Penulis
KOMPAS.com - Keberuntungan sering dianggap sebagai kebetulan. Padahal keberuntungan adalah sesuatu yang harus diusahakan. Orang yang beruntung pastinya punya sejarah panjang dalam hidupnya. Ada perjuangan, pengorbanan, dan kebaikan yang telah dilakukan sebelumnya.
Orang yang melihat keberuntungan sebagai kebetulan hanya melihat secara sekilas saja. Tapi tidak melihat proses yang telah dilalui. Untuk memahami bahwa keberuntungan bukan suatu kebetulan, berikut penjelasannya menurut Islam.
Baca juga: Rahasia Menjadi Manusia Beruntung: Dunia Didapat, Akhirat Selamat
Semua hal yang terjadi di alam semesta atas Kehendak Allah SWT. Tidak ada satupun yang terjadi, bahkan sehelai daun gugur di malam hari, kecuali sudah Allah SWT Kehendaki. Semua itu sudah tercatat dalam kitab Lauhul Mahfudz.
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S. Al An'am: 59).
Maksud Allah SWT mengetahui adalah semua itu terjadi atas Izin-Nya. Surat Al Insan ayat 30 memperkuat bahwa jika Allah SWT tidak menghendaki sesuatu terjadi, maka tidak akan terjadi.
"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Baca juga: Doa Agar Hidup Berkah dan Beruntung dalam Segala Urusan
Al Quran surat Al Mu'minun ayat 1-11 menjelaskan tentang ciri-ciri mukmin yang beruntung. Meskipun konteksnya mukmin, tapi beberapa ciri bisa digenerasilasikan. Berikut 6 ciri orang yang beruntung.
1. Khusyuk dalam Shalat, yaitu menghadirkan hati dan pikiran dalam sholat serta gerakan tenang dan sempurna.
2. Meninggalkan Perbuatan yang Tidak Berguna, waktunya digunakan untuk hal-hal yang profuktif dan bermanfaat.
3. Menunaikan Zakat, secara umum menggunakan sebagian hartanya untuk berbagi dan melakukan kebaikan untuk orang lain.
4. Menjaga Kemaluan, yaitu tidak melakukan zina. Zina dapat menghilangkan keberuntungan seseorang.
5. Memelihara Amanah, yaitu menunaikan apa yang menjadi tanggungannya dan tidak berkhianat.
6. Memelihara Sholat, orang yang selalu memelihara sholat akan dekat dengan Allah SWT sehingga Allah SWT akan mencurahkan berbagai kebaikan kepadanya.
Baca juga: Doa Agar Bisnis Maju dan Beruntung Lengkap dengan Artinya
Bentuk keberuntungan terbesar dalam Islam adalah beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Sebab dengan iman dan takwa, seseorang akan mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
Bentuk keberuntungan lain di dunia disampaikan dalam Al Quran surat Thaha ayat 2-3. Ayat ini dikenal sebagai ayat seribu dinar karena dipercaya mendatangkan rezeki dan keberuntungan.
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
Orang yang beruntung dalam Islam akan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dicukupi semua keperluannya, dan diselesaikan setiap masalahnya oleh Allah SWT.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang