Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Kompas.com, 22 September 2026, 20:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - KH Hasan Abdullah Sahal merupakan salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah lebih dari empat dekade terlibat dalam kepemimpinan pesantren.

Namanya kembali menjadi perhatian publik setelah terlibat dalam rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

Sosoknya disorot setelah menyampaikan pidato dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor pada 19 September 2026.

Baca juga: Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun

Profil KH Hasan Abdullah Sahal

KH Hasan Abdullah Sahal lahir di Desa Gontor, Ponorogo, pada 24 Mei 1947.

Beliau merupakan putra KH Ahmad Sahal, salah satu dari tiga pendiri Gontor yang dikenal sebagai Trimurti bersama KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.

Ia merupakan putra keenam KH Ahmad Sahal yang menjadi salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca juga: Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia

Pendidikan KH Hasan Abdullah Sahal

Sejak kecil, KH Hasan Abdullah Sahal tumbuh dalam lingkungan pendidikan pesantren. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Gontor pada 1959.

Tiga bulan sebelum menyelesaikan pendidikan dasar, KH Hasan Abdullah Sahal telah diterima sebagai santri Kulliyyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Gontor. Pendidikan KMI diselesaikannya pada 1965.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD) sekaligus mengajar di KMI selama sekitar 2,5 tahun.

Pada 1967, KH Hasan Abdullah Sahal melanjutkan pendidikan ke Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi.

Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut di Mesir. Pada 1992, ia mengambil spesialisasi Hadis di Universitas Al-Azhar.

Dengan latar belakang pendidikan tersebut, perjalanan keilmuan KH Hasan Abdullah Sahal mencakup pendidikan pesantren di Gontor serta pendidikan tinggi di Arab Saudi dan Mesir.

KH Hasan Abdullah Sahal Menjadi Pimpinan Gontor

KH Hasan Abdullah Sahal mulai menjadi salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1985.

Dalam catatan resmi Gontor, ia ditunjuk bersama KH Shoiman Luqmanul Hakim dan KH Abdullah Syukri Zarkasyi.

Sejak saat itu, ia menjalani perjalanan panjang dalam kepemimpinan Gontor selama lebih dari empat dekade.

Pada 2026, KH Hasan Abdullah Sahal masih tercatat sebagai pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Ia menjalankan kepemimpinan bersama KH Muhammad Akrim Mariyat setelah wafatnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi pada 3 Januari 2026.

Kiprah KH Hasan Abdullah Sahal di Dunia Pendidikan

Selain menjadi pimpinan Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal memiliki kiprah dalam pengembangan pendidikan pesantren.

Ia tercatat sebagai salah satu pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah di Coper, Jetis, Ponorogo, pada 1989.

Tiga tahun kemudian, ia mendirikan sekaligus menjadi pengasuh Pondok Tahfidz Quran Al-Muqoddasah di Nglumpang, Mlarak, Ponorogo.

Keterlibatannya dalam dunia pendidikan juga berlangsung di lingkungan perguruan tinggi Gontor. Aktivitas tersebut dijalankan bersamaan dengan perannya sebagai pimpinan pondok dan pengajar.

Aktivitas Dakwah KH Hasan Abdullah Sahal

KH Hasan Abdullah Sahal juga memiliki pengalaman dalam kegiatan dakwah dan keilmuan di sejumlah negara.

Dalam profil resminya, ia tercatat pernah melakukan perjalanan dakwah maupun kunjungan ke Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Yordania, Suriah, Turki, Jerman, Prancis, Belgia, Australia, Arab Saudi, Mesir, Thailand, India, dan Pakistan.

Pada 30 Mei 2026, KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan pesan kepada keluarga besar Gontor dari Masjid Nabawi, Madinah.

Pesan tersebut berkaitan dengan konsolidasi kiai pesantren dan mubalig alumni Gontor dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor sekaligus menyongsong satu abad berikutnya.

Karya Tulis KH Hasan Abdullah Sahal

Selain aktif dalam pendidikan dan dakwah, KH Hasan Abdullah Sahal juga tercatat menghasilkan sejumlah karya tulis.

Beberapa karya yang tercantum dalam profil resmi Gontor antara lain Membina Keluarga Muslim, Pegangan Para Qori', Obsesi Hasan Abdullah Sahal, Ceramah-ceramah Kontemporer, serta Allamatnil Hayah atau Kehidupan Mengajariku.

KH Hasan Abdullah Sahal dalam 100 Tahun Gontor

Pada September 2026, KH Hasan Abdullah Sahal menjadi salah satu tokoh utama dalam rangkaian peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor yang berlangsung di Ponorogo pada 19 September 2026, ia menyampaikan pidato di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam acara tersebut.

Momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang KH Hasan Abdullah Sahal di lingkungan Gontor. Sejak mulai menjadi pimpinan pada 1985, ia telah melalui berbagai fase perkembangan pesantren hingga Gontor memasuki usia 100 tahun.

Dengan latar belakang pendidikan di Gontor, Universitas Islam Madinah, dan Universitas Al-Azhar, serta pengalaman panjang dalam pendidikan dan kepemimpinan pesantren, KH Hasan Abdullah Sahal menjadi salah satu figur yang tercatat dalam perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah menyentuh satu abad.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
Aktual
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Aktual
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Aktual
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Aktual
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Aktual
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Aktual
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar