Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Nisfu Syaban dan Amalan Nisfu Syaban: Malam Pengampunan yang Dinanti Umat Islam

Kompas.com, 1 Februari 2026, 17:12 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Malam pertengahan bulan Syaban—dikenal sebagai Nisfu Syaban—selalu punya tempat istimewa di hati banyak muslim.

Di berbagai daerah, masjid tampak lebih hidup, rumah-rumah lebih khusyuk, dan doa-doa lebih lama dipanjatkan. Umat Islam meyakini malam ini sebagai salah satu momentum terbaik untuk bertaubat, memohon ampun, dan memperbanyak ibadah menjelang Ramadhan.

Secara bahasa, nisfu berarti setengah, dan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Maka Nisfu Syaban jatuh pada malam tanggal 15 Syaban, sejak magrib hingga menjelang fajar.

Landasan Keutamaan Nisfu Syaban dalam Hadis

Para ulama merujuk sejumlah hadis tentang keutamaan malam ini. Di antaranya riwayat bahwa Allah mengampuni hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, kecuali yang musyrik dan yang menyimpan permusuhan.

Baca juga: Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban: Jumlah Rakaat, Niat, dan Tata Caranya

Riwayat tersebut dicatat oleh Ibnu Majah dan juga disebut dalam karya-karya hadis lain dengan beragam jalur periwayatan.

Banyak ulama menilai hadis-hadis tentang keutamaan malam ini berada pada derajat hasan atau dhaif yang saling menguatkan, sehingga mendorong umat untuk memperbanyak amal saleh tanpa menganggapnya sebagai kewajiban khusus.

Pesan utamanya jelas: malam ini adalah momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia.

Doa Nisfu Syaban yang Banyak Dibaca

Di tengah suasana khusyuk, umat Islam lazim membaca doa Nisfu Syaban yang berisi permohonan umur berkah, rezeki halal, dan ketetapan takdir yang baik.

Doa ini dinukil dalam berbagai kitab ulama klasik dan diamalkan luas di pesantren serta majelis taklim.

Berikut salah satu redaksi doa yang populer:

Arab:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِي، وَثَبِّتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ.

Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan au mahruman au mathrudan au muqtaran ‘alayya fir rizqi, famhu Allahumma bifadhlika syaqawati wa hirmāni wa thardi wa iqtāra rizqi, wa tsabbitni ‘indaka fi ummil kitabi sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.

Artinya:

Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang rezeki, atau dijauhkan, maka hapuskanlah dengan karunia-Mu ketetapan itu. Tetapkanlah aku sebagai orang yang bahagia, dilapangkan rezekinya, dan dimudahkan dalam kebaikan.

Doa ini dibaca sebagai bentuk harap agar Allah memberi takdir terbaik bagi hidup seorang hamba.

Amalan Nisfu Syaban yang Dianjurkan Ulama

1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Malam Nisfu Syaban identik dengan ampunan. Karena itu, istighfar menjadi amalan utama. Mengakui dosa, menyesali, dan bertekad tidak mengulanginya adalah inti taubat.

2. Membaca Al-Qur’an

Sebagian ulama menganjurkan membaca Surah Yasin tiga kali dengan niat berbeda: memohon panjang umur dalam ketaatan, rezeki halal, dan keteguhan iman. Tradisi ini hidup di banyak komunitas muslim Nusantara sebagai wasilah memperbanyak tilawah.

3. Shalat Malam (Qiyamul Lail)

Menghidupkan malam dengan shalat sunnah, tahajud, hajat, dan witir menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Bukan karena ada “shalat khusus Nisfu Syaban”, melainkan karena menghidupkan malam dengan ibadah adalah sunnah yang umum.

4. Memperbaiki Hubungan Sosial

Hadis tentang tidak diampuninya orang yang bermusuhan menjadi pengingat kuat. Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat untuk memaafkan, menghubungi kerabat, dan menyudahi konflik.

5. Puasa di Siang Harinya

Sebagian ulama menganjurkan puasa pada tanggal 15 Syaban sebagai bagian dari kebiasaan Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Syaban.

Mengapa Nisfu Syaban Relevan Menjelang Ramadhan?

Syaban adalah gerbang Ramadhan. Di bulan inilah hati dibersihkan, niat diluruskan, dan kebiasaan ibadah dipanaskan. Nisfu Syaban menjadi semacam titik balik spiritual sebelum memasuki bulan puasa.

Banyak ulama menyebut, siapa yang serius memperbaiki diri di Syaban, ia akan lebih siap menyambut Ramadhan.

Adab Menghidupkan Malam Nisfu Syaban

  • Niat ikhlas karena Allah
  • Tidak meyakini ritual tertentu sebagai kewajiban
  • Mengisi malam dengan ibadah yang dicontohkan syariat
  • Menjaga kekhusyukan, bukan kemeriahan

Penutup: Malam Harap dan Ampunan

Nisfu Syaban bukan tentang seremoni, tetapi keheningan batin. Tentang seorang hamba yang menyadari keterbatasannya, lalu mengetuk pintu langit dengan doa-doa terbaiknya.

Baca juga: Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2026, Tata Cara, dan Waktu Mengamalkannya

Di malam itu, istighfar terasa lebih dalam, air mata lebih mudah jatuh, dan harapan terasa lebih dekat.

Karena pada akhirnya, yang dicari bukan sekadar malamnya, tetapi rahmat dan ampunan Allah yang dijanjikan bagi siapa saja yang sungguh-sungguh kembali.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar