Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci

Kompas.com, 23 April 2026, 21:08 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Jemaah haji Indonesia bisa tetap berkomunikasi dengan keluarga di rumah selama berada di Tanah Suci dengan menggunakan layanan pesan instan, telepon, atau panggilan video.

Ketiga metode itu menjadi sarana utama untuk melepas rindu sekaligus memastikan kondisi keluarga maupun jamaah yang sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Namun, komunikasi perlu menyesuaikan selisih waktu Arab Saudi dan Indonesia agar tidak mengganggu waktu istirahat maupun ibadah.

Baca juga: PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu

Karena itu, penting mengetahui perbedaan jam antara Arab Saudi dengan zona waktu indonsia yang dibagi menjadi zona WIB, WITA, dan WIT.

Perbedaan Zona Waktu Arab Saudi dan Indonesia

Arab Saudi menggunakan satu zona waktu nasional, yaitu GMT+3 atau UTC+3. Zona waktu ini berlaku di seluruh wilayah negara tersebut, termasuk Makkah, Madinah, Jeddah, Riyadh, Taif, Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Artinya, waktu di Madinah sama dengan Makkah serta kota-kota lainnya di Arab Saudi.sehingga jamaah tidak perlu mengubah jam saat berpindah kota.

Baca juga: Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita

Sementara di Indonesia memiliki tiga zona waktu, yakni WIB (GMT+7), WITA (GMT+8), dan WIT (GMT+9).

Karena letak Indonesia lebih ke timur, maka waktu di Indonesia lebih cepat dibanding Arab Saudi.

Secara umum, Indonesia lebih cepat 4 hingga 6 jam dari Arab Saudi, tergantung zona wilayah masing-masing (WIB, WITA, dan WIT).

Selisih Waktu di Indonesia dengan Arab Saudi

Indonesia memiliki tiga zona waktu resmi, yaitu WIB, WITA, dan WIT. Ketiganya memiliki selisih berbeda dengan Arab Saudi yang menggunakan zona waktu GMT+3.

Karena Indonesia berada di sebelah timur Arab Saudi, maka waktu di Indonesia lebih cepat.

Berikut penjelasan perbedaan atau selisih waktu di Indonesia menurut zona WIB, WITA, dan WIT dengan Arab Saudi:

1. WIB (Waktu Indonesia Barat) dengan Arab Saudi

Zona Waktu Indonesia Barat (WIB) menggunakan zona waktu GMT+7, sehingga selisih waktunya lebih cepat 4 jam dibanding Arab Saudi (GMT+3).

Wilayah Indonesia yang masuk zona WIB meliputi seluruh Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Selain itu, seluruh Pulau Jawa juga masuk zona WIB, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sementara di Pulau Kalimantan, wilayah yang menggunakan WIB adalah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sehingga, jika di Jakarta pukul 10.00 WIB, maka di Makkah atau Madinah masih pukul 06.00 pagi.

2. WITA (Waktu Indonesia Tengah) dengan Arab Saudi

Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA) menggunakan zona waktu GMT+8, sehingga selisih waktunya lebih cepat 5 jam dibanding Arab Saudi (GMT+3).

Wilayah Indonesia yang masuk zona WITA meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, seluruh Pulau Sulawesi juga masuk zona WITA, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sementara di Pulau Kalimantan, wilayah yang menggunakan WITA adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sehingga, jika di Bali pukul 10.00 WITA, maka di Arab Saudi masih pukul 05.00 pagi.

3. WIT (Waktu Indonesia Timur) dengan Arab Saudi

Zona Waktu Indonesia Timur (WIT) menggunakan zona waktu GMT+9, sehingga selisih waktunya lebih cepat 6 jam dibanding Arab Saudi (GMT+3).

Wilayah Indonesia yang masuk zona WIT meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Sehingga, jika di Jayapura pukul 10.00 WIT, maka di Arab Saudi masih pukul 04.00 dini hari.

Konversi Jam Indonesia ke Arab Saudi

Berikut beberapa contoh konversi jam antara waktu di Indonesia dengan di Arab Saudi:

  • 06.00 WIB setara dengan pukul 02.00 dini hari waktu Arab Saudi.
  • 06.00 WITA setara dengan pukul 01.00 dini hari waktu Arab Saudi.
  • 06.00 WIT setara dengan pukul 00.00 dini hari waktu Arab Saudi.
  • 12.00 WIB setara dengan pukul 08.00 pagi waktu Arab Saudi.
  • 12.00 WITA setara dengan pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi.
  • 12.00 WIT setara dengan pukul 06.00 pagi waktu Arab Saudi.
  • 18.00 WIB setara dengan pukul 14.00 siang waktu Arab Saudi.
  • 18.00 WITA setara dengan pukul 13.00 siang waktu Arab Saudi.
  • 18.00 WIT setara dengan pukul 12.00 siang waktu Arab Saudi.
  • 21.00 WIB setara dengan pukul 17.00 sore waktu Arab Saudi.
  • 21.00 WITA setara dengan pukul 16.00 sore waktu Arab Saudi.
  • 21.00 WIT setara dengan pukul 15.00 sore waktu Arab Saudi.

Waktu Terbaik Menghubungi Keluarga yang Sedang Menunaikan Ibadah Haji

Jamaah haji disarankan menetapkan waktu khusus untuk menghubungi keluarga, misalnya setelah salat Subuh atau menjelang malam waktu Arab Saudi.

Komunikasi yang teratur dapat memberi ketenangan bagi keluarga dan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah.

Untuk keluarga di Indonesia, waktu pagi hingga sore di Arab Saudi biasanya lebih ideal karena bertepatan dengan siang hingga malam hari di Tanah Air.

Pentingnya Memahami Perbedaan Waktu Indonesia dan Arab Saudi

Memahami perbedaan waktu Arab Saudi dan Indonesia penting bagi jamaah haji maupun keluarga di Tanah Air.

Selisih waktu dapat memengaruhi jadwal komunikasi, waktu istirahat, hingga aktivitas ibadah selama berada di Tanah Suci.

Dengan mengetahui perbedaan jam, jamaah bisa menentukan waktu terbaik untuk menelepon keluarga tanpa mengganggu waktu tidur atau kegiatan ibadah.

Selain itu, pemahaman soal zona waktu membantu keluarga memantau jadwal penting, seperti keberangkatan pesawat, kedatangan di Madinah atau Makkah, hingga agenda puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Perbedaan waktu juga penting agar jamaah lebih mudah menyesuaikan pola tidur dan mengurangi dampak jet lag saat baru tiba di Arab Saudi.

Dengan pengaturan waktu yang tepat, komunikasi menjadi lebih lancar, ibadah lebih khusyuk, dan keluarga di Indonesia pun merasa lebih tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Daging Ham, Haram atau Halal? Berikut Penjelasan Komisi Fatwa MUI
Hukum Daging Ham, Haram atau Halal? Berikut Penjelasan Komisi Fatwa MUI
Aktual
Link Download Qur’an Kemenag Add-ins untuk PowerPoint, Permudah Sisipkan Ayat dan Terjemahan ke Presentasi
Link Download Qur’an Kemenag Add-ins untuk PowerPoint, Permudah Sisipkan Ayat dan Terjemahan ke Presentasi
Aktual
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Aktual
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Aktual
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Aktual
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Aktual
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Aktual
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
Aktual
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Aktual
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
Aktual
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
Aktual
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com