Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi

Kompas.com, 22 September 2026, 07:50 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak dua jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi meski penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah berakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah Dani Pramudya mengatakan, pemerintah terus memantau kondisi kedua jemaah tersebut.

“Saat ini masih ada dua jemaah haji yang dirawat di Arab Saudi. Satu dirawat di Khaybar General Hospital, Madinah, dan satu jemaah lagi dirawat di Rumah Sakit Dr Samir Abbas, Jeddah,” ujar Dani dikutip dari laman Kemenhaj, Selasa (22/9/2026).

Baca juga: BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara

Menurut Dani, kedua jemaah masing-masing berasal dari Lamongan, Jawa Timur, dan Tangerang, Banten.

Jumlah jemaah yang dirawat di Arab Saudi telah berkurang signifikan. Seusai rangkaian ibadah haji, sekitar 60 jemaah Indonesia sempat menjalani perawatan medis. Kini, jumlahnya tersisa dua orang.

“Semoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” kata Dani.

Dari Serangan Jantung hingga Infeksi Paru

Dani menjelaskan, jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi mengalami berbagai gangguan kesehatan serius.

Penyakit yang dialami antara lain serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes, dan infeksi paru-paru.

Kondisi kesehatan jemaah menjadi salah satu perhatian penting dalam penyelenggaraan haji.

Sebab, jemaah harus menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima di tengah lingkungan dan cuaca yang berbeda dari Indonesia.

Oleh karena itu, aspek kesehatan akan kembali menjadi perhatian utama dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.

Baca juga: Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj

Istithaah Kesehatan Haji 2027

Dani mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat perhatian terhadap pemenuhan syarat istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji 2027.

Istithaah kesehatan merupakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan fisik dan mental untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Kami berharap jemaah haji tahun 2027 benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” ujarnya.

Dani mengingatkan bahwa kondisi alam Arab Saudi berbeda dari Indonesia. Perbedaan suhu dan cuaca, tingginya aktivitas fisik, serta kepadatan jemaah dapat menjadi tantangan bagi kondisi tubuh.

“Menjaga kesehatan itu penting karena kondisi alam di Indonesia dan Arab Saudi berbeda,” kata Dani.

Persiapan kesehatan, lanjut dia, perlu dilakukan jauh sebelum waktu keberangkatan. Calon jemaah diharapkan menjaga kebugaran dan mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara serius.

Dengan kondisi kesehatan yang baik sejak di Tanah Air, calon jemaah diharapkan dapat memenuhi ketentuan istithaah kesehatan sekaligus lebih siap menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.

“Dengan menjaga kesehatan, jemaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus sehingga istithaah kesehatan terpenuhi,” ujar Dani.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar