Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Syarat yang Membuat Orang Bisa Merasakan Manisnya Iman

Kompas.com, 13 Oktober 2025, 21:00 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Iman merupakan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Dengan iman, manusia akan mendapat bimbingan hidup di dunia dan akan selamat di kehidupan akhirat.

Iman adalah keyakinan dalam hati yang diucapkan dengan lisan serta dibuktikan dengan perbuatan. Iman meliputi 6 rukun, yaitu iman kepada Allah SWT, iman kepada para malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada para Nabi dan Rasul, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada takdir baik dan buruk.

Baca juga: Mengenal 6 Rukun Iman dan Penjelasannya Lengkap

Seseorang yang benar-benar beriman, ia akan bisa merasakan manisnya iman dalam kehidupannya. Untuk dapat merasakan manisnya iman, ada 3 syarat yang harus terpenuhi sebagaimana disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya.

Hadits tentang Manisnya Iman

عَنْ أَنَسٍ – رضي الله عنه – عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ.

Artinya: “Dari Anas RA ia berkata, dari Nabi SAW bersabda: ‘Ada tiga perangai yang barangsiapa tiga perangai ini ada pada seseorang maka ia akan mendapatkan manisnya iman; yaitu siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari semua selain Allah dan Rasul-Nya, dan tidaklah ia mencintai seseorang kecuali karena Allah, dan ia membenci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan ia darinya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.'” (H.R. Muslim).

3 Syarat Seseorang Dapat Merasakan Manisnya Iman

Berdasarkan hadits di atas, ada 3 syarat agar seseorang bisa merasakan manisnya iman, yaitu:

1. Mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kepada selainnya

Orang yang dapat merasakan manisnya iman adalah orang-orang yang lebih mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya dibandingkan kecintaannya dengan selainnya. Hal ini menunjukkan kecintaan total kepada Allah SWT dan Rasul-Nya sehingga ketika ada sesuatu yang bertentangan dengan Allah SWT dan Rasul-Nya, maka ia akan meninggalkannya.

Baca juga: Inilah 77 Cabang Iman yang Harus Diketahui

Seberat apapun suatu perkara, ketika itu merupakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, maka akan dikerjakan dengan penuh suka cita.

Ketika ada suatu perkara yang disukai dan mendatangkan kesenangan, tetapi bertentangan dengan Allah SWT dan Rasul-Nya, maka akan ditinggalkannya.

2. Mencintai seseorang hanya karena Allah SWT

Seseorang yang sudah mencapai level mencintai sesuatu karena Allah SWT, maka iman telah merasuk ke dalam segenap jiwanya hingga manisnya iman mampu dirasakannya.

Seseorang yang bertemu dan berpisah karena Allah SWT, ia juga akan mendapatkan keistimewaan, yaitu termasuk satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah SWT di hari akhir kelak.

3. Benci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah SWT

Orang yang telah berhijrah dan kembali ke jalan Allah SWT dengan kesungguhan hati, ia akan merasa tersiksa ketika dipaksa kembali kepada perilaku jahiliyah yang dekat dengan kekafiran.

Selama hidupnya ia hanya ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia takut kalau harus kembali kepada kekafiran yang membuatnya tersesat dalam hidup.

Baca juga: Hadits tentang Islam, Iman, dan Ihsan

Kisah Orang yang Merasakan Manisnya Iman

Khubaib bin Adi merupakan salah satu sahabat Anshar yang mempunyai keimanan sangat mendalam. Suatu hari, ia diutus untuk berdakwah di suatu wilayah. Sayangnya, di tengah perjalanan ia disergap pasukan kafir dan tertangkap. Khubaib kemudian dijual sebagai budak.

Berita Khubaib diperjual belikan sebagai budak terdengar oleh Kaum bani Harits. Bani Harits punya dendam terhadap Khubaib karena membunuh salah seorang dari Bani Harits. Akhirnya Khubaib dibeli oleh Bani Harits.

Di tangan kaum Bani Harits, Khubaib mendapat siksaan sebelum akhirnya dieksekusi. Sebelum eksekusi dilakukan, Khubaib ditanya, "Sukakah engkau bila Muhammad menggantikanmu sementara kau sehat wal afiat bersama keluargamu?"

"Demi Allah," jawab Khubaib, "Tak sudi aku bersama anak istriku selamat menikmati kesenangan dunia, sementara Rasulullah terkena musibah walau oleh sepotong duri!"

itulah kekuatan iman Khubaib yang lebih mencintai Rasul-Nya dibandingkan dengan anak istrinya. Khubaib pun akhirnya dieksekusi. Ia gugur sebagai syahid.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
5 Peristiwa Agung di Bulan Syaban, Peralihan Kiblat hingga Penentuan Ajal Manusia
5 Peristiwa Agung di Bulan Syaban, Peralihan Kiblat hingga Penentuan Ajal Manusia
Aktual
Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan
Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan
Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Skor Pencegahan Korupsi di Kemenag Disebut Lampaui Target Nasional
Skor Pencegahan Korupsi di Kemenag Disebut Lampaui Target Nasional
Aktual
Amalan Bulan Sya’ban: Keutamaan, Dalil, dan Praktik Ibadah Menjelang Ramadhan
Amalan Bulan Sya’ban: Keutamaan, Dalil, dan Praktik Ibadah Menjelang Ramadhan
Doa dan Niat
Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya
Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya
Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya
Doa dan Niat
Doa Awal Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan Sunnah Menyambut Ramadhan
Doa Awal Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan Sunnah Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Bahtsul Masail Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader Korupsi
Bahtsul Masail Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader Korupsi
Aktual
Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik
Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik
Aktual
Sibuk Dunia tapi Rugi Akhirat? Ini Cara Agar Aktivitas Bernilai Ibadah
Sibuk Dunia tapi Rugi Akhirat? Ini Cara Agar Aktivitas Bernilai Ibadah
Doa dan Niat
Wamenhaj Tekankan Pentingnya Alur Komando bagi Petugas Haji
Wamenhaj Tekankan Pentingnya Alur Komando bagi Petugas Haji
Aktual
5 Persiapan Menyambut Datangnya Ramadhan 2026 Agar Ibadah Lebih Optimal
5 Persiapan Menyambut Datangnya Ramadhan 2026 Agar Ibadah Lebih Optimal
Doa dan Niat
Islam Tak Larang Cinta, Tapi Apakah Pacaran Dibenarkan?
Islam Tak Larang Cinta, Tapi Apakah Pacaran Dibenarkan?
Aktual
Ramadhan 2026: Rahasia Keutamaan Khatam Al-Qur’an di Bulan Suci
Ramadhan 2026: Rahasia Keutamaan Khatam Al-Qur’an di Bulan Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com