Editor
KOMPAS.com - Kawasan Kota Tua Yerusalem dilaporkan berada di bawah penjagaan ketat aparat Israel selama bulan Ramadhan.
Pembatasan tersebut membuat sebagian warga Palestina terpaksa menunaikan shalat di jalan karena tidak dapat masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa.
Dilansir Antara dari WAFA, pasukan Israel dilaporkan telah mengubah Kota Tua Yerusalem menjadi barak militer.
Mereka mengerahkan ratusan aparat kepolisian dari daerah Wadi al-Joz hingga Pintu Gerbang Damaskus, yang membentang hingga ke Gerbang Singa.
Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Saat Ramadhan, Israel Tutup Masjid Al-Aqsa
Pemerintah Provinsi Yerusalem melaporkan bahwa shalat Isya dan Tarawih pada Minggu (15/3/2026) malam digelar di jalan-jalan dekat Gerbang Herodes dan Gerbang Damaskus di tengah penutupan secara ketat seluruh kawasan Kota Tua.
Pembatasan tersebut membuat banyak jamaah Muslim Palestina tidak dapat memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan ibadah di dalam area masjid.
Sebelumnya, otoritas Israel telah menutup kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem selama 16 hari.
Penutupan itu dilakukan dengan mencegat jamaah Muslim Palestina yang hendak memasuki situs suci tersebut untuk beribadah.
Rezim yang mendapat dukungan Amerika Serikat ini berdalih bahwa penutupan tersebut dilakukan karena alasan keamanan terkait perang AS-Israel terhadap Iran yang masih berlangsung.
Akibat penutupan Masjid Al-Asqa yang terus berlanjut selama beberapa hari terakhir bulan suci Ramadhan itu, shalat tarawih dan i'tikaf dilarang dilakukan di dalam masjid tersebut.
Kondisi pembatasan seperti ini baru pertama kali terjadi sejak pendudukan Yerusalem oleh Israel pada 1967.
Pemerintah Kegubernuran Yerusalem memperingatkan eskalasi hasutan berbahaya yang dipimpin organisasi ekstremis Bukit Bait Suci terhadap Masjid Al-Aqsa, di tengah penutupan yang sedang berlangsung.
Pihak kegubernuran menekankan bahwa apa yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai tindakan keamanan sementara, seperti yang diklaim otoritas penjajah.
Menurut mereka, kondisi ini lebih merupakan agenda politik dan ideologis yang bertujuan untuk mengubah status quo keagamaan, sejarah, dan hukum yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang