Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Simak Tata Cara & Keutamaannya

Kompas.com, 22 Maret 2026, 12:34 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Setelah meraih kemenangan di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Amalan ini dikenal sebagai puasa Syawal, yang memiliki keutamaan luar biasa, bahkan disebut setara dengan pahala puasa setahun penuh.

Namun, sebelum menjalankannya, hal paling penting yang harus diperhatikan adalah niat puasa Syawal, karena niat menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah tersebut.

Baca juga: Puasa Qadha atau Syawal Dulu? Ini Hukum dan Penjelasan Ulama

Bacaan Niat Puasa Syawal (Arab, Latin, Artinya)

Berikut lafal niat puasa Syawal yang dianjurkan:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnatis Syawwāli lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta‘ala.”

Jika seseorang belum sempat berniat di malam hari, masih diperbolehkan berniat di pagi hari sebelum tergelincirnya matahari (zuhur), dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Niat di pagi hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adā’i sunnatis Syawwāli lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah.”

Kapan Puasa Syawal Dilaksanakan?

Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal, dimulai setelah Idulfitri (2 Syawal).

  • Tidak boleh dilakukan pada 1 Syawal (hari raya)
  • Bisa dilakukan berurutan (2–7 Syawal)
  • Boleh juga terpisah sesuai kemampuan

Tata Cara Puasa Syawal

Pada dasarnya sama seperti puasa biasa:

  • Menahan makan dan minum
  • Menjaga diri dari hal yang membatalkan puasa
  • Dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari

Namun, ada beberapa ketentuan penting:

  • Dianjurkan mendahulukan qadha puasa Ramadan
  • Boleh digabung dengan puasa sunnah lain (seperti Senin-Kamis) menurut sebagian ulama
  • Puasa sunnah boleh dibatalkan, tetapi untuk mendapat keutamaan penuh sebaiknya disempurnakan

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Pahala Setara Puasa Setahun

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu mengiringinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)

2. Menyempurnakan Puasa Ramadhan

Puasa Syawal menjadi pelengkap atas kekurangan ibadah selama Ramadan.

3. Tanda Istiqamah

Melanjutkan ibadah setelah Ramadhan menjadi tanda diterimanya amal seseorang.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Puasa Syawal hukumnya sunnah, bukan wajib
  • Tidak ada perayaan khusus seperti “Idul Abrar”
  • Sebaiknya tidak mencampur niat qadha dan Syawal dalam satu puasa

Baca juga: Puasa Syawal 2026: Keutamaan Setara Setahun, Ini Tata Cara dan Waktunya

Puasa Syawal bukan hanya amalan tambahan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas keberhasilan menjalani Ramadan. Dengan niat yang benar dan pelaksanaan yang tepat, ibadah ini bisa menjadi jalan untuk meraih pahala besar dan menjaga konsistensi dalam beribadah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk mengamalkannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Aktual
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com