selasa (24/2/2026).

Qari asal Inggris, Ibrahim Idris, melantunkan azan maghrib dari pinggir lapangan. Suara azan kemudian menggema ke seluruh penjuru stadion.

Sebelumnya, MUMSC telah mengumumkan kehadiran Ibrahim melalui unggahan di Instagram resmi mereka.

“Kami merasa terhormat mengumumkan bahwa Ibrahim (Ibi) Idris akan bergabung bersama kami pada acara buka puasa MUMSC x Manchester United sebagai tamu istimewa. Ibrahim akan mengisi malam tersebut dengan lantunan Al Quran, mengumandangkan adzan maghrib, dan memimpin doa, insya Allah. Kami menantikan untuk berbagi malam yang istimewa dan penuh spiritualitas bersama di Old Trafford”, tulis akun tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Ramadhan sekaligus menunjukkan sikap inklusif klub terhadap komunitas Muslim di lingkungan Old Trafford.

MUMSC sendiri merupakan komunitas suporter Muslim resmi pertama Manchester United yang menghubungkan para penggemar Muslim klub tersebut dari berbagai negara.

Profil Ibrahim Idris

Dilansir dari laman Muslim Global Events, Sosok Ibrahim Idris dikenal sebagai qari yang menuntaskan hafalan Al Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris, di bawah bimbingan ayahnya yang juga seorang qari dan memperoleh kualifikasi di Mansoura, Mesir.

Namun, pada usia 15 tahun, ia sempat melupakan hafalannya karena memilih meniti karier sebagai pesepak bola profesional. Ibrahim diterima dalam program beasiswa dua tahun di sebuah akademi sepak bola ternama.

Saat itu, Ibrahim Idris dihadapkan pada pilihan besar, yaitu mengorbankan mimpinya selama satu tahun untuk kembali menghafal Al Quran atau mencoba menyeimbangkan keduanya.

Ia kemudian memutuskan mengambil satu tahun untuk belajar di sekolah berasrama guna mengulang hafalannya.

Sejak saat itu, Ibrahim berkomitmen untuk tidak lagi membiarkan hafalan Al Quran hilang dan menjadikannya sebagai misi hidup untuk terus melantunkan serta mengajarkannya kepada orang lain.

Momen lantunan adzan maghrib Ibrahim Idris di Old Trafford pun menjadi catatan sejarah baru yang mempertemukan nilai spiritual Ramadhan dengan dunia sepak bola internasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Peringatan Rasulullah tentang Bahaya Ketamakan, Satu Lembah Emas Tak Pernah Cukup
Peringatan Rasulullah tentang Bahaya Ketamakan, Satu Lembah Emas Tak Pernah Cukup
Doa dan Niat
Dunia Hanya Senda Gurau, Ini Makna Surah Al-Ankabut Ayat 64
Dunia Hanya Senda Gurau, Ini Makna Surah Al-Ankabut Ayat 64
Doa dan Niat
Haji Masih Dianggap Urusan Nanti, Ini Alasan Jamaah Usia 60 Tahun Lebih Dominan
Haji Masih Dianggap Urusan Nanti, Ini Alasan Jamaah Usia 60 Tahun Lebih Dominan
Aktual
Belanja Oleh-oleh Haji di Al Balad, Jemaah Bisa Tawar-menawar Pakai Bahasa Indonesia
Belanja Oleh-oleh Haji di Al Balad, Jemaah Bisa Tawar-menawar Pakai Bahasa Indonesia
Aktual
Muslim Pro Gandeng Maybank Syariah Hadirkan Ekosistem Haji Digital
Muslim Pro Gandeng Maybank Syariah Hadirkan Ekosistem Haji Digital
Aktual
Menhaj: 47.012 Jemaah Haji Telah Kembali ke Tanah Air
Menhaj: 47.012 Jemaah Haji Telah Kembali ke Tanah Air
Aktual
3 Pesan bagi Jemaah Indonesia yang Bergeser dari Makkah ke Madinah, Termasuk soal City Tour
3 Pesan bagi Jemaah Indonesia yang Bergeser dari Makkah ke Madinah, Termasuk soal City Tour
Aktual
Menengok Semangat Teman Tuli Banyuwangi Mengeja Ayat Suci Lewat Gerak Tangan
Menengok Semangat Teman Tuli Banyuwangi Mengeja Ayat Suci Lewat Gerak Tangan
Aktual
Rahasia Mbah Painah Kuat Jalani Haji: Jalan Kaki Lintasi 5 Desa Jualan Daun Pisang
Rahasia Mbah Painah Kuat Jalani Haji: Jalan Kaki Lintasi 5 Desa Jualan Daun Pisang
Aktual
'Selamat Jalan Jemaah Haji Indonesia, Rinduku Membersamai Mabrurmu..'
"Selamat Jalan Jemaah Haji Indonesia, Rinduku Membersamai Mabrurmu.."
Aktual
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Tata Cara Shalat Gerhana dan Doa yang Dianjurkan
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Tata Cara Shalat Gerhana dan Doa yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Aktual
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
Aktual
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Aktual
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com