Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek Kereta Saudi–Turki: Hubungkan Makkah, Madinah hingga Istanbul

Kompas.com, 28 April 2026, 13:56 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sebuah proyek ambisius tengah disiapkan di kawasan Timur Tengah, jalur kereta api lintas negara yang akan menghubungkan kota-kota suci Islam hingga pusat peradaban di Eropa.

Rencana ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya besar menghubungkan sejarah, ekonomi, dan mobilitas umat dalam satu koridor transportasi modern.

Jalur tersebut dirancang menghubungkan Makkah dan Madinah menuju Istanbul, melintasi wilayah Yordania dan Suriah.

Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu jaringan transportasi darat paling strategis di dunia Islam.

Visi Besar di Balik Proyek Kereta Lintas Negara

Dilansir dari The New Arab, Pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Transportasi Saleh al-Jasser menegaskan bahwa proyek ini masih berada pada tahap studi kelayakan yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Meski demikian, sejumlah pekerjaan teknis dan koordinasi lintas negara sudah mulai berjalan.

Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan bagian dari visi integrasi kawasan.

Tujuannya jelas: memperkuat konektivitas regional, memperlancar distribusi logistik, serta membuka akses perjalanan darat yang lebih efisien bagi jutaan orang.

Baca juga: Musim Haji, Warga dari Negara-negara Ini Masih Boleh Umrah hingga 3 Mei

Menghubungkan Kota Suci hingga Pusat Peradaban

Secara geografis, jalur ini memiliki nilai strategis yang tinggi. Ia tidak hanya menghubungkan kota-kota penting secara ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat.

Makkah sebagai pusat ibadah haji dan umrah, serta Madinah sebagai kota Nabi, akan terhubung langsung dengan Istanbul yang selama berabad-abad menjadi pusat peradaban Islam di era Kekhalifahan Ottoman.

Dalam perspektif sejarah, konektivitas ini seakan menghidupkan kembali jalur peradaban yang dulu terputus oleh batas-batas geopolitik modern.

Dari Jalur Hejaz ke Kereta Modern

Proyek ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah Jalur Kereta Api Hejaz, sebuah jalur legendaris yang dibangun pada awal abad ke-20 untuk menghubungkan wilayah Hijaz dengan Damaskus.

Dalam buku The Hejaz Railway karya James Nicholson, dijelaskan bahwa jalur tersebut pada masanya menjadi simbol persatuan dunia Islam, memudahkan perjalanan haji sekaligus memperkuat hubungan antarwilayah.

Kini, gagasan tersebut kembali dihidupkan dalam bentuk yang lebih modern, dengan teknologi transportasi yang jauh lebih maju dan kapasitas yang lebih besar.

Baca juga: Daftar 21 Rute dan Warna Bus Shalawat untuk Jemaah Haji Indonesia di Makkah

Koridor Ekonomi Baru Timur Tengah–Eropa

Selain aspek spiritual dan historis, proyek ini juga memiliki dimensi ekonomi yang signifikan. Jalur kereta api ini diproyeksikan menjadi bagian dari koridor perdagangan yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Eropa.

Abdulkadir Uraloglu menyebut bahwa rencana ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi dari Eropa Selatan hingga Teluk.

Dalam buku Global Logistics and Supply Chain Management karya John Mangan, dijelaskan bahwa konektivitas darat lintas negara mampu memangkas biaya distribusi dan meningkatkan efisiensi perdagangan internasional secara signifikan.

Arab Saudi sendiri telah memperkuat posisinya sebagai pusat logistik regional. Dengan kapasitas pelabuhan yang mampu menangani jutaan kontainer setiap tahun, integrasi jalur kereta api akan mempercepat distribusi barang ke berbagai wilayah.

Tahap Awal dan Kerja Sama Regional

Langkah konkret menuju realisasi proyek ini mulai terlihat melalui kerja sama antarnegara. Pertemuan trilateral antara Turki, Suriah, dan Yordania di Amman menghasilkan kesepakatan awal berupa nota kesepahaman (MoU) di bidang transportasi.

Kesepakatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun konektivitas lintas batas yang selama ini terhambat oleh berbagai faktor politik dan infrastruktur.

Pada tahap awal, fokus pembangunan akan diarahkan pada jalur Turki–Suriah–Yordania. Setelah itu, jaringan akan diperluas ke selatan hingga terhubung dengan sistem kereta api Arab Saudi dan mencapai Riyadh.

Baca juga: Titip Doa ke Jemaah Haji, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

Tantangan: Politik, Infrastruktur, dan Stabilitas

Meski menjanjikan, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Faktor geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Suriah, menjadi salah satu variabel yang perlu diperhatikan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur lintas negara membutuhkan investasi besar serta koordinasi yang kompleks antara berbagai pihak.

Dalam buku Transport Geography karya Jean-Paul Rodrigue, disebutkan bahwa proyek transportasi lintas negara sering kali menghadapi tantangan pada aspek regulasi, pembiayaan, dan stabilitas politik.

Namun, jika tantangan ini mampu diatasi, manfaat jangka panjangnya dinilai jauh lebih besar.

Antara Mobilitas dan Makna Spiritual

Lebih dari sekadar proyek transportasi, jalur kereta ini menyimpan makna yang lebih dalam bagi dunia Islam.

Ia membuka kemungkinan baru bagi perjalanan ibadah yang lebih mudah, sekaligus menghubungkan kembali jejak sejarah peradaban.

Bayangkan sebuah perjalanan darat yang menghubungkan Makkah, Madinah, hingga Istanbul, bukan hanya perjalanan geografis, tetapi juga perjalanan spiritual yang melintasi jejak sejarah umat.

Menuju Masa Depan Konektivitas Dunia Islam

Proyek kereta api Saudi–Turki ini masih berada pada tahap awal, namun potensinya sudah terlihat jelas.

Ia bukan hanya tentang rel dan kereta, tetapi tentang bagaimana sebuah kawasan membangun kembali konektivitasnya, secara ekonomi, sosial, dan spiritual.

Jika terealisasi, jalur ini bisa menjadi simbol baru kebangkitan konektivitas dunia Islam di era modern.

Dan mungkin, di masa depan, perjalanan dari Tanah Suci menuju Eropa tidak lagi hanya tentang jarak, tetapi tentang bagaimana sejarah, iman, dan teknologi bertemu dalam satu lintasan yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Bacaaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
Aktual
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Aktual
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
Aktual
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Aktual
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Aktual
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Aktual
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Aktual
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Aktual
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Aktual
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar