Penulis
KOMPAS.com - Kehidupan rumah tangga bukan hanya urusan seksual semata. Ada pembagian tugas yang sangat penting dalam keluarga yang harus dipahami suami istri.
Islam memberikan peran yang mulia terhadap istri. Tugas istri bukan hanya sekedar urusan domestik, tetapi mencakup tanggung jawab moral, spiritual, dan sosial dalam membangun peradaban dan menumbuhkan generasi.
Pemahaman yang keliru sering kali membuat peran istri direduksi hanya pada urusan rumah tangga, padahal Islam memandangnya jauh berbeda. Peran dan tugas istri dalam Islam mencakup berbagai peran.
Baca juga: Merusak Rumah Tangga Orang Bikin Hidup Tidak Tenang
Dalam Kitab Al Muhadzdzab karya Asy Syirazi, dijelaskan bahwa tugas istri bukanlah mengurus rumah tangga, seperti memasak, mencuci pakaian, atau bentuk pekerjaan rumah lainnya.
Kewajiban istri yang ditetapkan dalam pernikahan adalah memberikan pelayanan seksual, sedangkan pelayanan lain tidak termasuk kewajiban.
Pendapat senada dikemukakan para ulama dari Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Mayoritas menyatakan bahwa seorang istri tidak diwajibkan secara syariat untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga.
Jika istri bersedia mengerjakan pekerjaan tersebut, maka itu merupakan bentuk ibadah sunnah yang bernilai pahala.
Berikut ini tugas utama istri dalam Islam berdasarkan pemaparan para ulama.
Ada peran kepemimpinan istri dalam rumah tangga. Ia harus memastikan rumah tangganya berjalan dengan baik dan kondusif. Dalam hadits dijelaskan:
وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ
Artinya: "...setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka..." (H.R. Bukhari).
Memimpin rumah tangga berarti memanage semua hal yang ada di rumah dengan sebaik-baiknya, termasuk kebutuhan rumah tangga.
Baca juga: Mengenal Jin Dasim: Perusak Rumah Tangga dan Cara Mengatasinya
Secara fitrah, istri adalah orang yang paling sering berinteraksi dengan anak-anak. Semua hal yang dilakukan ibu akan dilihat anak-anak dan mempengharuhi perkembangannya. itulah sebabnya ibu disebut sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Tugas ibu sebagai madrasah adalah mendidik anak-anaknya dengan iman, kebaikan, dan adab-adab yang mulia. Cara paling mudah untuk menjadi madrasah terbaik adalah dengan menjadi teladan kebaikan.
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perhiasan terindah di dunia adalah istri sholehah. Untuk itu, seorang istri harus memposisikan diri sebagai sosok yang membawa keindahan dalam rumah tangga.
Tidak hanya dalam penampilan, tetapi juga dalam menata rumah tangga dan mengatur anak-anak agar menjadi penyejuk pandangan mata.
Rumah harus menjadi tempat terindah untuk kembali dan menjadi tempat untuk melepaskan segala kepenatan setelah beraktivitas seharian.
Suami istri harus bersinergi mewujudkan hal tersebut. Allah SWT sudah menjelaskan bahwa salah satu tujuan pernikahan adalah agar menjadi tenteram dan penuh cinta.
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (H.R. Ar Rum: 21).
Baca juga: Sunnah-sunnah Malam Pertama agar Rumah Tangga Berkah dan Bahagia
Istri memiliki peran penting dalam mendukung suami agar tetap berada di jalan kebaikan dan ketakwaan. Dukungan ini bisa berupa nasihat yang lembut, doa yang tulus, serta sikap saling menguatkan dalam menghadapi ujian hidup.
Islam menekankan bahwa ketaatan istri kepada suami berlaku selama tidak bertentangan dengan syariat Allah. Dalam hal ini, istri juga berhak menolak jika diajak kepada kemaksiatan.
Rumah tangga yang harmonis akan terwujud bila masing-masing pihak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Suami menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dan pemberi nafkah utama.
Sedangkan istri berperan besar di dalam rumah tangga untuk mewujudkan keharmonisan dan keteraturan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang