Editor
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita saat ini berada di bulan Dzulqa’dah, bulan ke-11 dalam kalender Hijriyah, yang diapit oleh Syawal dan Dzulhijjah. Dalam tradisi masyarakat Jawa, bulan ini dikenal sebagai bulan Apit atau Hapit, karena posisinya yang berada di antara dua hari raya besar umat Islam.
Baca juga: Khutbah Jumat 24 April 2026: Menyiapkan Bekal Akhirat Sebelum Datang Kematian
Secara bahasa, Dzulqa’dah berasal dari kata “dzu” yang berarti memiliki, dan “qa’dah” yang berarti duduk. Maka secara harfiah, Dzulqa’dah dapat dimaknai sebagai “bulan duduk-duduk”.
Namun makna ini bukan sekadar duduk tanpa arti. Para ulama seperti Al-Biruni dan Ibnu Mandzur menjelaskan bahwa sejak zaman Arab sebelum Islam, bulan ini adalah waktu untuk menahan diri dari peperangan. Mereka memilih berdiam di rumah, meninggalkan konflik, dan menjaga kedamaian.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dzulqa’dah juga termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah, bersama Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah. Pada bulan-bulan ini, segala bentuk kezaliman dilarang keras.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ….
Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu…” (QS At-Taubah: 36)
Menurut Imam Fakhruddin ar-Razi, pada bulan-bulan haram ini dosa dilipatgandakan, begitu pula pahala kebaikan. Maka ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk memperbanyak amal saleh dan menahan diri dari perbuatan maksiat.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Makna “duduk” dalam Dzulqa’dah seharusnya kita tafsirkan sebagai ajakan untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Duduk untuk merenung, mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Terlebih bulan ini adalah masa persiapan menuju ibadah haji. Sebuah perjalanan spiritual yang membutuhkan hati yang bersih dan jiwa yang tenang.
Maka marilah kita jadikan bulan Dzulqa’dah ini sebagai momentum untuk menghadirkan kedamaian dalam hidup kita—baik dalam keluarga, lingkungan, maupun dalam hati kita sendiri.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى،
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.
Ma’asyiral muslimin,
Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca juga: Khutbah Jumat 24 April 2026: Bahaya Takabur dan Pentingnya Menjaga Hati dari Kesombongan
Jadikan bulan Dzulqa’dah sebagai waktu untuk menahan diri dari konflik, memperbanyak amal kebaikan, dan memperkuat persaudaraan. Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi karena menyia-nyiakan bulan yang dimuliakan ini.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْعَمَلِ.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.