Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amalan Istighfar dan Al-Waqiah, Kunci Rezeki Lancar Berkah

Kompas.com, 7 April 2026, 10:03 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah dinamika hidup modern yang serba cepat, persoalan rezeki kerap dipahami sebatas hasil kerja keras dan strategi ekonomi semata.

Padahal dalam perspektif Islam, rezeki tidak hanya berbicara tentang kuantitas materi, tetapi juga kualitas keberkahan. Ada dimensi spiritual yang sering luput disadari, hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.

Di sinilah istighfar dan amalan membaca Surat Al-Waqiah menemukan relevansinya. Keduanya bukan sekadar ritual, melainkan praktik spiritual yang memiliki akar kuat dalam Al-Qur’an, hadis, serta tradisi keilmuan Islam.

Baca juga: Jelang UTBK 2026, Ini Doa Ibu untuk Anak agar Dimudahkan dan Lulus SNBT

Istighfar: Kunci Pembuka Rezeki dari Langit

Istighfar sering dipahami sebagai permohonan ampun atas dosa. Namun, dalam banyak ayat Al-Qur’an, istighfar juga dikaitkan langsung dengan kelapangan rezeki.

Allah SWT berfirman dalam QS Nuh [71]: 10–12:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Ayat ini menunjukkan relasi yang jelas antara istighfar dan keberlimpahan rezeki. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa istighfar bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga menjadi sebab turunnya nikmat duniawi, termasuk rezeki yang luas.

Dalam buku Al-Wabil ash-Shayyib, karya Ibn Qayyim al-Jauziyah, dijelaskan bahwa istighfar memiliki efek spiritual yang luas, membersihkan hati, membuka jalan keluar dari kesempitan, dan mendatangkan pertolongan Allah dalam bentuk yang tidak disangka-sangka.

Ia menegaskan bahwa dosa dapat menjadi penghalang rezeki, sementara istighfar adalah kunci pembukanya.

Lebih jauh, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Secara empiris dalam kehidupan umat Muslim, praktik istighfar yang konsisten sering dikaitkan dengan ketenangan batin.

Ketika batin tenang, keputusan menjadi lebih jernih, peluang lebih mudah terlihat, dan usaha lebih terarah. Di sinilah dimensi spiritual bertemu dengan realitas sosial-ekonomi.

Baca juga: Bacaan Tahlil Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Disertai Doa Tahlil untuk Orang Meninggal

Surat Al-Waqiah: Ikhtiar Spiritual yang Sarat Makna

Surat Al-Waqiah dikenal luas sebagai “surat pembuka rezeki”. Tradisi ini berkembang dalam praktik keagamaan masyarakat Muslim, meskipun para ulama memiliki pandangan berbeda terkait kekuatan hadis yang mendasarinya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

“Barang siapa membaca Surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran.”

Walaupun sebagian ulama menilai hadis ini memiliki kelemahan sanad, banyak ulama lain tetap menganjurkan pembacaannya sebagai bagian dari amalan yang baik (fadhail al-a’mal).

Dalam buku Fadhail al-Qur’an, karya Imam al-Qurthubi, dijelaskan bahwa membaca Al-Qur’an secara rutin, termasuk Surat Al-Waqiah, memiliki efek spiritual yang mendalam.

Bukan semata karena “janji kekayaan”, tetapi karena Al-Qur’an membentuk kesadaran tauhid, menguatkan ketergantungan kepada Allah, dan mengikis kecemasan terhadap dunia.

Secara tematik, Surat Al-Waqiah berbicara tentang kepastian hari kiamat, pembagian manusia dalam tiga golongan, serta gambaran balasan bagi masing-masing.

Pesan utamanya justru mengarahkan manusia untuk tidak terlalu bergantung pada dunia, melainkan pada Allah sebagai sumber segala rezeki.

Dengan demikian, membaca Surat Al-Waqiah bukanlah “formula instan” untuk kaya, tetapi proses membangun mentalitas tawakal dan keyakinan bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah.

Amalan Pendukung: Menguatkan Ikhtiar Lahir dan Batin

Selain istighfar dan membaca Al-Waqiah, terdapat sejumlah amalan lain yang secara teologis dan empiris berkontribusi pada kelapangan rezeki:

1. Sedekah: Logika Memberi yang Melipatgandakan

Sedekah sering dipandang paradoksal: memberi justru menambah. Namun dalam Islam, ini adalah prinsip fundamental.

Dalam buku Keajaiban Sedekah, karya Yusuf Mansur, dijelaskan bahwa sedekah tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga sosial.

Ia membuka jaringan kebaikan, memperluas relasi, dan menghadirkan peluang baru yang tidak terduga.

Al-Qur’an sendiri menegaskan dalam QS Al-Baqarah [2]: 261 bahwa satu kebaikan dapat dilipatgandakan hingga 700 kali.

2. Syukur: Psikologi Spiritual yang Mengundang Nikmat

Syukur bukan hanya ucapan, tetapi sikap mental. Dalam konteks psikologi modern, rasa syukur terbukti meningkatkan kesejahteraan emosional dan optimisme.

Dalam buku Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa syukur adalah bentuk pengakuan atas nikmat Allah, yang jika dilakukan dengan benar, akan mengundang tambahan nikmat.

Allah berjanji dalam QS Ibrahim [14]: 7 bahwa syukur akan menambah nikmat. Ini bukan sekadar janji metafisik, tetapi juga realitas sosial, orang yang bersyukur cenderung lebih produktif dan positif.

Baca juga: Punya Utang? Amalkan Doa Pelunas Utang dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Ponpes An Nawawi

3. Tawakal dan Ikhtiar: Keseimbangan yang Sering Disalahpahami

Rezeki tidak datang hanya dengan doa, tetapi juga usaha. Islam menekankan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.

Dalam buku Fiqh al-Awlawiyat, karya Yusuf al-Qaradawi, dijelaskan bahwa umat Islam tidak boleh terjebak pada fatalisme.

Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil setelah maksimal berikhtiar.

Menata Ulang Cara Pandang tentang Rezeki

Pada akhirnya, pembahasan tentang istighfar dan Surat Al-Waqiah mengarah pada satu hal mendasar, bagaimana seorang Muslim memandang rezeki itu sendiri.

Rezeki bukan sekadar angka dalam rekening, tetapi mencakup kesehatan, ketenangan, keluarga yang harmonis, dan kemudahan dalam menjalani hidup. Dalam kerangka ini, amalan spiritual menjadi fondasi yang memperkuat usaha duniawi.

Istighfar membersihkan jalan, Al-Waqiah menguatkan keyakinan, sedekah memperluas keberkahan, dan syukur menjaga kesinambungan nikmat. Semua ini membentuk satu ekosistem spiritual yang saling terhubung.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pendekatan ini justru menjadi relevan. Ia menawarkan stabilitas batin di saat dunia luar penuh fluktuasi.

Maka, mungkin pertanyaannya bukan lagi “bagaimana menambah rezeki?”, tetapi “bagaimana menjadikan rezeki itu berkah?”

Dan jawabannya, sering kali, dimulai dari sesuatu yang sederhana, istighfar yang tulus, ayat-ayat yang dibaca dengan hati, dan keyakinan bahwa Allah tidak pernah salah dalam memberi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar