Editor
KOMPAS.com-Dalam ajaran Islam, kebersihan dan kesucian diri memiliki kedudukan penting karena menjadi syarat sah pelaksanaan ibadah sholat.
Perempuan yang telah selesai masa haid diwajibkan melaksanakan mandi janabah atau mandi wajib agar kembali dalam keadaan suci.
Dilansir dari Antara, mandi wajib berbeda dengan mandi biasa karena disertai niat atau doa mandi wajib sebagai bentuk ketaatan terhadap ketentuan syariat.
Niat mandi wajib menjadi rukun utama yang menentukan sah atau tidaknya proses bersuci dari hadas besar.
Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan awal mengguyur tubuh menggunakan air.
Baca juga: 4 Macam Mandi Wajib untuk Wanita Lengkap dengan Tata Caranya
Berikut bacaan doa mandi wajib setelah haid yang umum diamalkan.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena haid karena Allah Ta’ala.
Rukun kedua mandi wajib adalah mengguyur seluruh bagian tubuh dengan air secara merata.
Seluruh bagian luar tubuh, termasuk rambut dan bulu, wajib terkena air hingga mencapai kulit dan pangkal rambut.
Air harus mengalir sempurna agar tidak ada bagian tubuh yang tertinggal dan masih melekat najis.
Baca juga: Panduan Mandi Wajib Setelah Selesai Haid Lengkap dengan Niatnya
Selain rukun, terdapat beberapa kesunnahan dalam tata cara mandi wajib sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidayah.
Kesunnahan mandi wajib diawali dengan membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
Membersihkan kotoran atau najis yang masih menempel di tubuh dianjurkan sebelum mengguyur seluruh badan.
Berwudhu dengan sempurna termasuk sunnah sebelum melanjutkan mandi wajib.
Kepala diguyur air sebanyak tiga kali sambil menghadirkan niat menghilangkan hadas besar.
Baca juga: Apakah Mandi Wajib dan Mandi Junub Berbeda? Begini Jawabannya
Bagian tubuh sebelah kanan diguyur tiga kali kemudian dilanjutkan dengan bagian kiri sebanyak tiga kali.
Menggosok seluruh tubuh, baik bagian depan maupun belakang, dianjurkan agar air merata ke seluruh bagian.
Rambut dianjurkan di sela-sela agar air benar-benar sampai ke kulit kepala.
Lipatan kulit dan pangkal rambut juga perlu dialiri air guna memastikan kesucian menyeluruh.
Dengan membaca doa mandi wajib dan melaksanakan tata cara sesuai tuntunan, mandi setelah haid tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik.
Mandi wajib juga menandai kembalinya seorang perempuan ke kondisi suci sehingga dapat kembali melaksanakan ibadah seperti sholat, puasa, dan membaca Al Quran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang