Editor
KOMPAS.com - Doa mengusir jin menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk memohon perlindungan dari gangguan makhluk gaib.
Jin merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang hidup di dimensi berbeda, namun dalam kondisi tertentu dapat berinteraksi dengan manusia.
Gangguan jin bisa terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari menghuni suatu tempat hingga memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Tidak jarang pula gangguan tersebut ditandai dengan kesurupan atau perasaan cemas, gelisah, hingga sulit beribadah.
Baca juga: 8 Doa Terhindar dari Gangguan Jin dan Setan Lengkap dengan Terjemahannya
Dalam ajaran Islam, salah satu cara mengatasinya adalah dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa perlindungan.
Namun, terdapat kisah di masa Rasulullah SAW ketika bacaan ayat Al-Qur’an tidak langsung membuat jin menjauh.
Dalam situasi tersebut, malaikat Jibril kemudian mengajarkan doa khusus sebagai perlindungan.
Dilansir dari laman Kemenag, inilah bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika meminta perlindungan atau dalam kondisi mendapat gangguan jin.
Baca juga: Panji Petualang Alami Gangguan Gaib, Bagaimana Islam Memandang Jin?
Berikut doa yang diajarkan malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW:
Arab:
أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
Latin:
A‘ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri mâ ya‘ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wa min syarri mâ yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wa min syarri thawâriqil-laili, wa min syarri kulli thâriqin illâ thâriqan yathruqu bi khairin, yâ rahmân.
Artinya:
“Aku berlindung dengan dzat Allah yang maha mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampauinya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang maha penyayang.”
Doa ini berasal car kisah yang diceritakan oleh Ibnu Mas‘ud, bahwa pada suatu malam Rasulullah SAW didatangi jin ifrit yang membawa obor api di tangannya.
Riwayat lain menyebutkan peristiwa ini terjadi pada malam Isra Mi’raj.
Saat itu, Rasulullah membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi jin tersebut justru semakin mendekat.
Malaikat Jibril kemudian menawarkan untuk mengajarkan kalimat yang dapat melumpuhkan jin tersebut.
“Maukah jika aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang jika engkau membacanya, maka ia akan jatuh tersungkur dan obornya akan mati?” (HR. Malik, an-Nasa’i, ath-Thabrani, dan yang lain).
Setelah Rasulullah membaca doa yang diajarkan, jin ifrit tersebut langsung tersungkur dan obor yang dibawanya padam.
Doa ini kemudian bisa digunakan menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai gangguan, khususnya dari bangsa jin.
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an sebagai benteng diri.
Dengan mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ini, diharapkan setiap Muslim dapat memperoleh perlindungan dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang