Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahmad Luthfi Saksikan Kafilah Jateng Lolos Semifinal Fahmil Al Quran MTQ Nasional 2026

Kompas.com, 14 September 2026, 21:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyaksikan langsung perjuangan kafilah tuan rumah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang.

Salah satunya saat regu Fahmil Al Quran Putri Jawa Tengah bertanding di Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Senin.

Baca juga: Kisah Ahmad Zainudin, Tunanetra Penghafal 30 Juz yang Tampil di MTQ Nasional 2026

Pertandingan tersebut mempertemukan kafilah Jawa Tengah yang diwakili Laila Nur Khoiriyah, Avina Izzatul Mufrodah, dan Nabila Zuhairani dengan regu dari Sumatera Barat dan Jambi.

Cabang Fahmil Al Quran menguji pemahaman Al Quran, keluasan wawasan, kecepatan berpikir, serta kekompakan peserta dalam menjawab pertanyaan.

Baca juga: Jobfair MTQ Nasional 2026 di Semarang Tawarkan 6.736 Lowongan Kerja, Cek Daftarnya

Kafilah Jateng Lolos Semifinal Fahmil Al Quran

Dilasnir dari Antara, pada pertandingan tersebut, Jawa Tengah sempat tertinggal dari Sumatera Barat. Namun, regu tuan rumah mampu bangkit pada sesi cerdas cermat babak rebutan.

Kafilah Jawa Tengah dua kali berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan Sumatera Barat dan Jambi. Hasil tersebut membuat Jateng berbalik unggul dengan skor sementara 950.

Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga akhir babak penyisihan. Regu Fahmil Al Quran Putri Jawa Tengah menutup pertandingan dengan skor 1.250 dan memastikan tiket ke semifinal.

"Alhamdulillah, kami merasa senang dan terharu. Tidak menyangka bisa meraih kemenangan. Tadi kami sempat selisih sedikit poin, tetapi ternyata masih bisa mengejar nilainya,” kata Laila, ditemui usai kompetisi.

Regu Fahmil Al Quran Putri Jateng selanjutnya dijadwalkan tampil di babak semifinal pada Kamis (17/9/2026).

Jika kembali lolos, mereka akan melanjutkan perjuangan ke babak final pada Jumat (18/9/2026).

Ahmad Luthfi Apresiasi Kolaborasi Kampus di MTQ Nasional

Selain memuji penampilan kafilah, Ahmad Luthfi turut menyampaikan terima kasih kepada UIN Walisongo dan perguruan tinggi lainnya yang terlibat sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai cabang perlombaan.

"Ini merupakan bentuk kolaborasi karena kampus dilibatkan dalam penyelenggaraan MTQ," katanya.

Menurut dia, kolaborasi dalam penyelenggaraan MTQ Nasional tidak hanya melibatkan perguruan tinggi. Masyarakat, pelaku UMKM, ulama, tokoh masyarakat, hingga kelompok lintas agama juga ikut mengambil bagian.

Ahmad Luthfi menegaskan MTQ Nasional XXXI 2026 menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan berbagai elemen masyarakat.

"Pelaksanaan MTQ di sejumlah perguruan tinggi menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menyukseskan perhelatan nasional ini," katanya saat meninjau kegiatan sejumlah cabang MTQ Nasional di Semarang, Senin.

Sejumlah cabang perlombaan MTQ Nasional ditempatkan di beberapa perguruan tinggi, di antaranya UIN Walisongo dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Menurut Ahmad Luthfi, keterlibatan kampus dalam MTQ Nasional tidak sebatas menyediakan lokasi pertandingan. Perguruan tinggi juga menjadi bagian dari upaya menyebarkan syiar Al Quran kepada masyarakat.

"Tadi di UIN (Walisongo) sudah saya cek pelaksanaan Fahmil Al Quran. Hari ini kami juga meninjau perlombaan (cabang kaligrafi) di Undip. Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo dan Rektor Undip yang telah memberikan fasilitas," katanya.

MTQ Nasional Libatkan Masyarakat Lintas Agama

Ahmad Luthfi menilai MTQ Nasional XXXI telah menjadi kebanggaan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Menurut dia, perhelatan tersebut tidak hanya menjadi milik insan kampus atau umat Islam, tetapi juga melibatkan tokoh agama, pelaku UMKM, dan masyarakat dari berbagai provinsi.

Semangat kebersamaan tersebut juga terlihat dalam rangkaian pembukaan MTQ Nasional.

Pelajar dari sekolah non-muslim ikut menyanyikan Mars MTQ secara serentak hingga kegiatan tersebut mencatatkan rekor MURI.

"MTQ ini tidak hanya menjadi milik umat Islam. Masyarakat non-muslim pun ikut serta. Kemarin, adik-adik kita dari sekolah Kristen juga ikut dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI," katanya.

Menurut Ahmad Luthfi, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai Al Quran dapat menjadi kekuatan dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kedamaian.

"Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi milik seluruh masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin. Toleransi beragama sangat dibutuhkan dan melalui kegiatan ini, semuanya dapat bersatu," katanya.

Ia berharap suasana damai dan kebersamaan yang terbentuk selama pelaksanaan MTQ Nasional dapat terus dipertahankan setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai.

"Semoga dengan adanya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah dapat menyiarkan perdamaian kepada seluruh Indonesia, bahkan dunia," katanya.

Undip Siapkan Dua Lokasi untuk MTQ Nasional

Rektor Undip Suharnomo menyampaikan kebanggaannya karena perguruan tinggi tersebut dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Undip menyiapkan dua lokasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, yakni Gedung Prof Soedarto SH dan Auditorium Imam Bardjo.

"Kami sangat bangga dan mendukung sebisa-bisanya serta menyiapkan fasilitas sebaik-baiknya untuk kesuksesan MTQ Nasional di Jawa Tengah," katanya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Niat Shalat Subuh Sendiri dan Berjamaah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Niat Shalat Subuh Sendiri dan Berjamaah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Tolak Bala Agar Terhindar dari Bencana, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala Agar Terhindar dari Bencana, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kemenag Tegaskan Biaya Nikah di KUA Hanya Rp 0, Warga Diminta Waspadai Pungutan Tambahan
Kemenag Tegaskan Biaya Nikah di KUA Hanya Rp 0, Warga Diminta Waspadai Pungutan Tambahan
Aktual
Ahmad Luthfi Saksikan Kafilah Jateng Lolos Semifinal Fahmil Al Quran MTQ Nasional 2026
Ahmad Luthfi Saksikan Kafilah Jateng Lolos Semifinal Fahmil Al Quran MTQ Nasional 2026
Aktual
Jobfair MTQ Nasional 2026 di Semarang Tawarkan 6.736 Lowongan Kerja, Cek Daftarnya
Jobfair MTQ Nasional 2026 di Semarang Tawarkan 6.736 Lowongan Kerja, Cek Daftarnya
Aktual
Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Antrean Haji Invalid, Masa Tunggu Bisa Dipersingkat
Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Antrean Haji Invalid, Masa Tunggu Bisa Dipersingkat
Aktual
Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Aktual
Kemenhaj Buka Hotline Pengaduan, Masyarakat Bisa Adukan Praktik Mafia Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Hotline Pengaduan, Masyarakat Bisa Adukan Praktik Mafia Haji dan Umrah
Aktual
Biaya Haji 2027 Ditargetkan Disepakati Pekan Depan, Besaran BPIH Diusulkan Rp 107,34 Juta
Biaya Haji 2027 Ditargetkan Disepakati Pekan Depan, Besaran BPIH Diusulkan Rp 107,34 Juta
Aktual
Kisah Ahmad Zainudin, Tunanetra Penghafal 30 Juz yang Tampil di MTQ Nasional 2026
Kisah Ahmad Zainudin, Tunanetra Penghafal 30 Juz yang Tampil di MTQ Nasional 2026
Aktual
Pameran Kaligrafi Internasional Jadi Bagian dari MTQ Nasional XXXI, Tampilkan Karya dari 50 Negara
Pameran Kaligrafi Internasional Jadi Bagian dari MTQ Nasional XXXI, Tampilkan Karya dari 50 Negara
Aktual
Bencana Bukan Alasan untuk Pasrah, Begini Sikap Muslim Menghadapinya
Bencana Bukan Alasan untuk Pasrah, Begini Sikap Muslim Menghadapinya
Aktual
Investasi Halal untuk Keluarga Muslim, Apa Saja Pilihannya?
Investasi Halal untuk Keluarga Muslim, Apa Saja Pilihannya?
Aktual
Cara Mengecek Hadis Viral di Media Sosial
Cara Mengecek Hadis Viral di Media Sosial
Aktual
MUI Kritik Karnaval Maulid 'Horor' di Pekalongan: Itu Bukan Ajaran Rasulullah
MUI Kritik Karnaval Maulid "Horor" di Pekalongan: Itu Bukan Ajaran Rasulullah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar