Editor
KOMPAS.com — Biaya listrik bulanan Masjidil Haram, masjid paling suci dalam Islam, mencapai SR15 juta atau sekitar 4 juta dolar AS (sekitar Rp 64 miliar).
Fakta ini diungkap dalam laporan televisi pemerintah Arab Saudi, Al Ekhbariya TV dikutip dari Arab News. Tagihan tersebut merupakan laporan tahun 2025.
Masjid megah yang menjadi pusat ibadah umat Muslim dunia ini diketahui mengonsumsi listrik hingga hampir 100 megavolt amperes (MVA) setiap hari.
Tingginya konsumsi energi tersebut sejalan dengan skala besar fasilitas dan infrastruktur yang dioperasikan di dalam kompleks masjid.
Baca juga: 8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Wajib Tahu
Laporan tersebut juga disiarkan bersamaan dengan rampungnya perluasan ketiga Masjidil Haram—yang disebut sebagai ekspansi terbesar dalam sejarah.
Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masjid hingga mampu menampung lebih dari 2 juta jemaah secara bersamaan.
Konsumsi listrik yang sangat besar itu digunakan untuk menopang berbagai sistem raksasa, antara lain:
Masjidil Haram menjadi destinasi utama umat Islam dari seluruh dunia, terutama saat bulan suci Ramadan.
Pada periode ini, ratusan ribu jemaah memadati area masjid, dengan lonjakan signifikan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Baca juga: 10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
Besarnya biaya operasional ini memicu beragam tanggapan publik. Sejumlah pengamat mengusulkan agar pembiayaan layanan tersebut turut ditopang melalui skema biaya khusus yang dikenakan kepada hotel dan pelaku usaha di Mekkah demi menjaga keberlanjutan layanan.
Pemerintah Arab Saudi sendiri terus meningkatkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan kenyamanan serta keselamatan jutaan jemaah yang datang setiap tahunnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang