KOMPAS.com – Di tengah ritme kehidupan yang padat, Jumat hadir bukan sekadar pergantian hari dalam kalender mingguan.
Ia membawa nuansa yang berbeda, lebih tenang, lebih sakral, dan lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual.
Tak heran jika banyak umat Islam menyebutnya sebagai “Jumat Mubarak” atau hari yang diberkahi.
Sebutan ini bukan sekadar tradisi, tetapi berakar kuat dalam ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad.
Dalam berbagai riwayat, Jumat disebut sebagai hari terbaik di mana matahari terbit. Keistimewaan ini bukan tanpa alasan.
Berikut empat penjelasan utama yang menunjukkan mengapa Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Baca juga: Hukum Tidur Saat Khutbah Jumat, Batal Wudhu atau Tetap Sah?
Salah satu alasan utama keistimewaan Jumat adalah keterkaitannya dengan peristiwa besar dalam sejarah manusia.
Dalam hadits yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa pada hari Jumat Nabi Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan kemudian diturunkan ke bumi.
Peristiwa ini menjadikan Jumat bukan hanya hari biasa, melainkan simbol awal perjalanan manusia di dunia.
Bahkan, dalam penjelasan ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari, disebutkan bahwa beberapa peristiwa besar lain, termasuk hari kiamat, juga berkaitan dengan Jumat. Ini menegaskan bahwa Jumat adalah hari yang memiliki dimensi historis sekaligus eskatologis.
Dalam ajaran Islam, Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau pemimpin seluruh hari. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa Jumat adalah hari paling agung di sisi Allah, bahkan lebih utama dibandingkan Idul Fitri dan Idul Adha.
Pandangan ini diperkuat oleh pemikiran Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, yang menyebut Jumat sebagai momentum spiritual mingguan.
Ia ibarat “hari raya kecil” yang datang setiap pekan, memberikan kesempatan bagi manusia untuk memperbarui iman, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia.
Baca juga: 3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
Keistimewaan lain dari hari Jumat adalah adanya satu waktu mustajab, yaitu waktu di mana doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Dalam hadits disebutkan bahwa pada hari Jumat terdapat satu saat di mana tidak ada seorang Muslim berdoa kecuali Allah akan mengabulkannya, selama tidak meminta hal yang haram.
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai waktu tersebut. Namun menurut An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, waktu mustajab yang paling kuat adalah setelah shalat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Perbedaan ini justru menjadi hikmah agar umat Islam memperbanyak doa sepanjang hari Jumat.
Dengan demikian, Jumat bukan hanya hari ibadah wajib, tetapi juga hari penuh harapan—di mana doa-doa yang selama ini dipanjatkan memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Keutamaan Jumat tidak hanya terbatas pada siang hari, tetapi juga dimulai sejak malamnya. Malam Jumat, yang dimulai sejak Kamis malam, memiliki nilai spiritual tersendiri dalam tradisi Islam.
Dalam kitab Al-Furu’, Ibnu Muflih menjelaskan bahwa sebagian ulama memandang malam Jumat memiliki keutamaan karena ia datang secara rutin dan menjadi bagian dari hari terbaik dalam Islam.
Walaupun tidak melebihi Lailatul Qadar, malam Jumat tetap dianggap sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan bershalawat.
Baca juga: 7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
Dengan berbagai keistimewaan tersebut, jelas bahwa Jumat bukan sekadar hari biasa. Ia adalah momentum spiritual yang berulang setiap pekan, mengajak manusia untuk berhenti sejenak dari urusan dunia dan kembali mengingat tujuan hidup yang sesungguhnya.
Memuliakan Jumat tidak cukup hanya dengan ucapan “Jumat Berkah”, tetapi perlu diwujudkan melalui amal nyata, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa.
Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, Jumat adalah kesempatan yang selalu datang kembali. Pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang