Editor
KOMPAS.com - Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan fase yang paling istimewa bagi umat Islam.
Pada periode ini, umat Muslim dianjurkan meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan untuk meraih keberkahan.
Waktu tersebut juga diyakini menyimpan berbagai keutamaan, termasuk hadirnya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, Habib Abdullah Al’Azzam Tuhelelu, S.E., menyampaikan pesan keagamaan mengenai keutamaan sepuluh hari terakhir Ramadhan melalui mimbar agama digital yang dipublikasikan di media sosial dan website.
Pesan tersebut disampaikan sebagai sarana dakwah kepada masyarakat luas di Kecamatan Namlea, Jumat (6/3/2026), seperti dilansir Kompas.com dari laman Kemenag Provinsi Maluku.
Dalam pesan bertajuk “Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan”, Habib Abdullah mengingatkan umat Islam agar memanfaatkan waktu tersebut dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan masa yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat peluang besar bagi setiap Muslim untuk meraih pahala serta ampunan dari Allah SWT.
“Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa dan penuh keberkahan bagi umat Islam. Pada masa ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena waktu tersebut menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk meraih pahala dan ampunan dari-Nya,” ujar Habib Abdullah dalam mimbar agama tersebut.
Habib Abdullah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan teladan kepada umatnya dalam memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan dalam beribadah ketika memasuki fase akhir bulan suci tersebut.
“Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya dengan ibadah, membangunkan keluarganya, serta meningkatkan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa waktu tersebut memiliki nilai spiritual yang sangat besar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu keutamaan terbesar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah hadirnya malam Lailatul Qadar.
“Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia. Pada malam itu, pahala setiap ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Habib Abdullah juga mengajak masyarakat menjadikan sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagai momentum refleksi spiritual dan peningkatan kualitas keimanan.
“Momentum ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh setiap muslim untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, serta berharap mendapatkan keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa penyampaian mimbar agama melalui media digital merupakan bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Buru dalam memperluas jangkauan dakwah kepada masyarakat.
Melalui pemanfaatan media sosial dan website, pesan-pesan keagamaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, khususnya pada penghujung bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan.