KOMPAS.com – Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu waktu paling istimewa dalam bulan Ramadan.
Dalam ajaran Islam, malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan karena pada saat itulah Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar membuat umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir.
Selain sholat malam seperti tahajud dan witir, membaca doa setelah sholat juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Para ulama menjelaskan bahwa doa setelah sholat malam pada waktu tersebut merupakan bentuk permohonan ampun dan harapan agar seseorang mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
Allah SWT menegaskan kemuliaan malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 3 yang menyebut bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan.
Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki nilai pahala yang sangat besar dibandingkan malam-malam lainnya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti sholat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT.
Baca juga: Keutamaan Lailatul Qadar: Niat Sholat Sunnah & Amalan Malam 1000 Bulan
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca setelah sholat malam adalah doa yang diriwayatkan dalam hadits shahih.
Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa ketika bangun malam untuk melaksanakan sholat tahajud, Rasulullah SAW membaca doa panjang yang berisi pujian kepada Allah serta permohonan ampunan.
Doa tersebut berbunyi:
للّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma lakal hamdu Anta qayyimus sawamati wal ardhi wa man fihinn. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihin. Wa lakal hamdu anta nurussamawati wal ardhi wa man fahihin wa lakal hamdu antal haqq wa wa'dukal haq, wa liqauka haqq, wa qauluka haq, wal jannatu haqq, wan naru haqq, wannabiyyuna haqq, Muhammadun shallalahu 'alahi wa sallama haqq, wassa'atu haqq.
Allahuma laka aslamtu wa bika amantu wa 'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khashamtu wa ilaikan hakamtu, faghfirli, ma qaddamtu, wama akkhartu, wama asrartu, wama a'lantu, wama anta a'lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhiru, la ilaha illa anta, wala hawla wala quwwata illa billah.
Artinya: “Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.
Doa ini pada dasarnya berisi pujian kepada Allah SWT sebagai penguasa langit dan bumi serta pengakuan atas kebenaran janji-Nya, kebenaran hari kiamat, surga, neraka, serta kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, doa tersebut juga berisi permohonan ampun atas dosa yang telah lalu maupun yang akan datang.
Makna dari doa ini menekankan sikap kerendahan hati seorang hamba yang menyadari bahwa hanya kepada Allah ia berserah diri, beriman, dan memohon pertolongan.
Baca juga: Kapan Lailatul Qadar Terjadi? Ini Tanda dan Keutamaannya
Selain doa di atas, terdapat pula doa yang sangat populer yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mencari malam Lailatul Qadar.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal dan Abu Dawud, sahabat Aisyah binti Abu Bakar pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika bertemu malam Lailatul Qadar.
Rasulullah kemudian mengajarkan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa yang singkat ini mengandung makna mendalam, yaitu memohon ampunan dan kasih sayang Allah pada malam yang penuh rahmat.
Para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.
Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan hingga terbit fajar.
Dalam buku Rahasia Ibadah Ramadhan, karya Yusuf al-Qaradawi dijelaskan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu terbaik bagi seorang Muslim untuk memperbanyak doa dan istighfar.
Hal ini karena pada waktu tersebut pintu ampunan Allah terbuka lebar bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah.
Sementara itu, dalam buku Keutamaan Shalat Malam, penulis Said bin Ali bin Wahf Al-Qahtani menerangkan bahwa sholat malam yang disertai doa merupakan bentuk kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Ketika seseorang berdoa setelah sholat malam, ia berada dalam kondisi spiritual yang lebih khusyuk dan penuh pengharapan.
Baca juga: Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah, Dibaca Saat 10 Malam Terakhir Ramadhan
Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Namun waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT agar umat Islam terus berusaha meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.
Oleh karena itu, doa setelah sholat malam dapat dibaca setiap kali melaksanakan sholat tahajud atau qiyamul lail pada malam-malam tersebut.
Dengan memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah, seorang Muslim diharapkan dapat memperoleh keberkahan malam Lailatul Qadar serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Pada akhirnya, pencarian malam Lailatul Qadar bukan sekadar menunggu datangnya satu malam istimewa.
Lebih dari itu, ia merupakan momen untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang