Editor
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menargetkan lebih banyak produk pangan Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji pada 2027.
Persiapan dilakukan dari produksi dan standardisasi hingga ekspor serta pengiriman ke Arab Saudi.
“Kita ingin mewujudkan kemandirian pangan dengan memberdayakan produk nasional. Kalau kebutuhan bisa dipenuhi dari dalam negeri, tidak perlu lagi mengandalkan impor,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi dalam rilisnya, Rabu (16/9/2026).
Baca juga: Kemenhaj Buka Hotline Pengaduan, Masyarakat Bisa Adukan Praktik Mafia Haji dan Umrah
Indonesia memperoleh kuota 221.000 jemaah untuk musim haji 2027. Menurut Jaenal, kebutuhan konsumsi mereka membuka peluang bagi produk pangan nasional, termasuk produk dari pelaku usaha daerah dan UMKM.
Produk yang disiapkan tidak terbatas pada bumbu dan makanan siap santap (ready to eat). Kemenhaj juga membidik pemanfaatan beras, sumber protein, buah, sayur, dan minyak dari dalam negeri.
Perguruan tinggi didorong membantu riset dan pengembangan teknologi pangan agar produk tersebut sesuai dengan kebutuhan jemaah serta kondisi di Arab Saudi.
Salah satu yang dikembangkan ialah makanan siap santap berbahan beras nasional.
Jaenal mengatakan, Kemenhaj akan menyusun peta jalan yang mencakup pemilihan penyedia, standardisasi, produksi, pengemasan, pemenuhan regulasi, hingga ekspor dan logistik. Bahan baku dan proses produksi juga akan dipantau untuk menjaga mutu produk.
“Peta jalan di 2027 nanti harapannya seluruh produk pangan ditargetkan siap berlabuh dan berada di Arab Saudi satu bulan sebelum keberangkatan,” kata Jaenal.
Baca juga: Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Antrean Haji Invalid, Masa Tunggu Bisa Dipersingkat
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono mengatakan, keberhasilan program dapat diukur dari porsi kebutuhan pangan jemaah yang dipenuhi produk dalam negeri.
“Ukuran yang bisa kita gunakan, misalnya, berapa persen kebutuhan pangan haji Indonesia 2027 yang sudah dapat kita penuhi dari dalam negeri,” ujar Tatang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.