Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menjemput Ampunan Ilahi: KDM Tahan Tangis Minta Maaf kepada Warga Jabar

Kompas.com, 22 Maret 2026, 10:42 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Suasana haru menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato penuh refleksi dan permohonan maaf kepada masyarakat, di halaman Gedung Sate, Bandung, Sabtu (22/3/2026).

Dengan nada lirih dan sesekali menahan tangis, pria yang akrab disapa KDM itu mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum evaluasi diri dan kembali kepada fitrah.

“Hadirin Sidang Idul Fitri… pada pagi yang mulia ini, kita bersama-sama melakukan tafakur tadabur kepada Allah SWT… untuk melakukan evaluasi sendiri terhadap perjalanan hidup kita,” ucapnya dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Baca juga: Masih Ada yang Tak Mampu Beli Kafan, Dedi Mulyadi Tahan Tangis, Minta Maaf di Hari Lebaran

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi mengakui bahwa selama satu tahun kepemimpinannya, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Ia menyoroti berbagai persoalan mendasar yang masih dirasakan warga, mulai dari infrastruktur hingga layanan kesehatan dan pendidikan.

Ia menyebut masih ada jalan rusak, jaringan irigasi yang belum optimal, hingga masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Bahkan, ia menyinggung kondisi pilu ketika masih ada warga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.

“Apabila ada yang meninggal tak mampu membeli kain kafan… apabila ada anak-anak yang sekolah tak mampu beli baju dan sepatu… apabila masih ada rumah yang tidak bisa makan karena kehabisan beras,” tuturnya dengan penuh penyesalan.

Tak hanya itu, Dedi juga menyinggung persoalan pelayanan publik yang belum maksimal, termasuk masih adanya warga yang kesulitan mendapatkan layanan BPJS atau harus menanggung biaya pengobatan sendiri.

Dalam refleksi tersebut, ia menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang tidak bisa “tidur nyenyak” ketika masih ada rakyat yang menderita.

“Memimpin sejati adalah pemimpin yang tidak bisa tidur manakala ada rakyatnya yang belum makan… yang tidak sekolah… yang menghadapi berbagai kesulitan,” ujarnya.

Ia juga mengkritik pengelolaan anggaran yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada rakyat. Menurutnya, belanja pemerintah harus lebih efisien agar dapat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat luas, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Dalam momen Idulfitri tersebut, Dedi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh warga Jawa Barat atas berbagai kekurangan yang masih terjadi.

“Saya sampaikan permohonan maaf pada seluruh warga Jawa Barat… apabila negara belum hadir sepenuhnya dalam kehidupan mereka,” katanya.

Meski demikian, ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Jawa Barat yang tetap setia dan mendukung pemerintah, bahkan di tengah berbagai keterbatasan.

Baca juga: 5 Momen Halalbihalal yang Selalu Dirindukan Saat Lebaran

Menutup pidatonya, Dedi Mulyadi mengajak seluruh pihak untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat komitmen dalam melayani rakyat. Ia berharap Jawa Barat ke depan dapat menjadi wilayah yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.

Di hari kemenangan ini, pesan yang ia sampaikan terasa kuat: bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi panggilan untuk memperbaiki diri—baik sebagai individu maupun sebagai pemimpin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Doa dan Niat
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Aktual
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Aktual
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Aktual
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Doa dan Niat
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar