Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!

Kompas.com, 15 Mei 2026, 17:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji terus dilakukan Arab Saudi menjelang musim haji 1447 Hijriah atau Haji 2026.

Tidak hanya memperkuat layanan transportasi, keamanan, dan kesehatan, pemerintah Saudi kini juga memperluas akses layanan digital bagi jutaan jemaah dari berbagai negara melalui aplikasi nasional Tawakkalna.

Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), aplikasi serba guna Tawakkalna kini menyediakan layanan dalam 19 bahasa internasional untuk memudahkan jemaah haji dan petugas selama berada di Tanah Suci.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Arab Saudi atau Saudi Data and AI Authority (SDAIA) dalam meningkatkan integrasi layanan haji berbasis teknologi digital.

Kehadiran fitur multibahasa tersebut dinilai penting karena musim haji mempertemukan jutaan Muslim dari berbagai latar belakang bahasa, budaya, dan negara.

Dengan dukungan layanan digital yang lebih mudah dipahami, pemerintah Saudi berharap pengalaman ibadah jemaah menjadi lebih nyaman, aman, dan efisien.

Baca juga: Via Aplikasi Tawakkalna Izin Haji Kini Bisa Diakses Sebelum Berangkat

Tawakkalna Jadi Pusat Layanan Digital Jemaah Haji

Aplikasi Tawakkalna sebelumnya dikenal luas sebagai platform layanan digital nasional Saudi yang digunakan selama masa pandemi Covid-19.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, fungsinya berkembang menjadi pusat layanan publik terintegrasi, termasuk untuk kebutuhan ibadah haji dan umrah.

Pada musim haji 2026, Tawakkalna dirancang untuk mendampingi perjalanan jemaah sejak tiba di Arab Saudi hingga kembali ke negara asal.

Seluruh proses layanan dibuat lebih sederhana agar jemaah dapat mengakses berbagai kebutuhan administratif maupun informasi penting langsung melalui ponsel.

Bahasa yang tersedia mencakup Arab, Inggris, Indonesia, Hindi, Urdu, Turki, Prancis, Bengali, Persia, Melayu, Rusia, Mandarin, Filipina, Jerman, Belanda, Jepang, Italia, Spanyol, hingga Portugis.

Ketersediaan bahasa Indonesia menjadi salah satu fitur penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

Dalam buku Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds karya Heidi Campbell dijelaskan bahwa transformasi digital kini menjadi bagian penting dalam praktik keagamaan modern, termasuk dalam pengelolaan ibadah berskala global seperti haji.

Teknologi, menurut Campbell, tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi sarana pelayanan spiritual dan pengelolaan pengalaman keagamaan masyarakat modern.

Terintegrasi dengan Izin Haji Digital “Tasreeh”

Salah satu fitur utama Tawakkalna pada musim haji tahun ini adalah integrasi dengan platform izin haji digital “Tasreeh”.

Melalui sistem tersebut, jemaah dapat melihat dan mengakses berbagai dokumen penting secara digital tanpa harus membawa banyak dokumen fisik selama perjalanan ibadah.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna memeriksa izin haji resmi, kartu identitas jemaah, izin masuk Makkah, hingga dokumen terkait pekerjaan, sukarelawan, dan kendaraan operasional haji.

Integrasi digital tersebut menjadi bagian dari upaya Saudi memperketat pengawasan haji ilegal sekaligus mempercepat layanan administrasi bagi jutaan jemaah internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang terus memperluas digitalisasi layanan publik di sektor haji sebagai bagian dari program Visi Saudi 2030.

Pemerintah Saudi menilai penggunaan teknologi menjadi solusi penting untuk mengelola mobilitas jutaan orang dalam waktu yang sangat singkat.

Baca juga: Arab Saudi Rilis Panduan Kesehatan Haji dalam 8 Bahasa, Salah Satunya Indonesia

Bisa Dengarkan Khutbah Arafah dalam Berbagai Bahasa

Fitur menarik lain dalam aplikasi Tawakkalna ialah layanan mendengarkan khutbah Arafah dalam berbagai bahasa internasional.

Khutbah Arafah merupakan salah satu momen paling penting dalam musim haji karena disampaikan saat puncak wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Melalui fitur tersebut, jemaah dari berbagai negara dapat memahami isi khutbah secara lebih mudah tanpa terkendala bahasa.

Selain itu, Tawakkalna juga menyediakan layanan permintaan ambulans darurat, informasi cuaca real-time di kawasan tempat suci, arah kiblat, waktu salat, hingga akses membaca Al Quran digital.

Layanan ini dirancang untuk membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan praktis di tengah padatnya aktivitas selama musim haji.

Dalam buku Managing the Hajj karya Dr. Muhammad Ilyas dijelaskan bahwa pengelolaan haji modern membutuhkan kombinasi antara pelayanan spiritual dan teknologi informasi agar mobilitas serta keselamatan jemaah dapat terjaga secara optimal.

Saudi Percepat Transformasi Digital Haji

Arab Saudi saat ini memang sedang melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem penyelenggaraan haji.

Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi antrean dan kepadatan administrasi di lapangan.

Selain Tawakkalna, Saudi juga mengembangkan platform Nusuk yang kini menjadi pusat layanan haji dan umrah digital bagi jutaan pengguna global.

Melalui Nusuk, jemaah dapat melakukan pemesanan paket ibadah, izin masuk tempat suci, layanan transportasi, hingga pemantauan jadwal perjalanan.

SDAIA sebagai lembaga yang mengelola pengembangan data dan kecerdasan buatan di Arab Saudi juga terus memperluas pemanfaatan teknologi AI dalam pengelolaan musim haji.

Teknologi tersebut digunakan untuk analisis kepadatan jemaah, pemantauan mobilitas, sistem keamanan, hingga pengaturan lalu lintas di kawasan Makkah, Mina, dan Arafah.

Dalam buku Artificial Intelligence and Digital Transformation in the Middle East karya Mohamed Zaki disebutkan bahwa Arab Saudi menjadi salah satu negara Timur Tengah yang paling agresif mengembangkan layanan publik berbasis AI dan digitalisasi pemerintahan.

Baca juga: Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa

Haji Modern dan Tantangan Jutaan Jemaah

Penyelenggaraan ibadah haji saat ini bukan hanya persoalan ritual keagamaan, tetapi juga tantangan manajemen manusia terbesar di dunia.

Setiap tahun, jutaan Muslim bergerak hampir bersamaan menuju titik-titik utama seperti Masjidil Haram, Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Kondisi tersebut membuat penggunaan teknologi menjadi sangat penting untuk membantu pengaturan mobilitas, keamanan, komunikasi, hingga layanan kesehatan.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dan Shawkat Toorawa dijelaskan bahwa modernisasi haji telah mengubah wajah penyelenggaraan ibadah dari sistem tradisional menjadi operasi global yang melibatkan teknologi tinggi dan koordinasi lintas sektor.

Meski demikian, esensi spiritual haji tetap menjadi pusat utama perjalanan umat Islam ke Tanah Suci.

Membantu Jemaah Beribadah Lebih Tenang

Bagi jutaan jemaah internasional, keberadaan layanan digital multibahasa seperti Tawakkalna dinilai sangat membantu, terutama bagi mereka yang baru pertama kali datang ke Arab Saudi.

Akses informasi yang mudah dipahami dapat mengurangi kebingungan, mempercepat layanan, sekaligus meningkatkan rasa aman selama menjalankan ibadah.

Pemerintah Saudi berharap pengembangan aplikasi digital tidak hanya mempercepat layanan administratif, tetapi juga membantu jemaah lebih fokus menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Di tengah terus meningkatnya jumlah jemaah dari seluruh dunia, transformasi digital seperti yang dilakukan melalui Tawakkalna diperkirakan akan menjadi bagian penting masa depan penyelenggaraan ibadah haji global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Aktual
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Aktual
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Aktual
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Aktual
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Aktual
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
Aktual
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com