Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun

Kompas.com, 19 September 2026, 20:43 WIB
Reni Susanti

Editor

PONOROGO, KOMPAS.com — Presiden Prabowo Subianto mencium Mushaf Al Quran Gontor yang diterimanya dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Mushaf tersebut merupakan karya para ustaz dan santri Gontor yang dikerjakan selama hampir tiga tahun.

Mushaf Al Quran Gontor diserahkan kepada Prabowo oleh Pimpinan PMDG KH M Akrim Mariyat di Gedung Balai Pertemuan Pondok Modern, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak.

Selain mushaf, Prabowo menerima buku Gontor untuk Indonesia yang diserahkan Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal.

Baca juga: 100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor

Penulisan Dimulai 2023

Penulisan Mushaf Al Quran Gontor dimulai pada 2023. Mushaf tersebut ditulis langsung oleh para ustaz dan santri yang memiliki keahlian kaligrafi atau khat.

Setelah melalui proses tashih atau pemeriksaan dan verifikasi, mushaf kemudian dicetak secara mandiri oleh Percetakan Gontor.

Mushaf itu menjadi salah satu legasi nonfisik yang dipersembahkan Gontor saat memasuki abad kedua perjalanan lembaga pendidikan tersebut.

Sementara itu, buku Gontor untuk Indonesia mendokumentasikan perjalanan, peran, dan sumbangsih para alumni Gontor dalam membangun serta mengabdi kepada Indonesia.

Baca juga: Touring Cikampek-Ponorogo, Cara Alumni Syiar dan Pulang untuk 100 Tahun Gontor

Hasan mengatakan, penyerahan kedua karya tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Gontor kepada bangsa melalui karya dan pengabdian para alumninya.

“Kami serahkan Mushaf Al Quran Gontor dan buku Gontor untuk Indonesia,” ujar Hasan dikutip dari Tribun Jatim, Sabtu (19/9/2026). 

Menurut Hasan, jumlah alumni Gontor yang mengabdi di berbagai bidang sangat banyak sehingga tidak mungkin disebutkan satu per satu. Kiprah mereka kemudian dirangkum dalam buku Gontor untuk Indonesia.

“Hasil alumni-alumni kami mengabdi di bangsa ini. Maka, kami menyampaikan sesuatu berupa buku hadiah Gontor untuk Indonesia dan meresmikan Mushaf Gontor,” tutur Hasan.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Presiden Prabowo Terima dan Cium Mushaf Al-Qur'an Karya Santri Gontor, Jadi Legasi 1 Abad 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar