Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jika Allah SWT Menghendaki Kebaikan, Mengapa Setan Diciptakan?

Kompas.com, 16 November 2025, 08:37 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Setan adalah entitas yang tugasnya mengganggu dan menjerumuskan manusia agar selalu berbuat kebutukan dan melakukan kemaksiatan. Setan kebanyakan berasal dari anak keturunan iblis dan ada juga yang berwujud manusia.

Satu pertanyaan besar muncul dari penciptaan setan. Jika Allah SWT menghendaki kebaikan, mengapa setan diciptakan untuk menggoda manusia? Bukankah tanpa adanya setan manusia bisa menjadi baik semuanya?

Baca juga: Mengenal Nama-nama Setan Beserta Tugasnya

Untuk memahami pernyataan di atas, berikut ini pembahasan lengkapnya.

Allah SWT Berkuasa Menjadikan Semua Makhluk Beriman

Allah SWT adalah Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak. Dalam hal menciptakan manusia, Allah SWT bisa saja menjadikan seluruh manusia beriman, namun itu bukan yang dikehendaki-Nya.

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَءَامَنَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ

Artinya: "Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?" (Q.S. Yunus: 99).

Allah SWT tidak menjadikan setiap orang beriman secara otomatis. Iman adalah sesuatu yang harus diusahakan. Allah SWT memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih, apakah mereka akan beriman atau tidak.

Untuk itu, Allah SWT memberikan kepada manusia dua bekal, yaitu jalan ketaatan (takwa) dan jalan keburukan (fujur). Manusia sendiri yang memilih.

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا

Artinya: "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) fujur (keburukan) dan ketakwaannya." (Q.S. Asy Syams: 8).

Baca juga: 5 Kiat Mematahkan Godaan setan Menurut Imam Al Ghazali

Tujuan Penciptaan Setan

Setan diciptakan untuk menggoda manusia agar berada di jalan kesesatan. Hal ini sebagaimana disampaikan Allah SWT dalam firman-Nya:

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِٱلسُّوٓءِ وَٱلْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: "Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al Baqarah: 169).

Allah SWT sudah menyampaikan kepada manusia bahwa setan itu hanya mengajak manusia pada perbuatan keji dan jahat. Untuk itu, Allah SWT memerintahkan manusia untuk beriman secara total dan tidak mengikuti langkah-langkah setan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." (Q.S. Al Baqarah: 208).

Baca juga: Jangan Bahagiakan Setan dengan Perceraian

Hikmah Penciptaan Setan

Sesungguhnya Allah SWT menciptakan kehidupan di dunia untuk menguji manusia, siapakah yang terbaik amalnya. Amal terbaik adalah beriman dan bertakwa secara total kepada Allah SWT.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya: “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (Q.S. Al Mulk: 2).

Allah SWT juga menjelaskan bahwa ketika seseorang mengatakan bahwa ia beriman, maka Allah SWT akan memberikan ujian kepadanya. Apakah ia akan tetap dalam keimanan atau meninggalkannya.

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Artinya: "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (Q.S. Al Ankabut: 2).

Baca juga: 8 Doa Terhindar dari Gangguan Jin dan Setan Lengkap dengan Terjemahannya

Salah satu ujian yang diberikan kepada orang beriman adalah dengan diciptakannya setan. Ia akan menggoda manusia agar meninggalkan keimanannya. Namun bagi orang-orang beriman yang ikhlas, maka godaan setan itu tidak ada artinya.

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Artinya: "Iblis menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Q.S. Shad: 82-83).

Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyyah, hikmah diciptakannya setan adalah Allah SWT sendiri yang paling memahami hakikatnya. Namun secara umum, setan diciptakan untuk menggoda manusia. Barangsiapa yang bisa melawati godaan setan, Allah SWT akan meninggikan derajatnya.

Demikianlah mengapa setan diciptakan meskipun Allah SWT menghendaki kebaikan. Semoga bermanfaat. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com