Editor
KOMPAS.com – Ibadah haji dan umrah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat dengan doa dan zikir. Setiap tahapan ibadah memiliki bacaan khusus yang dianjurkan untuk diamalkan oleh jamaah.
Dalam buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah RI, doa menjadi bagian penting dalam setiap rangkaian ibadah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Artikel ini merangkum doa-doa haji dan umrah lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya agar mudah diamalkan.
Sebelum berangkat menuju Tanah Suci, jamaah dianjurkan membaca doa berikut:
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْبَلْدَةِ وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
Latin:
Allahumma inni as’aluka khaira hadzihil baladah wa khaira ma fiha wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ma fiha.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan segala yang ada di dalamnya, serta berlindung dari keburukan dan apa yang ada di dalamnya.”
Baca juga: Panduan Haji dan Umroh Sesuai Sunnah: Lengkap dari Niat hingga Pelaksanaan
Saat memulai perjalanan haji atau umrah, dianjurkan membaca doa:
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Latin:
Bismillahirrahmanirrahim. Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin. Wa inna ila rabbina lamunqalibun.
Artinya:
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.”
Niat menjadi langkah awal yang sangat penting dalam ibadah.
Arab:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Latin:
Labbaikallahumma ‘umratan
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah.”
Arab:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا
Latin:
Labbaikallahumma hajjan
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.”
Talbiyah merupakan zikir utama selama ibadah haji dan umrah.
Arab:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ
لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ
إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ
لَا شَرِيكَ لَكَ
Latin:
Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.
Artinya:
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu. Segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Momen melihat Ka’bah menjadi salah satu saat mustajab untuk berdoa.
Arab:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً
Latin:
Allahumma zid hadzal baita tasyriifan wa ta’dhiiman wa takriiman wa mahaabah.
Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada Baitullah ini.”
Saat tawaf, jamaah dianjurkan memperbanyak doa, salah satunya:
Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin:
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina adzaban nar.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Sa’i merupakan simbol perjuangan dan ikhtiar, disertai doa dan zikir.
Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ
Latin:
Allahummaghfir warham watajawaz amma ta’lam.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, dan maafkanlah apa yang Engkau ketahui.”
Wukuf adalah puncak ibadah haji, dan doa terbaik adalah:
Arab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
La ilaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Setelah mencukur rambut, jamaah dianjurkan berdoa memohon kesempurnaan ibadah:
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Latin:
Allahummaj’alhu hajjan mabruran wa dzanban maghfuran.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.”
Dalam buku panduan tersebut dijelaskan bahwa doa merupakan inti dari ibadah haji. Bahkan setiap langkah ibadah dianjurkan untuk diawali, diiringi, dan diakhiri dengan doa .
Doa tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT selama perjalanan suci.
Baca juga: 10 Larangan Haji dan Umroh Beserta Sanksinya, Jemaah Wajib Tahu Sebelum Berangkat
Mengetahui dan menghafal doa-doa haji dan umrah menjadi bekal penting bagi setiap jamaah. Dengan memahami maknanya, ibadah akan terasa lebih khusyuk dan bermakna.
Perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang memperbanyak doa, memperbaiki diri, dan meraih ridha Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang