Editor
KOMPAS.com-Hari Jumat menempati posisi yang sangat istimewa dalam Islam. Tidak hanya sebagai hari ibadah berjamaah, Jumat juga menjadi satu-satunya hari yang namanya diabadikan dalam Alquran, menunjukkan kemuliaan dan keagungan dibandingkan hari-hari lainnya.
Selain itu, hari ini memiliki waktu mustajab untuk berdoa, sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW.
Dilansir dari laman MUI, hari Jumat merupakan momen berkumpulnya kaum Muslimin di masjid untuk melaksanakan sholat Jumat secara berjamaah, yang diawali dengan dua khutbah.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa pada hari ini terdapat waktu tertentu di mana doa seorang Muslim akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:
“Pada hari Jumat terdapat satu waktu. Tidaklah seorang hamba Muslim yang sedang melaksanakan sholat lalu memohon kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.”
(HR Bukhari no. 936)
Baca juga: Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Keutamaan, Amaliah, dan Peristiwa Penting Bulan Sya’ban
Riwayat lain juga menegaskan keutamaan ini:
“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat suatu waktu, apabila seorang Muslim memohon kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan memberinya.”
(HR An-Nasa’i no. 1432)
Hadis-hadis ini menjelaskan bahwa Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebelum Islam, hari Jumat dikenal dengan nama yaum al-‘arubah. Ka’ab bin Lu’ay disebut sebagai orang pertama yang menggunakan istilah tersebut.
Nama Jumat muncul dari tradisi penduduk Madinah yang ingin menetapkan satu hari khusus untuk berkumpul dan beribadah, terinspirasi dari umat Yahudi yang berkumpul pada hari Sabtu dan umat Nasrani pada hari Minggu.
Menurut Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam Tafsir Ayat Ahkam, umat Islam memanfaatkan hari ini untuk bersyukur atas nikmat Allah, memperbanyak zikir, dan mempererat persaudaraan.
Pertemuan pertama berlangsung di rumah As’ad bin Zurarah, dan sejak itu, yaum al-‘arubah dikenal sebagai Jumat, yang secara bahasa berarti “hari berkumpul”.
Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat yang Perlu Kamu Tahu
Allah SWT menegaskan keutamaan Jumat dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Ayat ini menegaskan bahwa hari Jumat seharusnya diprioritaskan untuk ibadah dan zikir, menempatkan kepentingan spiritual di atas urusan duniawi.
Selain itu, Rasulullah SAW menekankan agar umat Islam memanfaatkan hari Jumat untuk memperbanyak doa, karena waktu mustajabnya sangat singkat namun memiliki keberkahan luar biasa.
Baca juga: Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Tidak berlebihan jika para ulama menyebut Jumat sebagai sayyidul ayyam, “tuannya seluruh hari”, karena keutamaan yang tidak terdapat pada hari lain.
Dengan memahami sejarah, makna, dan keistimewaan Jumat, setiap Muslim dianjurkan memaksimalkan hari ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hari Jumat menjadi pengingat akan rahmat dan kasih sayang Allah, sekaligus kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan-Nya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang