MADINAH, KOMPAS.com- Madinah menyimpan jejak kisah sahabat Rasulullah SAW, salah satunya adalah Abdurrahman Bin Auf.
Sebuah kebun kurma di kawasan Awali, Madinah seolah memutar kembali waktu pada masa Abdurrahman bin Auf membersamai perjuangan Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam.
Kebun kurma Abdurrahman Bin Auf terletak di kawasan Awali, Madinah. Lokasinya sekitar 20 menit dari Masjid Nabawi dan dua menit dari Masjid Quba. Kebun ini juga terletak tak jauh dari Sumur Ghars dan Sumur Ihn.
Baca juga: Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Kawasan Awali dikenal dengan sejumlah perkebunan kurmanya. Di sini kebun-kebun menghasilkan kurma ajwa Madinah, jenis kurma yang disukai oleh Nabi Muhammad.
Dari total 500 pohon, kebun kurma Abdurrahman Bin Auf memiliki sekitar 350 pohon penghasil kurma ajwa Madinah. Satu pohon dapat menghasilkan sekitar 70 kilogram kurma.
Pengelola Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf, Hasan Alkiwi mengungkapkan, kebun ini dahulunya adalah milik Abdurrahman Bin Auf sahabat Rasulullah yang kaya raya dan dermawan. Abdurrahman bin Auf juga merupakan salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Pada kebun kurma tersebut, terdapat sumur peninggalan zaman Abdurrahman Bin Auf saat hijrah dari Makkah menuju ke Madinah yang berusia kurang lebih 1.400 tahun. "Dan sumur sedalam 60 meter ini dahulu airnya disedekahkan untuk penduduk," katanya.
Hasan kembali mengenang kisah Abdurrahman Bin Auf yang meninggalkan seluruh hartanya saat berhijrah dari Makkah dan kembali membangun bisnis dari nol di Madinah.
Baca juga: 5 Toko Oleh-oleh Haji Terlengkap di Semarang, Ada Air Zamzam dan Kurma
Dari bisnis yang dibangunnya, Abdurrahman kemudian menjadi sahabat yang kaya raya dan dermawan. Harta kekayaan Abdurrahman Bin Auf selalu disedekahkan di jalan Allah. Termasuk sumur yang sempat menjadi mahar dalam pernikahannya dengan sang istri.
Di kebun tersebut terdapat pula dinding berbatu peninggalan Kekaisaran Turki Usmani yang ditaksir berusia 300 tahun. Di bawahnya terdapat aliran air yang bersumber dari sumur Abdurrahman bin Auf.
Bukan hanya menawarkan kisah sejarah dengan menapaki jejak sahabat nabi, pada kebun kurma ini juga dibangun warung bakso, toko suvenir, oleh-oleh, hingga kafe yang akan buka selama 24 jam. Pergerakan perekonomian di kawasan kebun kurma tersebut menyerap 30 tenaga kerja dari berbagai negara seperti Pakistan, Mesir, Yaman, dan Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang