Editor
KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan menetapkan sejumlah vaksinasi sebagai syarat bagi calon jamaah haji 2026 sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kebijakan ini bertujuan melindungi jamaah dari risiko penyakit menular selama berada di lingkungan padat.
Selain vaksin wajib, terdapat pula vaksin tambahan yang dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Upaya ini menjadi bagian dari persiapan kesehatan agar ibadah haji dapat berjalan lancar.
Dilansir dari Antara, berikut daftar vaksin yang perlu diperhatikan calon jamaah haji berdasarkan regulasi terbaru:
Baca juga: Jabal Rahmah, Sejarah Bukit di Arafah yang Jadi Simbol Kasih Sayang dan Pengampunan
Ahli Gizi dari Universitas Faletehan Serang Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu (1/4/2026) menjelaskan terkait vaksin bagi calon jemah haji yang akan berangkat tahun ini.
“Yang pertama vaksin meningitis meningokokus ACWY, ini untuk melindungi dari radang selaput otak yang mudah menular di kerumunan,” jelas Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan Serang itu.
Rita juga menjelaskan, vaksin tersebut perlu diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan, dengan masa berlaku sertifikat yang dapat mencapai hingga lima tahun tergantung jenis vaksin.
Selain itu, vaksin polio juga menjadi syarat bagi jamaah Indonesia. Vaksin ini diberikan satu dosis dalam rentang waktu empat minggu hingga 12 bulan sebelum keberangkatan.
“Ini karena Indonesia masih termasuk negara yang dipantau terkait kasus polio,” ujarnya.
Sementara itu, vaksin lain seperti influenza, pneumonia, dan COVID-19 bersifat opsional, namun tetap dianjurkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Selain vaksinasi, Rita menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat selama menjalankan ibadah.
Ia menyarankan jamaah untuk cukup beristirahat di sela aktivitas dan mengatur konsumsi makanan.
“Pilih makanan yang tidak berisiko, dengan memperbanyak buah dan protein rendah lemak, sementara yang lain secukupnya,” katanya.
Ia juga menyarankan jamaah membawa camilan praktis seperti kurma untuk membantu menjaga energi selama aktivitas.
“Kalau merasa lelah, bisa konsumsi satu sampai tiga butir kurma,” ujarnya.
Selain itu, jamaah dianjurkan melakukan peregangan ringan sekitar 10 menit pada pagi hari serta mengatur ritme berjalan agar tidak terburu-buru.
Rita juga mengingatkan agar jamaah tidak menahan buang air kecil maupun rasa haus karena dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
“Ketika ada kesempatan istirahat, gunakan untuk istirahat, dan tetap jaga kebutuhan cairan,” katanya.
Dengan memenuhi vaksinasi wajib dan tambahan serta menerapkan pola hidup sehat, calon jamaah haji diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan kondisi fisik yang optimal.
Selain mempersiapkan keperluan untuk beribadah selama di Tanah Suci, persiapan kesehatan menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilalui dengan aman dan nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang