Editor
MAKKAH, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan Arab Saudi melakukan lebih dari 23.000 inspeksi preventif di Makkah, Madinah, jalur miqat, hingga kawasan menuju Masjidil Haram dan lokasi suci lainnya menjelang musim haji 2026.
Langkah tersebut dilakukan sejak awal bulan Dzulqa’dah atau bertepatan dengan 19 April 2026 sebagai bagian dari rencana pengawasan besar-besaran untuk memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.
Dalam keterangannya, Kementerian Perdagangan Saudi menyebut inspeksi dilakukan untuk meningkatkan perlindungan konsumen, mengatur stabilitas pasar, serta memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok bagi jutaan jemaah.
Baca juga: Jemaah Haji 2026 Hanya Boleh Bawa Satu Tas ke Mina, Tas Tambahan Dilarang
Pengawasan menyasar berbagai pusat perdagangan dan toko ritel di area pusat kota Makkah dan Madinah, termasuk kawasan miqat seperti Al-Juhfah, Yalamlam, Qarn Al-Manazil di Al-Sail Al-Kabeer, dan Wadi Muharram.
Petugas memeriksa ketersediaan barang-barang penting, kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan perdagangan, kejelasan harga produk, hingga validitas promosi atau penawaran komersial yang diberikan kepada konsumen.
Pemerintah Saudi menegaskan, inspeksi akan terus dilakukan selama musim haji berlangsung guna memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi regulasi dan memberikan layanan terbaik kepada para tamu Allah.
Baca juga: Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu
Selain menjaga stabilitas pasokan barang, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan kepatuhan sektor perdagangan dan menciptakan sistem layanan yang aman serta nyaman bagi jemaah haji dari berbagai negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang