Penulis
KOMPAS.com - Bulan Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari. Diperkirakan kurang dari 30 hari lagi, umat Islam akan kembali dipertemukan dengan bulan suci yang penuh keberkahan, ampunan, dan pahala berlipat ganda. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan perlu dilakukan sejak dini agar bulan mulia ini tidak berlalu begitu saja tanpa makna.
Tanpa persiapan yang matang, Ramadhan bisa berubah menjadi rutinitas tahunan semata: menahan lapar dan dahaga tanpa peningkatan kualitas iman dan takwa. Inilah sebabnya para ulama sejak dahulu telah menasihatkan agar umat Islam mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum Ramadhan tiba.
Bulan Rajab menjadi momentum yang sangat tepat untuk mulai berbenah. Setidaknya, terdapat lima aspek utama persiapan Ramadhan yang perlu diperhatikan agar ibadah di bulan suci berjalan optimal dan bernilai maksimal di sisi Allah SWT.
Baca juga: Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Tips Melatih Anak Semangat Berpuasa
Persiapan ruhiyyah berarti mempersiapkan hati dan jiwa untuk menyambut Ramadhan. Jiwa yang bersih akan melahirkan ketaatan, kekhusyukan, dan keikhlasan dalam beribadah.
Langkah awal persiapan ruhiyyah adalah tazkiyatun nafs, yakni menyucikan jiwa dengan:
Hati yang bersih akan memudahkan seseorang menikmati setiap ibadah Ramadhan, bukan menjalaninya dengan keterpaksaan.
Persiapan ‘amaliyyah adalah melatih diri agar siap beribadah secara maksimal selama Ramadhan. Ibadah yang dilatih sejak sebelum Ramadhan akan terasa lebih ringan ketika bulan suci tiba.
Beberapa bentuk persiapan amaliyyah antara lain:
Selain itu, penting untuk menetapkan target ibadah Ramadhan, seperti target khatam Al-Qur’an, sedekah harian, atau qiyamul lail. Dengan target yang jelas, Ramadhan akan lebih terarah dan produktif.
Baca juga: Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari
Persiapan ‘ilmiyyah berarti membekali diri dengan ilmu seputar Ramadhan. Banyak beredar hadits lemah bahkan palsu tentang Ramadhan yang masih dipercaya masyarakat.
Dengan ilmu, inilah manfaat yang didapatkan:
Sebagai contoh, waktu menjelang berbuka puasa seharusnya diisi dengan doa dan tilawah Al-Qur’an, bukan sekadar bermain gawai tanpa manfaat.
Ibadah tanpa ilmu berpotensi sia-sia, bahkan bisa tertolak. Oleh karena itu, belajar fiqih puasa dan keutamaan Ramadhan adalah bagian penting dari persiapan.
Puasa Ramadhan membutuhkan fisik yang sehat dan kuat. Kondisi tubuh yang prima akan sangat membantu kelancaran ibadah puasa, sholat malam, dan aktivitas kebaikan lainnya.
Persiapan jasadiyyah dapat dilakukan dengan:
Fisik yang terlatih akan membuat puasa Ramadhan terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Baca juga: Ramadhan 2026: Daftar Ibadah Utama yang Dianjurkan Umat Islam
Persiapan maliyyah berarti mengelola dan menyiapkan harta untuk kebutuhan Ramadhan. Umumnya, pengeluaran di bulan Ramadhan meningkat, baik untuk konsumsi maupun ibadah sosial.
Di bulan Ramadhan, harta bisa menjadi ladang pahala melalui:
Manajemen keuangan yang baik akan menjadikan Ramadhan sebagai bulan kebahagiaan, bukan beban.
Seluruh persiapan menyambut Ramadhan bertujuan agar ibadah di bulan suci dapat dijalani secara optimal dan berkualitas. Ramadhan adalah sarana pembinaan diri menuju derajat takwa.
Orang yang benar-benar mempersiapkan diri untuk Ramadhan akan meraih hasil maksimal, sebagaimana tujuan utama puasa: la‘allakum tattaqun—agar menjadi manusia yang bertakwa.
Dengan takwa, Allah SWT menjanjikan kemuliaan di sisi-Nya, kelapangan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, serta jalan keluar dari setiap permasalahan hidup.
Semoga kita semua diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyambut Ramadhan 2026 dengan persiapan terbaik.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang