KOMPAS.com - Sholat sunah terkadang masih dikerjakan ketika iqamah berkumandang atau imam mulai memimpin sholat berjamaah.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan, apakah seseorang boleh menyelesaikan sholat sunahnya terlebih dahulu atau harus segera bergabung dengan jamaah?
Dalam Islam, ketentuannya bergantung pada situasi dan kemungkinan seseorang mengikuti sholat berjamaah.
Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan, ketika iqamah telah dikumandangkan, sholat yang dilakukan adalah sholat wajib. Namun, ulama juga menjelaskan perincian bagi orang yang sudah terlanjur mengerjakan sholat sunah sebelum iqamah.
Baca juga: Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah:
إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ
Iżā uqīmatis-ṣalātu fa lā ṣalāta illal-maktūbah.
Baca juga: Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Artinya: “Apabila iqamah telah dikumandangkan, maka tidak ada salat selain salat wajib.” (HR. Muslim Muslim 710; diriwayatkan pula dalam Sunan Abi Dawud 1266).
Hadis ini menjadi dasar agar umat Islam tidak memulai sholat sunah ketika iqamah sudah dikumandangkan.
Waktu tersebut seharusnya digunakan untuk bersiap mengikuti sholat wajib berjamaah, bukan memulai ibadah sunah yang berisiko membuat seseorang tertinggal dari imam.
Namun, hadis tersebut perlu dibedakan dari keadaan ketika seseorang sudah memulai sholat sunah sebelum iqamah.
Untuk situasi kedua ini, terdapat perincian fikih mengenai apakah ia dapat menyelesaikan sholatnya atau perlu menghentikannya.
Apabila iqamah sudah berkumandang dan seseorang belum memulai salat sunah, ia sebaiknya langsung bersiap mengikuti sholat wajib berjamaah.
Ia tidak dianjurkan memulai sholat sunah qabliyah atau tahiyatul masjid pada saat tersebut.
Baca juga: Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Ketentuan ini berlaku agar jamaah dapat mengikuti imam sejak awal dan tidak kehilangan kesempatan memperoleh keutamaan sholat berjamaah.
Karena sholat wajib telah siap dilaksanakan, mendahulukan sholat sunah justru dapat membuat seseorang terlambat bergabung.
Mengutip dari NU Online, terdapat perincian berdasarkan kemungkinan seseorang mengikuti jamaah.
Jika ia memperkirakan dapat menyelesaikan salat sunah tanpa tertinggal dari imam, ia dianjurkan menyelesaikannya secara ringkas, kemudian segera bergabung dengan jamaah.
Sebaliknya, jika menyelesaikan sholat sunah berisiko membuatnya tertinggal dari sholat berjamaah, ia dianjurkan menghentikan sholat sunah dan mengikuti imam.
Pertimbangan ini penting karena tujuan utamanya adalah menjaga kesempatan menunaikan sholat wajib bersama jamaah.
Baca juga: Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Jika imam sudah memulai sholat wajib, orang yang masih mengerjakan sholat sunah perlu mempertimbangkan agar tidak kehilangan jamaah.
Ia tidak seharusnya berlama-lama menyelesaikan sholat sunah ketika hal itu membuatnya tertinggal dari imam.
Dalam praktiknya, keputusan tersebut perlu mempertimbangkan jumlah rakaat yang tersisa dan keadaan jamaah.
Jika sholat sunah hampir selesai dan masih memungkinkan mengikuti jamaah, ia dapat menyelesaikannya secara ringkas. Namun jika tidak, menghentikannya menjadi pilihan yang lebih tepat menurut penjelasan fikih tersebut.
Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Kementerian Agama RI menjelaskan, sholat berjamaah bukan hanya ibadah bersama, tetapi juga sarana membangun persatuan, kesetaraan, dan kebersamaan umat.
Baca juga: 3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
Karena itu, umat Islam perlu mengatur waktu sholat sunah agar tidak berbenturan dengan pelaksanaan sholat wajib.
Jika ingin mengerjakan qabliyah atau tahiyatul masjid, datang lebih awal ke masjid dapat membantu menghindari situasi ketika iqamah sudah dikumandangkan.
Kesimpulannya, jangan memulai sholat sunah setelah iqamah berkumandang.
Jika sudah terlanjur mengerjakannya, pertimbangkan apakah sholat dapat diselesaikan tanpa tertinggal dari imam.
Jika tidak, hentikan sholat sunah dan bergabunglah dengan jamaah agar salat wajib tidak terlewat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.