KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Kota Madinah kembali bersiap menyambut jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia.
Kota yang menjadi tempat hijrah Rasulullah SAW ini selalu mengalami lonjakan aktivitas ibadah yang signifikan, khususnya di Masjid Nabawi dan Masjid Quba.
Untuk memastikan kenyamanan jamaah di tengah kepadatan tersebut, Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah mengumumkan pengoperasian layanan bus shuttle khusus selama Ramadhan.
Layanan ini dirancang sebagai solusi transportasi terorganisir yang memudahkan pergerakan jamaah sekaligus menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Kebijakan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan komitmen besar Kerajaan Arab Saudi dalam memuliakan para tamu Allah, sejalan dengan semangat Ramadhan sebagai bulan pelayanan dan pengabdian.
Ramadhan selalu menghadirkan suasana berbeda di Madinah. Sejak pagi hingga larut malam, arus jamaah terus mengalir menuju Masjid Nabawi.
Shalat fardhu, tarawih, i’tikaf, hingga ziarah ke Masjid Quba menjadi agenda spiritual yang tak terpisahkan.
Dalam Islam, bepergian untuk ibadah memiliki kedudukan mulia. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Wa man yu‘aẓẓim sya‘ā’irallāhi fa innahā min taqwāl-qulūb.
Artinya: “Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Ayat ini menjadi landasan bahwa segala upaya mempermudah ibadah, termasuk sarana transportasi, merupakan bagian dari pengagungan syiar Islam.
Baca juga: Awal Puasa 2026 Muhammadiyah: Ini Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Versi Hisab
Dikutip dari Saudi Gazette dan news50.sa, Jumat (6/2/2026), layanan bus shuttle ini akan beroperasi di berbagai stasiun strategis di Madinah.
Tujuannya jelas untuk memudahkan jamaah mencapai Masjid Nabawi dan Masjid Quba tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Otoritas Madinah menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk:
Bus berkapasitas besar dipilih agar mampu mengangkut jamaah dalam jumlah banyak, terutama pada waktu-waktu puncak seperti menjelang berbuka dan selepas salat tarawih.
Layanan bus shuttle ini melayani sejumlah kawasan utama, di antaranya:
1. Rencana Raja Fahd
2. Stasiun Kereta Cepat Haramain
3. Stasiun Shatha
4. Kawasan Al-Khalidiyah
5. Kawasan Sayyid al-Shuhada
6. Sekolah Perdamaian
7. Stadion olahraga
8. Area taman kota
Selain itu, rute khusus dari kawasan Al-Aliya menuju Masjid Quba disiapkan untuk menghubungkan dua pusat spiritual penting di Madinah.
Rute ini memudahkan jamaah menunaikan shalat di Masjid Quba yang keutamaannya disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.
Dalam Shahih Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda bahwa salat di Masjid Quba setara dengan pahala umrah.
Baca juga: Unik! Arab Saudi Terbitkan Paspor untuk Unta, Mengapa?
Kemacetan lalu lintas kerap menjadi tantangan besar di Madinah saat Ramadhan. Ribuan kendaraan pribadi yang menuju kawasan Masjid Nabawi sering kali memperlambat mobilitas dan mengganggu kenyamanan jamaah.
Dengan hadirnya bus shuttle, jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke pusat kota dapat ditekan. Dampaknya tidak hanya pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada kualitas lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan prinsip Islam tentang kemaslahatan bersama. Dalam buku Riayat al-biah fi shariat al-Islam karya Yusuf al-Qaradawi, dijelaskan bahwa menjaga lingkungan dan mencegah mudarat adalah bagian dari tanggung jawab kolektif umat Islam.
Pengoperasian bus shuttle Ramadhan ini juga menjadi bagian dari Visi 2030 Kerajaan Arab Saudi, khususnya melalui Program Layanan Tamu Allah (Duyuf Ar-Rahman).
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji, umrah, dan peziarah, baik dari sisi fasilitas, keamanan, maupun kenyamanan.
Dengan demikian, pelayanan terbaik kepada jamaah adalah bentuk ibadah sosial yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.
Islam memandang pelayanan kepada orang lain sebagai amalan yang bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Khairun-nāsi anfa‘uhum lin-nās.
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR Ahmad)
Dalam konteks ini, layanan bus shuttle bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan bentuk nyata dari pelayanan ibadah sosial yang menopang kelancaran ritual Ramadhan.
Baca juga: Rekor 19,5 Juta Jemaah! Arab Saudi Klaim Kepuasan Layanan Haji 90% di 2025
Otoritas Madinah menegaskan bahwa jadwal bus akan disusun secara akurat untuk meminimalkan waktu tunggu.
Standar keamanan dan kenyamanan tertinggi juga diterapkan, agar jamaah dapat beribadah dengan tenang tanpa kelelahan berlebih.
Dengan sistem ini, jamaah diharapkan dapat memusatkan perhatian pada ibadah, dzikir, dan doa, tanpa disibukkan urusan teknis perjalanan.
Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan pelayanan, kepedulian, dan pengabdian.
Hadirnya layanan bus shuttle di Madinah menjadi cerminan bagaimana nilai-nilai spiritual diterjemahkan dalam kebijakan nyata.
Di kota yang menjadi saksi perjuangan Rasulullah SAW, setiap langkah jamaah menuju masjid adalah perjalanan ibadah.
Dan setiap kemudahan yang diberikan untuk perjalanan itu, adalah bagian dari amal yang terus mengalir pahalanya.
Dengan bus shuttle Ramadhan ini, Madinah kembali menunjukkan bahwa kota suci bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan yang memuliakan setiap tamu Allah dengan sepenuh hati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang