Editor
KOMPAS.com — Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan tren positif dalam kualitas lulusannya yang semakin siap menghadapi dunia kerja.
Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah mahasiswa yang כבר mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum menyelesaikan studi.
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa lulusan kampusnya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
"Ini menunjukkan lulusan UIN Jakarta tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, adaptabilitas, dan karakter yang dibutuhkan dunia kerja," kata Asep dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: UIN Jakarta Kukuhkan 7 Profesor Baru, Kini Miliki 151 Guru Besar Terbanyak di PTKIN
Data Tracer Study Pusat Karir UIN Jakarta mencatat, pada 2025 sebanyak 49,69 persen lulusan telah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus. Angka ini meningkat dibandingkan 44,41 persen pada 2024 dan 38 persen pada 2023.
Peningkatan ini menunjukkan mahasiswa semakin adaptif dan mampu menjawab kebutuhan industri bahkan sejak masih duduk di bangku kuliah.
Meski persentase lulusan yang telah bekerja pada 2025 tercatat 49,72 persen—sedikit menurun dibandingkan 61,06 persen pada 2024 dan 62,71 persen pada 2023—tren ini tidak mencerminkan penurunan kualitas. Justru, pergeseran terjadi karena semakin banyak mahasiswa yang sudah lebih dulu bekerja sebelum resmi lulus.
Selain itu, masa tunggu kerja lulusan juga semakin singkat. Sebanyak 44,51 persen lulusan tahun 2025 berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.
Sebaliknya, jumlah lulusan yang menunggu pekerjaan dalam waktu lebih lama terus menurun. Mereka yang baru mendapatkan pekerjaan dalam rentang 6–18 bulan turun drastis dari 19,73 persen pada 2023 menjadi hanya 5,34 persen pada 2025.
Kepala Pusat Karir UIN Jakarta, Muhammad Kholis Hamdy, menyebut capaian ini merupakan hasil dari strategi kampus yang konsisten mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional.
"Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka harus memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari komunikasi, literasi digital, kepemimpinan, hingga pengalaman magang," ujarnya.
Ia menambahkan, melalui Pusat Karir, UIN Jakarta aktif menggelar berbagai program seperti pelatihan soft skill, career coaching, job fair, serta memperluas jejaring dengan dunia usaha dan industri.
Baca juga: Rektor UIN Palu Datangi Sekolah, 2.200 Mahasiswa Bisa Kuliah Gratis
"Tujuan kami, mahasiswa tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga pengalaman dan kepercayaan diri untuk langsung bersaing di dunia kerja," kata Kholis.
Ke depan, UIN Jakarta berkomitmen memperkuat strategi melalui pembaruan kurikulum, peningkatan program magang, serta penguatan kolaborasi dengan industri agar lulusannya semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang