Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Sholat Taubat di Pagi atau Siang Hari? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 8 April 2026, 11:03 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Banyak umat Islam bertanya, apakah sholat taubat harus dilakukan pada malam hari? Ataukah boleh dikerjakan di pagi atau siang hari?

Pertanyaan ini kerap muncul seiring meningkatnya kesadaran untuk kembali kepada Allah SWT setelah melakukan kesalahan.

Sholat taubat sendiri merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk penyesalan dan permohonan ampunan secara sungguh-sungguh.

Namun, di balik praktiknya yang sederhana, terdapat sejumlah ketentuan waktu, tata cara, hingga doa yang penting dipahami agar ibadah ini lebih sempurna dan bermakna.

Bolehkah Sholat Taubat Dilakukan Pagi atau Siang Hari?

Secara umum, para ulama sepakat bahwa sholat taubat termasuk dalam kategori sholat sunnah mutlak. Artinya, ibadah ini boleh dilakukan kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Dalam buku Perbaiki Sholatmu Niscaya Allah Akan Perbaiki Hidupmu karya Idris bin Umar dijelaskan bahwa sholat taubat dianjurkan untuk segera dilakukan ketika seseorang menyadari dosa yang telah diperbuat. Menunda taubat justru tidak dianjurkan dalam Islam.

Namun demikian, terdapat beberapa waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat, yaitu:

  • Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit
  • Saat matahari sedang terbit hingga naik sepenggalah
  • Ketika matahari tepat berada di atas (zawal)
  • Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam
  • Menjelang matahari terbenam

Di luar waktu-waktu tersebut, sholat taubat tetap sah dan dianjurkan. Artinya, pagi dan siang hari tetap diperbolehkan, selama tidak bertepatan dengan waktu terlarang.

Baca juga: Doa Setelah Shalat Taubat Sesuai Sunnah Rasulullah, Lengkap Niatnya

Keutamaan Sholat Taubat dalam Islam

Sholat taubat bukan sekadar ritual, tetapi bentuk kesungguhan hati untuk kembali kepada Allah SWT.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang segera bertaubat.

Konsep taubat nasuha sendiri berarti taubat yang dilakukan dengan penuh penyesalan, meninggalkan dosa, serta bertekad tidak mengulanginya kembali.

Sholat taubat menjadi salah satu bentuk konkret dari taubat tersebut, yang menggabungkan antara ibadah fisik dan spiritual.

Niat Sholat Taubat Nasuha

Seperti sholat pada umumnya, sholat taubat diawali dengan niat di dalam hati. Berikut lafaz niat yang sering dibaca:

Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat ini cukup dihadirkan dalam hati, meskipun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.

Baca juga: Waktu Mustajab Shalat Taubat, Lengkap Niat, Tata Cara, dan Doanya

Tata Cara Sholat Taubat yang Dianjurkan

Sholat taubat umumnya dikerjakan sebanyak dua rakaat, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur fikih.

Secara garis besar, tata caranya sama seperti sholat sunnah lainnya:

Pada rakaat pertama, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek seperti Ad-Dhuha.

Kemudian dilanjutkan dengan ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua dengan penuh ketenangan (tuma’ninah).

Pada rakaat kedua, setelah Al-Fatihah, sebagian ulama menganjurkan membaca surat Asy-Syams, lalu dilanjutkan dengan rangkaian gerakan sholat hingga tasyahud akhir dan salam.

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa tidak ada ketentuan baku mengenai surat yang harus dibaca. Artinya, umat Islam bebas membaca surat apa saja sesuai kemampuan.

Yang paling utama adalah kekhusyukan dan kesadaran penuh atas dosa yang ingin ditaubati.

Doa Setelah Sholat Taubat

Setelah menunaikan sholat, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa taubat. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:

Astaghfirullaahal azhiima, alladzii laailaaha illa huwal hayyul qayyuumu waatuubu ilaihi taubat a'abdin zhaalimin laayamliku linafsihi dlarran walaa naf'an wa laa mautan walaa hayaatan walaa nusyuu raa

Artinya : "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu jaga.

Saya memohon taubat kepadaNya, selaku taubatnya seorang .hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat madlarrat atau manlaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti".

Selain itu, dianjurkan membaca Sayyidul Istighfar:

Allahumma anta rabii laa ilaaha illa anta. Khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wawa'dika mas thatha'tu a-'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini' matika'alayya wa-abuu u bidzanbii faghfirli fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hambaMu. Dan akupun dalam ketentuan serta janjiMu sedapat mungkin aku lakukan. Aku mohon berlindung kepadaMu dari segala kejahatan yang telah Engkau ciptakan, aku mengakui nikmatMu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tidak ada yang dapat memberi pengampunan, kecuali hanya Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan dari segala kejahatan apa yang kulakukan."

Doa ini disebut dalam hadits sebagai salah satu istighfar paling utama.

Dalam buku Al-Adzkar karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa memperbanyak istighfar setelah sholat merupakan bentuk penyempurna taubat dan tanda kesungguhan seorang hamba.

Baca juga: Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa

Waktu Mustajab untuk Sholat Taubat

Meski boleh dilakukan kapan saja, ada waktu yang dianggap paling utama untuk melaksanakan sholat taubat, yaitu pada sepertiga malam terakhir.

Waktu ini dikenal sebagai saat turunnya rahmat Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits shahih.

Dalam buku Mukhtashar Minhajul Qashidin karya Ibnu Qudamah, dijelaskan bahwa malam hari adalah waktu terbaik untuk bermunajat karena suasana yang tenang dan jauh dari gangguan.

Sholat taubat yang dilakukan pada waktu ini sering disandingkan dengan sholat tahajud, sehingga memperkuat kekhusyukan dan kedekatan spiritual.

Namun demikian, kembali pada prinsip awal, taubat tidak boleh ditunda. Jika seseorang merasa bersalah di pagi atau siang hari, maka saat itu pula ia dianjurkan untuk segera bertaubat.

Hakikat Taubat: Tidak Sekadar Sholat

Penting dipahami bahwa sholat taubat bukan satu-satunya syarat diterimanya taubat. Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa taubat yang diterima memiliki tiga syarat utama:

  • Menyesali dosa yang telah dilakukan
  • Meninggalkan perbuatan tersebut
  • Bertekad tidak mengulanginya

Sholat taubat menjadi pelengkap yang memperkuat proses tersebut, bukan pengganti dari kesungguhan hati.

Taubat Tidak Mengenal Waktu

Sholat taubat adalah pintu kembali bagi setiap Muslim yang ingin memperbaiki diri. Ia tidak dibatasi oleh waktu tertentu, kecuali pada saat-saat yang memang dilarang untuk sholat.

Baik pagi, siang, maupun malam, semua menjadi kesempatan untuk mendekat kepada Allah SWT.

Namun, yang terpenting bukanlah kapan waktu melaksanakannya, melainkan seberapa tulus hati dalam memohon ampunan.

Sebab pada akhirnya, taubat bukan sekadar ibadah, melainkan perjalanan pulang seorang hamba menuju Tuhannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar