Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan MTQ Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, menghadirkan eksibisi cabang baru berupa Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat.
Eksibisi ini diikuti 24 peserta dari 14 komunitas di delapan provinsi sebagai upaya memperluas akses penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan.
Baca juga: Panitia Ungkap Skema Penilaian Juara Umum MTQ Nasional ke-31 di Semarang
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, mengatakan Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat untuk pertama kalinya diperkenalkan dalam ajang MTQ tingkat nasional melalui format eksibisi.
“Pada MTQ Nasional ke-31, kita akan menggelar eksibisi untuk cabang lomba baru, yaitu Lomba Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca juga: MTQ Nasional 2026 Diikuti 2.242 Peserta, Digelar 11-20 September di Semarang
Menurut Muchlis, pelaksanaan eksibisi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag meningkatkan akses dan keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan.
Eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat akan melibatkan 24 peserta yang berasal dari 14 komunitas di delapan provinsi. Kegiatan ini sekaligus menjadi kali pertama tilawah menggunakan Mushaf Al Quran Isyarat diperlombakan dalam ajang MTQ tingkat nasional.
Muchlis menjelaskan penyelenggaraan eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat merupakan tindak lanjut dari penetapan Mushaf Al Quran Isyarat oleh Menteri Agama pada 2022.
"Setelah ditetapkan Mushaf Al Quran Isyarat oleh Menteri Agama, mushaf ini sudah tersosialisasi dengan baik. Setelah empat tahun, kita akan ikutkan dalam event musabaqah tilawatil Quran tingkat nasional," ujarnya.
Ia mengatakan, pada penyelenggaraan perdana dalam MTQ Nasional 2026, Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat masih ditempatkan sebagai eksibisi. Cabang tersebut belum berstatus sebagai cabang lomba resmi dalam MTQ Nasional.
Muchlis berharap eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat dapat menjadi tahap awal pengembangan cabang tersebut hingga nantinya ditetapkan sebagai salah satu cabang lomba resmi MTQ.
Ia juga menyebut format lomba Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat belum pernah diselenggarakan di negara lain.
“Belum ada. Jadi ini yang pertama di Indonesia,” katanya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT