Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hukum dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Dalilnya

Kompas.com, 18 Februari 2026, 14:46 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ramadhan selalu menghadirkan suasana berbeda. Masjid lebih ramai, lantunan ayat suci terdengar selepas Isya dan shalat tarawih menjadi penanda khas malam-malam penuh berkah.

Namun, tidak semua Muslim dapat hadir berjamaah di masjid setiap malam. Lalu, bagaimana jika tarawih dilakukan sendiri di rumah? Apakah tetap sah dan berpahala?

Berikut ulasan lengkap mengenai hukum, niat, tata cara, hingga dalil shalat tarawih sendiri di rumah, dirangkum dari berbagai sumber fikih dan literatur klasik.

Hukum Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

Shalat tarawih termasuk sunnah muakkad, yakni ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Praktik ini dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan.

Dalam hadis riwayat Aisyah RA yang tercatat dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah pernah melaksanakan shalat malam berjamaah di masjid.

Namun pada malam berikutnya, beliau tidak keluar karena khawatir ibadah tersebut diwajibkan atas umatnya.

Hadis ini menjadi dasar bahwa tarawih bukan ibadah wajib, sehingga pelaksanaannya fleksibel. Boleh berjamaah di masjid dan boleh pula dilakukan sendiri (munfarid) di rumah.

Dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa shalat tarawih boleh dilakukan secara berjamaah maupun sendiri dan keduanya sah.

Berjamaah memang lebih utama karena termasuk syiar, tetapi melaksanakannya di rumah tidak mengurangi keabsahan ibadah tersebut.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ juga menegaskan, tarawih adalah sunnah muakkad yang boleh dilakukan sendirian.

Bahkan, dalam kondisi tertentu seperti sakit, menjaga keluarga atau alasan keamanan, shalat di rumah justru lebih maslahat.

Baca juga: Doa Setelah Shalat Tarawih dan Dzikir Witir Lengkap dengan Artinya

Landasan Al-Qur’an tentang Qiyam Ramadhan

Walau istilah “tarawih” tidak disebutkan secara eksplisit, anjuran qiyam atau shalat malam ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Salah satunya dalam Surah Al-Muzzammil ayat 20:

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَيِ ٱلَّيْلِ...

Inna rabbaka ya‘lamu annaka taqūmu adnâ min tsulutsayil lail...

Artinya: “Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam...”

Ayat ini menjadi dalil umum tentang keutamaan shalat malam yang kemudian dihidupkan secara khusus pada bulan Ramadhan melalui tarawih.

Niat Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

Seperti shalat lainnya, tarawih diawali dengan niat di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Niat tidak wajib dilafalkan, tetapi boleh dibaca untuk membantu menghadirkan kesadaran ibadah.

Berikut niat shalat tarawih dua rakaat:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Karena dikerjakan dua rakaat salam, maka niat dihadirkan setiap memulai dua rakaat.

Dalam buku Tuntunan Shalat Lengkap karya Prof. Dr. Abdul Aziz Muhammad Azzam dijelaskan bahwa esensi niat adalah kesengajaan dalam hati untuk melakukan ibadah tertentu karena Allah. Lafal hanyalah penegas.

Baca juga: Syarat dan Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat Lengkap serta Jawaban Jamaah

Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri

Secara teknis, tata cara tarawih sendirian sama seperti tarawih berjamaah. Urutannya mengikuti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Doa iftitah
  • Membaca Al-Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al-Qur’an
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Bangkit ke rakaat kedua
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Jumlah rakaat yang umum diamalkan di Indonesia ada dua pendapat:

  • 8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir (total 11 rakaat)
  • 20 rakaat tarawih + 3 rakaat witir (total 23 rakaat)

Dalam kitab Al-Muwaththa’, Imam Malik meriwayatkan bahwa di masa Khalifah Umar bin Khattab, tarawih dilaksanakan 20 rakaat berjamaah.

Sementara riwayat dari Aisyah RA menyebut Nabi tidak pernah melebihi 11 rakaat dalam shalat malam.

Para ulama menyimpulkan, keduanya memiliki dasar. Pilihan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Waktu Pelaksanaan Tarawih

Shalat tarawih dimulai setelah shalat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Artinya, rentang waktunya cukup panjang.

Anda bisa mengerjakannya:

  • Setelah Isya dan sunnah ba’diyah
  • Di pertengahan malam
  • Di sepertiga malam terakhir untuk suasana lebih khusyuk

Namun, ketika azan Subuh telah berkumandang, waktu tarawih berakhir dan tidak bisa diganti pada siang hari.

Dalam buku Fiqh Ibadah karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa waktu qiyam Ramadhan mengikuti waktu shalat malam, yakni sejak selesai Isya hingga terbit fajar.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih serta Witir Lengkap dan Dalilnya

Keutamaan Tarawih Meski Sendiri

Meski berjamaah di masjid lebih utama karena nilai syiar, tarawih sendirian tetap berpahala besar. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang menegakkan (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini bersifat umum, tidak mensyaratkan harus berjamaah.

Artinya, siapa pun yang menghidupkan malam Ramadhan, baik di masjid maupun di rumah, tetap mendapat ganjaran selama dilandasi iman dan keikhlasan.

Menjaga Kekhusyukan di Rumah

Bagi sebagian orang, shalat di rumah justru menghadirkan ketenangan lebih dalam. Tidak ada distraksi, bacaan bisa disesuaikan kemampuan, dan tempo ibadah lebih personal.

Tarawih pada akhirnya bukan soal lokasi, melainkan kualitas hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.

Di tengah keterbatasan aktivitas, kesibukan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga, rumah pun bisa menjadi tempat terbaik untuk menghadirkan malam Ramadhan yang khusyuk.

Dan mungkin, justru dalam keheningan itulah doa-doa dipanjatkan dengan lebih tulus, tanpa riuh, tanpa sorotan hanya antara hamba dan Rabb-nya. Ramadhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesungguhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
100 Pantun Selamat Ramadhan 2026 Penuh Doa untuk Dibagikan ke Media Sosial
100 Pantun Selamat Ramadhan 2026 Penuh Doa untuk Dibagikan ke Media Sosial
Aktual
Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar
Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar
Aktual
Lebaran Tanggal Berapa 2026? Ini Jadwal Idul Fitri 1447 H Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Lebaran Tanggal Berapa 2026? Ini Jadwal Idul Fitri 1447 H Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Tarawih Sendiri di Rumah Apakah Boleh? Ini Penjelasan Hukum dan Niatnya Lengkap dengan Arab dan Artinya
Tarawih Sendiri di Rumah Apakah Boleh? Ini Penjelasan Hukum dan Niatnya Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa dan Niat
Bocoran Tren Gamis Lebaran 2026: Ivory, Rompi Lepas, hingga Bahan Flowy yang Lagi Diburu!
Bocoran Tren Gamis Lebaran 2026: Ivory, Rompi Lepas, hingga Bahan Flowy yang Lagi Diburu!
Aktual
Doa Setelah Sahur: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam
Doa Setelah Sahur: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam
Aktual
30 Ucapan Menyambut Ramadhan 2026 yang Menyentuh Hati dan Bermakna
30 Ucapan Menyambut Ramadhan 2026 yang Menyentuh Hati dan Bermakna
Aktual
Hukum dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Dalilnya
Hukum dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Ide Menu Takjil Kekinian dan Paling Dicari Cocok untuk Buka Puasa
Ide Menu Takjil Kekinian dan Paling Dicari Cocok untuk Buka Puasa
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Cilacap Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Cilacap Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Doa dan Dzikir Setelah Witir, Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Dzikir Setelah Witir, Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Jadwal Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Denpasar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Denpasar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Tasikmalaya Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Buka Puasa Kota Tasikmalaya Hari Ini Selama Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com