Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya

Kompas.com, 30 Agustus 2026, 07:24 WIB
Reni Susanti

Editor


JOMBANG, KOMPAS.com — Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) mulai merambah bisnis logistik dan energi dengan mengembangkan BUMA Logistic & Energy.

Melalui lini usaha baru tersebut, BUMA antara lain menjajaki pengembangan kendaraan listrik dan panel surya bekerja sama dengan Omovo.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin mengatakan, sektor logistik dipilih karena memiliki peran penting dalam aktivitas perdagangan dan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat serta pelaku usaha di daerah.

“Tidak ada aktivitas perdagangan tanpa dukungan rantai pasok dan logistik. Karena itu, BUMA Logistic harus mampu mengintegrasikan berbagai rantai produk dari hulu hingga hilir,” ujar Addin dalam rilisnya, Minggu (30/8/2026).

Baca juga: Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?

Menurut Addin, efisiensi logistik tidak semestinya hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi pelaku usaha di daerah.

Ia menilai, pengembangan BUMA juga perlu ditempatkan dalam semangat kemandirian ekonomi yang sejak awal menjadi bagian dari perjalanan Nahdlatul Ulama (NU).

“BUMA tidak boleh berhenti hanya sebagai pedagang. Semangat kemandirian ekonomi yang dulu dirintis para pendiri NU perlu kita teruskan dalam konteks hari ini,” kata Addin.

Menurut dia, kolaborasi diperlukan untuk membangun industri dan rantai usaha yang saling terhubung sehingga manfaat ekonominya dapat menjangkau kader Ansor dan masyarakat di berbagai daerah.

Jajaki Kendaraan Listrik dan Panel Surya

Direktur Utama PT BUMA Bintang Perkasa sekaligus CEO BUMA Firmana Tri Andika mengatakan, masuknya BUMA ke sektor logistik dan energi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar serta perkembangan teknologi transportasi dan energi.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Omovo untuk menjajaki pengembangan kendaraan listrik dan panel surya.

“Kolaborasi dengan Omovo menjadi salah satu langkah awal untuk mengeksplorasi pengembangan kendaraan listrik dan panel surya dengan pendekatan yang terukur,” ujar Firmana.

Baca juga: Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU

Namun, BUMA belum akan langsung melakukan ekspansi besar-besaran. Firmana mengatakan, perusahaan akan terlebih dahulu memetakan kebutuhan pasar, memperkuat jaringan, dan menyusun model kemitraan.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar bisnis yang dikembangkan tidak berhenti pada penjualan produk, tetapi memiliki model usaha yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap pengembangan bisnis berangkat dari kebutuhan pasar dan memiliki model kolaborasi yang jelas,” katanya.

Firmana mengatakan, pemahaman terhadap pasar, jaringan mitra, dan kesiapan kapasitas akan diperkuat sebelum BUMA memperluas bisnisnya di sektor tersebut.

Selain logistik dan energi, BUMA memiliki sejumlah kegiatan di bidang ekonomi dan bisnis, termasuk pelatihan dan sertifikasi serta pembinaan kewirausahaan melalui Club Usaha Ansor (CUAN).

BUMA Logistic & Energy diperkenalkan melalui Teras BUMA yang berada di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Lokasi tersebut berada di sekitar penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Teras BUMA digunakan untuk memperkenalkan sejumlah lini usaha dan kerja sama BUMA kepada kader, mitra, serta masyarakat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Terkini Lainnya
Pesan Alissa Wahid untuk Pemimpin Baru PBNU: Kembalikan Kepercayaan Warga NU
Pesan Alissa Wahid untuk Pemimpin Baru PBNU: Kembalikan Kepercayaan Warga NU
Aktual
Maulid Nabi, Kemenimipas Galang Rp 1,8 Miliar untuk NTT dan Santuni Anak Yatim
Maulid Nabi, Kemenimipas Galang Rp 1,8 Miliar untuk NTT dan Santuni Anak Yatim
Aktual
Benarkah Tidur Setelah Subuh Tidak Baik dalam Islam? Ini Penjelasannya
Benarkah Tidur Setelah Subuh Tidak Baik dalam Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Gus Ipang Bocorkan Kesiapan Kiai Imam Jazuli Masuk Bursa Ketum PBNU
Gus Ipang Bocorkan Kesiapan Kiai Imam Jazuli Masuk Bursa Ketum PBNU
Aktual
Mars Fatayat NU: Lirik, Makna, dan Sejarah Singkat Fatayat Nahdlatul Ulama
Mars Fatayat NU: Lirik, Makna, dan Sejarah Singkat Fatayat Nahdlatul Ulama
Aktual
Voting Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih AHWA, Ini Mekanismenya
Voting Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih AHWA, Ini Mekanismenya
Aktual
Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju
Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju
Aktual
Bandung Menuju Kota Kuliner, AKAR Soroti Restoran Nonhalal dan Fasilitas Ibadah
Bandung Menuju Kota Kuliner, AKAR Soroti Restoran Nonhalal dan Fasilitas Ibadah
Aktual
Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Aktual
Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya
Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya
Aktual
Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU
Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Doa dan Niat
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Aktual
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar