Editor
KOMPAS.com – Arab Saudi resmi meluncurkan kampanye musim panen kurma awal bersamaan dengan dimulainya panen segar perdana di berbagai wilayah penghasil kurma di Kerajaan.
Program ini digagas untuk memperkuat pemasaran kurma lokal, meningkatkan nilai ekonomi, serta mendorong kontribusi sektor kurma terhadap perekonomian nasional.
Kampanye yang diluncurkan oleh Pusat Nasional Kurma dan Palem (National Center for Palms and Dates) tersebut menyoroti kalender musim panen kurma awal dan pertengahan musim di berbagai daerah. Selain itu, program ini juga bertujuan mempertemukan pasar dengan berbagai varietas kurma yang tersedia serta mendukung pengembangan wisata pertanian.
Direktur Jenderal Pelaksana Pusat Nasional Kurma dan Palem, Ahmed Al-Ayada, mengatakan kampanye ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai waktu dan lokasi panen kurma di seluruh wilayah Arab Saudi.
Baca juga: Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf, Wisata Kurma Sambil Menapaki Jejak Sahabat Rasul di Madinah
Menurutnya, inisiatif tersebut juga bertujuan mempromosikan beragam varietas kurma Saudi sekaligus mendorong konsumsi produk lokal guna mendukung kesejahteraan petani dan aktivitas perdagangan.
“Program ini membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang musim panen di setiap wilayah, mempromosikan varietas kurma Saudi, serta mendorong konsumsi produk lokal demi mendukung petani dan sektor perdagangan,” ujar Ahmed Al-Ayada.
Musim panen kurma awal berlangsung dari akhir Mei hingga September di sejumlah wilayah utama penghasil kurma, seperti Riyadh, Al-Ahsa, Madinah, Qassim, Al-Kharj, Qatif, Hail, dan Jouf.
Beberapa varietas unggulan yang mulai memasuki pasar antara lain kurma sukkari, sagai, ruthana, barhi, dan khalas. Varietas-varietas tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dan menjadi favorit konsumen di dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, pasar-pasar di wilayah Najran mulai menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan seiring masuknya hasil panen awal. Kondisi ini tidak hanya membantu petani memasarkan hasil produksinya, tetapi juga memenuhi meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kurma segar.
Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian juga terus memberikan dukungan teknis kepada para petani. Dukungan tersebut mencakup peningkatan efisiensi produksi, perbaikan kualitas hasil panen, serta pengendalian hama yang berpotensi mengganggu produktivitas kebun kurma.
Musim panen kurma tahun ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi berbagai sektor. Selain menguntungkan petani, aktivitas panen juga mendorong pertumbuhan usaha ritel, perdagangan, pengemasan, hingga transportasi.
Baca juga: Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Tak hanya itu, meningkatnya aktivitas selama musim panen turut membuka lapangan kerja musiman bagi masyarakat, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas di berbagai wilayah penghasil kurma Arab Saudi.
Dengan tingginya permintaan pasar dan dukungan pemerintah yang berkelanjutan, sektor kurma diproyeksikan terus menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekonomi pertanian Arab Saudi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kurma terbesar di dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang