Editor
KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadwalkan Muktamar NU 2026 digelar pada 1-5 Agustus 2026.
Namun, lokasi penyelenggaraan muktamar masih belum diputuskan dan akan dibahas lebih lanjut setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Kediri, Jawa Timur.
Sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah, mulai dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Sumatera Barat.
Baca juga: Cak Imin Minta PBNU Bersih dari Politisi: Kader Berpolitik Silakan Masuk Partai
PBNU menegaskan penentuan lokasi akan dilakukan melalui kajian mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek kelayakan.
"Munas dan Konbes ini satu rangkaian dengan Muktamar yang Insya Allah akan dilaksanakan 1-5 Agustus 2026. Tempatnya sudah disepakati yaitu ada usulan beberapa tempat mulai dari NTB (Nusa Tenggara Barat), Jawa Timur, Jawa Barat, dan tentu Sumatera Barat," kata Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026 M Nuh di Kediri, Jawa Timur, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Cak Imin Jelang Muktamar PBNU: Yang Main-main di NU Keluarkan Aja
M Nuh mengatakan lokasi muktamar masih akan dibahas dalam rapat khusus. Tim akan mengkaji sejumlah daerah yang diusulkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kelayakan sarana dan prasarana, keamanan, kondisi finansial, hingga aspek spiritual.
"Termasuk tempat ini pula waktu Munas-Konbes itu ada beberapa tempat yang kami kunjungi, terus kami dapatkan kelayakan fisiknya, mana saja terakhir dilihat dari sisi kelayakan spiritualnya. Dari kelayakan spiritual itulah akhirnya diputuskan tempatnya Munas-Konbes di sini. ini dengan metode yang sama, maka nanti muktamar pun juga diumumkan," kata M Nuh.
Menurut dia, metode yang digunakan dalam menentukan lokasi Munas dan Konbes NU di Kediri akan kembali diterapkan untuk memilih lokasi Muktamar NU 2026.
M Nuh menegaskan tema besar Muktamar NU 2026 pada prinsipnya tetap sejalan dengan Munas dan Konbes, yakni menjaga marwah Nahdlatul Ulama serta memperkaya khidmat organisasi bagi masyarakat dan bangsa.
PBNU juga ingin mengingatkan bahwa perjalanan sejarah NU tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para ulama pendiri, termasuk Syekh Hasyim Asy'ari dan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.
Sementara itu, penutupan Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan berlangsung di Bangkalan pada Selasa (23/6). Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
"Penutupan sudah dapat kepastian. Insya Allah Pak Presiden berkenan rawuh, berkenan hadir, yaitu jam 14 WIB acaranya. Tapi kami mulai ada serangkaian, mulai dari ziarah ke maqbarah (makam) terus habis itu istigasah, terus jam 14.00 WIB, Insya Allah, bersama Pak Presiden," kata M Nuh.
PBNU menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada 20-22 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran PBNU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, serta ratusan simpatisan NU. Selain membahas berbagai isu keumatan dan kebangsaan, forum ini juga menjadi ajang persiapan menuju Muktamar NU 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang