Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sahur di Dunia, Berbuka di Surga: Teladan Sa’id bin al-Harits

Kompas.com, 6 Februari 2026, 20:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam sejarah Islam, terdapat kisah luar biasa tentang seorang sahabat dan pejuang Muslim bernama Sa’id bin al-Harits, yang dikenal sebagai sosok rajin beribadah, sabar, dan pantang mundur di medan perang.

Kisah ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga memberi pelajaran penting tentang kesungguhan beribadah, pengorbanan di jalan Allah, dan ganjaran yang menanti orang beriman.

Pejuang yang Rajin Ibadah

Menurut Qiyam Al-Lail wa Al-Munajat 'inda Al-Sahr karya Sallamah Muhammad Abu Al Kamal dan ditukil Ahmad Zacky El-Syafa dalam Ia Hidup Setelah Mati 100 Tahun, Sa’id bin al-Harits adalah seorang pejuang Muslim yang ikut Perang Yamuk melawan Kekaisaran Romawi pada tahun 38 H.

Dalam catatan Al-Buldan Futuhuha wa Ahkamuha karya Syaikh Al-Baladzuri (terjemahan Masturi Irham dan Abidun Zuhri), Sa’id dikenal sebagai pribadi yang rajin sholat malam, berzikir, dan berpuasa bahkan saat berada di medan perang.

Hisyam bin Yahya al-Kanni, seorang sahabat yang menyaksikan langsung, bercerita: “Kami ingin meringankan pekerjaannya, tetapi ia tetap menjalankan tugas militernya tanpa mengurangi ibadahnya sedikit pun.”

Kesungguhan ini menunjukkan bagaimana Sa’id memadukan kewajiban sosial dan militernya dengan ibadah, sebuah teladan bagi umat Islam.

Baca juga: Kisah Hasan Al Bashri Ketika Dihina: Membalas Keburukan dengan kebaikan

Pengalaman Spiritual yang Menakjubkan

Dalam perjalanan, Sa’id mengalami pengalaman spiritual luar biasa. Saat beristirahat, ia bermimpi didatangi dua sosok tampan yang membimbingnya melihat nikmat yang Allah sediakan.

Sa’id melihat istana, taman, dan bidadari yang menantinya. Salah satu bidadari berkata:

"Sudah cukup lama aku menantimu."

Sa’id ingin segera bergabung, tetapi ia diberi tahu bahwa ajalnya di dunia belum tiba. Ia tetap kembali ke medan perang dengan semangat yang tinggi, berpuasa sambil memimpin serangan.

Pada hari ketiga, ajalnya menjemput dan ia syahid saat berpuasa. Hisyam bin Yahya, yang menyaksikan peristiwa itu, menegaskan:

“Ia akhirnya berbuka di surga, seperti yang dijanjikan.”

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah: Dari Budak Sahaya Hingga Menjadi Muadzin Pertama

Ibadah, Kesabaran, dan Ganjaran di Sisi Allah

Kisah Sa’id bin al-Harits menegaskan prinsip dalam Islam bahwa kesungguhan ibadah dan niat ikhlas di jalan Allah membawa ganjaran besar.

Rasulullah SAW bersabda dalam Alquran:

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا

Wa ma tuqaddimu li anfusikum min khairin tajiduhu ‘inda Allah, huwa khairan wa a‘zhama ajran

Artinya: “Apa saja kebaikan yang kamu perbuat untuk dirimu sendiri, akan kamu temukan di sisi Allah; Dia sebaik-baik pemberi pahala dan paling besar balasannya.” (QS. Al-Muzzammil: 20)

Perspektif Ulama dan Literatur

Dalam literatur Islam, kisah seperti ini sering dikaitkan dengan prinsip ikhlas dan jihad fi sabilillah.

Dr. M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an menekankan bahwa amal ibadah yang konsisten, sabar, dan tidak mengabaikan tanggung jawab sosial akan membawa keberkahan dan ketenangan batin.

Sementara itu, Sallamah Muhammad Abu Al Kamal menekankan pentingnya menyeimbangkan ibadah lahiriah dan kesungguhan hati.

Sa’id bin al-Harits adalah contoh nyata, bahwa seorang Muslim bisa menunaikan kewajiban dunia dan ibadah spiritual secara bersamaan, hingga Allah memberi ganjaran yang tak terbayangkan.

Baca juga: Tumbuh dalam Dekapan Iman, Inilah Kisah 5 Sahabat Kecil Nabi

Pesan Moral dan Hikmah

Kisah Sa’id bin al-Harits memberikan pelajaran yang sangat dalam bagi umat Islam masa kini. Kesungguhan dalam ibadah, baik salat, puasa, maupun zikir, harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan konsisten, bukan sekadar rutinitas lahiriah.

Namun, kisah Sa’id juga menunjukkan bahwa ibadah tidak boleh memisahkan seseorang dari tanggung jawab sosial atau tugas duniawi.

Sebaliknya, amal sosial dan pengabdian kepada sesama justru menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah itu sendiri.

Sa’id menjalankan kewajibannya di medan perang dengan sabar, tetap menunaikan ibadahnya, dan mengutamakan ketaatan kepada Allah, hingga Allah memberi ganjaran yang luar biasa, yaitu ia sahur di dunia dan pada akhirnya berbuka di surga, ditemani nikmat yang Allah sediakan.

Kisah ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya menyadari kematian sebagai bagian dari ujian hidup, agar setiap hamba lebih fokus pada amal shalih dan pengabdian kepada Allah.

Semangat dan keteguhan Sa’id menjadi inspirasi bagi setiap Muslim untuk menata hidup, niat, dan ibadah dengan penuh kesungguhan, sehingga pahala dan keberkahan Allah dapat melampaui apa yang manusia bayangkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menyambut Ramadhan dengan Hati Bersih, Mengapa Memaafkan Jadi Kunci
Menyambut Ramadhan dengan Hati Bersih, Mengapa Memaafkan Jadi Kunci
Doa dan Niat
Sahur di Dunia, Berbuka di Surga: Teladan Sa’id bin al-Harits
Sahur di Dunia, Berbuka di Surga: Teladan Sa’id bin al-Harits
Doa dan Niat
Adab Islami yang Kian Terlupakan, Padahal Penentu Kualitas Iman
Adab Islami yang Kian Terlupakan, Padahal Penentu Kualitas Iman
Aktual
Ramadhan di Madinah Lebih Nyaman, Bus Shuttle Layani Jamaah
Ramadhan di Madinah Lebih Nyaman, Bus Shuttle Layani Jamaah
Aktual
Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat
Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat
Aktual
Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah
Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah
Aktual
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Rahasia Doa Mustajab di Hari Jumat, Ternyata Setelah Ashar
Aktual
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Aktual
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Aktual
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Aktual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
Aktual
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Aktual
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Aktual
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Aktual
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com