Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa

Kompas.com, 3 Mei 2026, 07:17 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Padang Arafah bukan sekadar hamparan luas di Tanah Suci. Di balik perannya sebagai lokasi utama wukuf dalam ibadah haji, tersimpan kisah yang kerap diceritakan dalam literatur keislaman, pertemuan kembali Nabi Adam dan Siti Hawa setelah terpisah lama di bumi.

Kisah ini tidak hanya menghadirkan sisi historis dan spiritual, tetapi juga memberi pemaknaan mendalam terhadap pelaksanaan wukuf yang menjadi inti ibadah haji.

Arafah, Titik Pertemuan Manusia Pertama

Padang Arafah dikenal sebagai lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji. Setiap tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah berkumpul di tempat ini untuk melaksanakan wukuf, sebuah rukun yang menentukan sah atau tidaknya haji seseorang.

Dalam sejumlah riwayat dan kajian ulama, Arafah diyakini sebagai tempat dipertemukannya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa setelah keduanya diturunkan dari surga ke bumi.

Dalam buku Mecca the Blessed & Medina the Radiant karya Seyyed Hossein Nasr dijelaskan bahwa setelah diturunkan ke bumi, Nabi Adam berada di wilayah yang kini dikenal sebagai Sri Lanka, sementara Siti Hawa berada di Jazirah Arab.

Keduanya hidup terpisah dalam waktu yang panjang sebelum akhirnya dipertemukan kembali oleh kehendak Allah di Arafah.

Pertemuan ini kemudian diyakini menjadi salah satu asal-usul penamaan “Arafah”, dari kata ‘arafa yang berarti “mengetahui” atau “saling mengenal”.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Wukuf di Arafah? Ini Amalan Utamanya

Jejak Taubat dan Perjalanan Spiritual

Sebelum pertemuan tersebut, Nabi Adam terlebih dahulu menerima kalimat taubat dari Allah, sebagaimana tertuang dalam Surah Al-A'raf ayat 23.

Ayat ini menjadi simbol awal perjalanan spiritual manusia: pengakuan kesalahan dan harapan akan ampunan Tuhan.

Dalam beberapa literatur klasik disebutkan, setelah menerima taubat, Nabi Adam diperintahkan untuk melakukan ibadah sebagai bentuk penghambaan.

Dalam proses itulah, Malaikat Jibril mengarahkan Nabi Adam menuju suatu tempat yang kemudian dikenal sebagai Arafah.

Di tempat inilah, menurut riwayat, Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu kembali dan saling berpelukan setelah perpisahan panjang, sebuah momen yang sarat makna tentang penyesalan, harapan, dan kasih sayang.

Wukuf: Lebih dari Sekadar Berhenti

Secara bahasa, wukuf berasal dari kata waqafa yang berarti berhenti atau berdiam diri. Namun dalam praktik ibadah haji, maknanya jauh lebih dalam.

Dalam buku Konsep Filosofis dan Mistis dalam Memahami Cabang Pengetahuan tentang Ketuhanan karya Zainudin dijelaskan bahwa wukuf adalah momen kontemplatif, ketika manusia “berhenti” dari aktivitas duniawi untuk sepenuhnya menghadap Allah.

Wukuf bukan hanya aktivitas fisik berada di Arafah, tetapi juga proses batin, refleksi diri, pengakuan dosa, dan pembaruan komitmen spiritual.

Makna ini sejalan dengan perjalanan Nabi Adam yang terlebih dahulu melalui fase penyesalan sebelum akhirnya dipertemukan kembali dengan pasangannya. Dengan kata lain, wukuf mencerminkan perjalanan manusia dari kesalahan menuju kesadaran.

Baca juga: Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah

Hadis: Wukuf sebagai Inti Ibadah Haji

Pentingnya wukuf ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam buku Sejarah Ibadah Menelusuri Asal-usul, Memantapkan Penghambaan karya Syahruddin El Fikri, disebutkan sebuah riwayat ketika seorang sahabat bertanya tentang hakikat ibadah haji.

Nabi Muhammad menjawab:

“Inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Barangsiapa yang tiba sebelum salat pada malam Muzdalifah, maka hajinya telah sempurna.” (HR Ahmad, al-Bayhaqi, dan al-Hakim)

Hadis ini menunjukkan bahwa tanpa wukuf, rangkaian ibadah haji tidak dianggap sah. Karena itu, Arafah menjadi titik puncak sekaligus penentu dalam perjalanan spiritual seorang muslim.

Dimensi Spiritual: Antara Wukuf dan Wakaf

Menariknya, istilah wukuf sering dikaitkan dengan wakaf karena memiliki akar kata yang sama, yakni “berhenti”. Namun keduanya memiliki dimensi yang berbeda.

Wakaf berorientasi pada aspek sosial, menghentikan kepemilikan harta untuk kemaslahatan umum.

Sementara wukuf bersifat spiritual, menghentikan kesibukan dunia untuk mendekat kepada Allah.

Dalam buku Fiqh al-Ibadat karya Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa ibadah dalam Islam selalu memiliki keseimbangan antara dimensi vertikal (hubungan dengan Allah) dan horizontal (hubungan dengan sesama manusia). Wukuf dan wakaf menjadi contoh konkret dari keseimbangan tersebut.

Baca juga: Niat Ihram dan Doa Haji: Arab, Latin, Arti, dan Kemudahan bagi Jemaah

Arafah Hari Ini: Lautan Manusia, Lautan Doa

Kini, setiap musim haji, Padang Arafah dipenuhi jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia. Mereka datang dengan satu tujuan, berdiri, berdoa, dan memohon ampunan.

Meski zaman telah berubah, esensi wukuf tetap sama seperti yang dicontohkan dalam kisah Nabi Adam, kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.

Di tengah teriknya matahari Arafah, setiap doa yang dipanjatkan seakan menjadi gema dari perjalanan panjang manusia sejak awal penciptaannya.

Dari Arafah, Manusia Belajar Kembali

Kisah pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa di Arafah bukan sekadar cerita masa lalu. Ia adalah simbol perjalanan manusia, dari kesalahan menuju kesadaran, dari perpisahan menuju pertemuan, dari dunia menuju Tuhan.

Wukuf mengajarkan bahwa dalam kehidupan yang serba cepat, manusia tetap membutuhkan satu momen untuk berhenti, merenung, memperbaiki diri, dan kembali kepada Sang Pencipta.
Dan di Arafah, pelajaran itu terasa begitu nyata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Aktual
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Aktual
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Aktual
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Aktual
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Aktual
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
Aktual
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Aktual
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Aktual
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Aktual
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Aktual
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Aktual
Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Aktual
Gratis Kuliah S1! Kemenag Buka Beasiswa PJJ Guru LPQ 2026, Daftar hingga 31 Mei
Gratis Kuliah S1! Kemenag Buka Beasiswa PJJ Guru LPQ 2026, Daftar hingga 31 Mei
Aktual
Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal, 42 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat
Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal, 42 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com