Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zona “Safe Heart” Hadir di Masjidil Haram, Siap Selamatkan Jemaah Umrah dari Serangan Jantung

Kompas.com, 15 Maret 2026, 20:02 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Upaya meningkatkan keselamatan jemaah umrah dan pengunjung Tanah Suci terus diperkuat. Klaster Kesehatan Makkah kini menghadirkan “Safe Heart Zone” di area Masjidil Haram untuk mempercepat penanganan darurat bagi pasien dengan gangguan jantung.

Program ini dioperasikan penuh oleh King Abdullah Medical City, dengan tujuan memastikan respons medis yang cepat ketika terjadi serangan jantung di kawasan masjid suci.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari peningkatan layanan kesehatan bagi jemaah umrah dan pengunjung tempat-tempat suci. Kehadirannya juga mendukung target transformasi sektor kesehatan dalam program Saudi Vision 2030.

Baca juga: Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan

Fasilitas Medis Khusus Jantung

Zona kesehatan ini dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk menangani kondisi jantung secara cepat dan efektif. Di dalamnya tersedia 10 tempat tidur perawatan intensif khusus jantung yang didukung oleh 30 tenaga medis profesional yang telah terlatih.

Selain itu, layanan kardiologi intervensi juga disediakan melalui laboratorium kateterisasi bergerak yang beroperasi di Al-Haram Hospital.

Fasilitas tersebut memungkinkan dokter melakukan tindakan medis penting secara cepat, termasuk pemasangan stent jantung serta pemberian obat-obatan khusus bagi pasien dengan kondisi kritis.

Teknologi Penyelamat Nyawa

Safe Heart Zone” juga dilengkapi teknologi medis canggih untuk menangani kasus darurat yang sangat berat. Salah satunya adalah perangkat Extracorporeal Membrane Oxygenation atau ECMO, yaitu alat penopang fungsi jantung dan paru-paru yang dapat menyelamatkan pasien dalam kondisi kritis.

Setelah tindakan medis dilakukan, pasien akan mengikuti jalur perawatan klinis yang telah ditetapkan, termasuk pemantauan pasca-kateterisasi hingga proses rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan jika diperlukan.

Fokus Selamatkan Jemaah Saat Ramadan dan Haji

Kehadiran zona ini diharapkan mampu mempercepat waktu penanganan serangan jantung, yang menjadi faktor paling menentukan dalam menyelamatkan nyawa pasien.

Baca juga: 96,6 Juta Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam 20 Hari Ramadan 2026

Program ini juga dirancang untuk menghadapi lonjakan jumlah jemaah, terutama saat bulan Ramadan dan musim ibadah haji, ketika kawasan Masjidil Haram dipadati jutaan pengunjung dari seluruh dunia.

Dengan sistem respons cepat dan fasilitas medis modern, “Safe Heart Zone” diharapkan mampu meningkatkan keselamatan jemaah sekaligus memperkuat integrasi layanan kesehatan di wilayah Makkah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com