Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru

Kompas.com, 20 Juni 2026, 21:52 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak seluruh peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 untuk mengedepankan ketulusan, kedamaian, serta persatuan dalam bermusyawarah demi menyiapkan masa depan Nahdlatul Ulama yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan Gus Yahya saat memberi sambutan dalam pembukaan Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu malam (20/6/2026).

Menurutnya, Munas dan Konbes kali ini menjadi momentum penting karena berlangsung menjelang berakhirnya masa khidmah kepengurusan PBNU periode saat ini sekaligus menjadi ajang persiapan menuju Muktamar ke-35 NU.

"Kita akan menuju pada penghujung masa khidmah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Dalam Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional Alim Ulama kali ini di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, kita akan mempersiapkan semua yang kita perlukan untuk melaksanakan Muktamar ke-35 yang akan datang," kata Gus Yahya dilansir dari siaran langsung YouTube NU Online.

Baca juga: Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik

Ia menegaskan bahwa forum tersebut merupakan kesempatan bagi PBNU bersama seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia untuk memberikan kontribusi terbaik bagi jam'iyah.

"Ini adalah kesempatan kita semua, kesempatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama beserta segenap pimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama seluruh Indonesia untuk melakukan yang terbaik demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi jam'iyah yang kita cintai ini," ujarnya.

Khidmah untuk Jam'iyah

Dalam pidatonya, Gus Yahya mengingatkan bahwa seluruh warga NU hadir dalam organisasi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk berkhidmah dan mengabdi kepada jam'iyah.

"Mari kita teguhkan kembali keberadaan kita di dalam jam'iyah ini. Kita ada di sini untuk berkhidmah. Kita berkhidmah untuk mendapatkan berkah dari jam'iyah yang barokah ini," tuturnya.

Ia mengajak seluruh peserta memusatkan pikiran, tenaga, dan upaya demi kemaslahatan masa depan NU dan warganya.

"Mari seluruhnya kita pusatkan pada himmah untuk kemaslahatan masa depan jam'iyah dan jamaah Nahdlatul Ulama ini," katanya.

Gus Yahya berharap Munas dan Konbes mampu melahirkan keputusan-keputusan terbaik yang dapat diabdikan bagi kemajuan organisasi.

"Kita laksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya untuk dapat menghadirkan permusyawaratan, menghadirkan kebersamaan, dan menghadirkan gagasan-gagasan yang akan kita abdikan untuk kemaslahatan jam'iyah ini," ujarnya.

Hindari Kontroversi Baru

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menekankan pentingnya menjaga suasana musyawarah yang damai dan konstruktif. Ia meminta seluruh peserta menghindari langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan polemik maupun perpecahan.

"Mari sesudah ini kita lalui proses yang harus kita lalui ini dengan sebaik-baiknya, dengan penuh ketulusan, dengan penuh kedamaian, dengan penuh kejujuran, dengan menghindari apa pun yang berpotensi menimbulkan kontroversi maupun pertentangan baru," tegasnya.

Menurutnya, semangat persatuan harus terus dijaga sebagaimana pesan pendiri NU, Hasyim Asy'ari, ketika mengajak umat bergabung dalam jam'iyah NU.

"Inilah saatnya kita mengingat kembali seruan Hadhratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari ketika beliau memanggil kita semua untuk bergabung di dalam jam'iyah yang mulia ini," katanya.

Ia mengajak seluruh peserta tidak hanya hadir secara fisik dalam forum, tetapi juga menyatukan hati dan semangat dalam kebersamaan.

"Mari kita sambungkan bukan hanya jasad kita di dalam pertemuan-pertemuan ini, tetapi juga roh-roh kita dalam mahabbah dan wihdah, dalam kerukunan dan persatuan," ujarnya.

NU Berdiri di Atas Fondasi Rohani yang Kokoh

Gus Yahya menyatakan keyakinannya bahwa NU akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan karena dibangun di atas fondasi spiritual yang kuat.

"Kita yakin bahwa apa pun yang terjadi, jam'iyah ini didirikan dengan fondasi rohani yang kokoh," katanya.

Menurut dia, NU senantiasa berada dalam naungan dan pemeliharaan Allah SWT sehingga berbagai upaya yang bertujuan merusak atau mencederai organisasi tidak akan berhasil.

"Apapun yang dilakukan orang untuk mengganggu, untuk mencederai, untuk merusak apa yang mulia di dalam jam'iyah ini pasti tidak akan mencapai apa yang diinginkan," ujarnya.

Apresiasi untuk Pesantren Al-Falah Ploso

Pada bagian akhir pidato, Gus Yahya menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang menjadi tuan rumah Munas dan Konbes NU 2026.

Menurutnya, pesantren tidak hanya menyediakan fasilitas penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga menghadirkan kekuatan spiritual yang menjadi fondasi penting bagi perjalanan NU.

"Al-Falah Ploso beserta segenap keluarga besarnya, beserta barokah para masyayikh dan muassisnya, menyediakan diri sebagai pondasi rohani dan landasan rohani dari keberadaan kita menjalankan khidmah kepada jam'iyah ini," katanya.

Baca juga: Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo

Ia berharap keberkahan para masyayikh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso menyertai jalannya Munas dan Konbes sehingga menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi seluruh warga NU.

"Semoga musyawarah yang kita laksanakan di dalam Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama kali ini menghasilkan hasil-hasil yang bermanfaat, hasil-hasil yang menggembirakan semua orang, hasil-hasil yang sama sekali tidak menimbulkan masalah bagi siapa pun, dan sungguh membawa kemaslahatan untuk jam'iyah yang kita cintai ini," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Aktual
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Aktual
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Aktual
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Aktual
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Aktual
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
Aktual
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Aktual
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Doa dan Niat
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Aktual
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
Aktual
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Aktual
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Aktual
Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko
Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com