Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bakom RI Sebut Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Pemerintah Targetkan Persingkat Masa Tunggu

Kompas.com, 22 Juni 2026, 21:50 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan lancar, aman, dan tertib.

Kesuksesan tersebut dinilai menjadi tonggak baru dalam pengelolaan haji Indonesia karena seluruh tahapan untuk pertama kalinya ditangani penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Pemerintah juga berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan haji pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Ke Mana Setoran Awal Haji Dikelola? Ini Penjelasan BPKH

Salah satu target yang dikejar adalah memangkas masa tunggu haji agar semakin singkat.

"Alhamdulillah, amanah besar ini berhasil kita selenggarakan dengan sangat baik," kata Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, dikutip dari siaran resmi di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Hari Ini Perjalanan Terakhir Jemaah Haji dari Makkah ke Madinah untuk Pulang

Haji 2026 Jadi Sejarah Baru Pengelolaan Haji Indonesia

Qodari mengatakan capaian pada 2026 menjadi catatan sejarah baru bagi Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun ini untuk pertama kalinya dikelola secara penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang dibentuk pada 2025.

Hingga saat ini, sebanyak 220.247 jamaah haji reguler asal Indonesia telah menuntaskan pelaksanaan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Para jamaah kini menjalani proses pemulangan secara bertahap ke Indonesia, dengan kelompok terbang (kloter) terakhir dijadwalkan tiba pada 1 Juli mendatang.

Pemerintah Lakukan Berbagai Terobosan Pelayanan Haji

Menurut Qodari, keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 tidak lepas dari kerja keras dan sejumlah terobosan yang dilakukan pemerintah sejak sebelum keberangkatan jamaah.

Langkah optimalisasi dimulai dari proses pengurusan visa yang lebih cepat, pembagian identitas digital Kartu Nusuk sejak di Tanah Air, hingga penyediaan layanan jalur cepat keimigrasian (fast track atau Makkah Route) di bandara Jeddah dan Madinah.

Pemerintah juga terus memprioritaskan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari peningkatan kualitas akomodasi penginapan, kepastian penyediaan makanan, hingga kenyamanan armada transportasi bagi jamaah.

Jamaah Apresiasi Pelayanan dan Fasilitas Selama di Tanah Suci

Kesuksesan layanan haji juga dirasakan langsung oleh para jamaah.

M. Arsad, jamaah lansia berusia 75 tahun asal Jakarta, mengaku pelayanan petugas haji di lapangan berjalan dengan tenang, penuh kepedulian, dan sigap memantau kondisi kesehatan jamaah.

"Alhamdulillah, satu kehormatan yang tak bisa dibayar," kata Arsad yang merupakan jamaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar-Risalah Jakarta yang telah menanti antrean selama 12 tahun.

Apresiasi serupa disampaikan Syaiful, jamaah asal Jakarta Timur. Ia mengaku puas dengan fasilitas konsumsi yang diterima para jamaah selama berada di Mina, termasuk ketersediaan fasilitas es krim.

Presiden Minta Masa Tunggu Haji Dipersingkat Lagi

Menanggapi kepuasan para jamaah, Qodari menegaskan bahwa prioritas pemerintah akan tetap tertuju pada kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Meski penyelenggaraan haji 2026 dinilai sukses, Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga terkait agar tidak cepat berpuas diri.

Setelah berhasil memangkas masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai 47 tahun menjadi seragam 26 tahun, Presiden meminta penyusunan mekanisme strategis jangka panjang dan alternatif solusi lanjutan agar masa tunggu haji dapat dipersingkat kembali.

"Kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji ke depan akan semakin baik, semakin nyaman, dan semakin membawa berkah bagi bangsa kita," tutur Qodari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
AKUMINDO: Biaya dan Minimnya Dorongan Pasar Masih Jadi Hambatan UMKM Urus Sertifikasi Halal
AKUMINDO: Biaya dan Minimnya Dorongan Pasar Masih Jadi Hambatan UMKM Urus Sertifikasi Halal
Aktual
PBNU Jadwalkan Muktamar NU 2026 pada 1-5 Agustus, Lokasi Belum Diputuskan
PBNU Jadwalkan Muktamar NU 2026 pada 1-5 Agustus, Lokasi Belum Diputuskan
Aktual
Bakom RI Sebut Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Pemerintah Targetkan Persingkat Masa Tunggu
Bakom RI Sebut Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Pemerintah Targetkan Persingkat Masa Tunggu
Aktual
Munas Alim Ulama NU 2026 Dorong Pemerintah Lindungi Data Pribadi WNI dari Akses Negara Asing
Munas Alim Ulama NU 2026 Dorong Pemerintah Lindungi Data Pribadi WNI dari Akses Negara Asing
Aktual
AI Dinilai Tidak Bisa Gantikan Guru dan Tradisi Keilmuan Islam
AI Dinilai Tidak Bisa Gantikan Guru dan Tradisi Keilmuan Islam
Aktual
Ketua MUI Bidang Fatwa Sebut Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Fitrah, Minta Ada Rehabilitasi
Ketua MUI Bidang Fatwa Sebut Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Fitrah, Minta Ada Rehabilitasi
Aktual
Alasan Fatwa MUI Banyak Mengacu ke Mazhab Syafii, Ini Penjelasan Prof KH Asrorun Niam Sholeh
Alasan Fatwa MUI Banyak Mengacu ke Mazhab Syafii, Ini Penjelasan Prof KH Asrorun Niam Sholeh
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya
Aktual
Jelang Munas dan Konbes NU, Ulama dan Pengurus PCNU se-Jatim Bedah Kitab KH Zulfa Mustofa
Jelang Munas dan Konbes NU, Ulama dan Pengurus PCNU se-Jatim Bedah Kitab KH Zulfa Mustofa
Aktual
DPR Setujui Anggaran Kemenag Rp 41,8 Triliun untuk Madrasah dan Insentif Guru
DPR Setujui Anggaran Kemenag Rp 41,8 Triliun untuk Madrasah dan Insentif Guru
Aktual
Arab Saudi Mulai Panen Kurma Perdana, Varietas Sukkari hingga Khalas Siap Penuhi Pasar
Arab Saudi Mulai Panen Kurma Perdana, Varietas Sukkari hingga Khalas Siap Penuhi Pasar
Aktual
Hadiah untuk Pejabat dalam Perspektif Islam
Hadiah untuk Pejabat dalam Perspektif Islam
Aktual
Aisyiyah Usulkan Gizi Ibu dan Anak Jadi Prioritas Sejak Masa Darurat saat Bencana
Aisyiyah Usulkan Gizi Ibu dan Anak Jadi Prioritas Sejak Masa Darurat saat Bencana
Aktual
Kisah Ipang, WNI yang Sukses Jual 500 Porsi Bakso per Hari di Jabal Magnet Madinah
Kisah Ipang, WNI yang Sukses Jual 500 Porsi Bakso per Hari di Jabal Magnet Madinah
Aktual
Baznas Kaji Zakat Bantu Korban Pinjol Ilegal dan 'Human Trafficking'
Baznas Kaji Zakat Bantu Korban Pinjol Ilegal dan "Human Trafficking"
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com