KOMPAS.com – Di banyak tradisi umat Islam, membaca Surat Yasin menjadi amalan yang lekat dengan suasana malam Jumat, tahlilan, hingga momen-momen khusus seperti mendoakan orang yang telah wafat.
Namun, ada satu bagian yang sering dianggap pelengkap sekaligus inti dari pengharapan seorang hamba, doa setelah membaca Surat Yasin.
Doa ini bukan sekadar penutup, melainkan bentuk permohonan yang diyakini memiliki keutamaan tersendiri.
Sejumlah ulama menyebutkan bahwa setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an, hati berada dalam kondisi lebih khusyuk sehingga doa lebih mudah dikabulkan. Lalu, bagaimana bacaan doa setelah Surat Yasin yang lengkap dan benar?
Baca juga: Surat Yasin Lengkap 83 Ayat: Arab, Latin dan Artinya
Mengacu pada buku Surat Yasin dan Tahlil karya Muhammad Abdul Karim, berikut doa pendek yang umum diamalkan setelah membaca Surat Yasin:
سُبْحَانَ الْمُفَرِّجِ عَنْ كُلِّ مَهْمُومٍ، سُبْحَانَ الْمُنَفِّسِ عَنْ كُلِّ مَكْرُوبٍ مَدْيُونٍ، سُبْحَانَ مَنْ جَعَلَ خَزَائِنَهُ بَيْنَ الْكَافِ وَالنُّونِ، إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ، فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ، يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ فَرِّجْ، يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ فَرِّجْ، فَرِّجْ عَنِّي هَمِّي وَغَمِّي فَرَجًا عَاجِلًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Subḥānal-mufarriji ‘an kulli mahmūm, subḥānal-munaffisi ‘an kulli makrūbin madyūn, subḥāna man ja‘ala khazā’inahu baynal-kāfi wan-nūn, innamā amruhu idzā arāda syai’an an yaqūla lahu kun fa yakūn, fa subḥānal-ladzī biyadihi malakūtu kulli syai’in wa ilaihi turja‘ūn.
Yā mufarrijal-hammi farrij, yā mufarrijal-hammi farrij, farrij ‘annī hammī wa ghammī farajan ‘ājilan biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya “Maha Suci Allah yang melapangkan setiap orang yang dilanda kesulitan. Maha Suci Allah yang memberi jalan keluar bagi setiap kesusahan dan orang yang terlilit utang. Maha Suci Allah yang menjadikan perbendaharaan-Nya antara huruf Kaf dan Nun (‘Kun fayakun’).
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata: ‘Jadilah!’ maka jadilah ia. Maha Suci Allah yang di tangan-Nya segala kekuasaan, dan kepada-Nya kamu semua dikembalikan. Wahai Dzat yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah. Wahai Dzat yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah. Hilangkanlah kesedihanku dan kesulitanku dengan kelapangan yang segera, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”
Baca juga: 8 Keutamaan Baca Yasin di Malam Jumat, Dikabulkan Segala Hajat
Dalam praktik keagamaan di Indonesia, doa setelah Yasin juga sering dibaca lebih panjang, sebagaimana tercantum dalam kitab Majmu’ Syarif Kamil. Doa ini mencakup permohonan perlindungan, ampunan, hingga keberkahan hidup.
اللّٰهُمَّ اِنّٓا نَسْتَحْفِظُكَ وَ نَسْتَوْدِعُكَ اَدْيَانَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَهْلَنَا وَاَوْلَادَنَا وَاَمْوَالَنَا وَكُلِّ شَيْءٍ اَعْطَيْتَنَا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِن كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى شَرٍّ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
اَللّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقِّقنَا بِالتَّقْوٰى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَاَعِذْناَ مِنْ مُوجِبَاتِ النَّدَامَةِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِاَوْلَادِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا فِى الدِّينِ وَلِاَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِنَا وَلِمَنْ اَحَبَّنَا فِيكَ وَلِمَنْ اَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلِّ اللّٰهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.
وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Allahumma innaa nastahfidzhuka wa nastaudi‘uka diinanaa wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai’in a‘thaitanaa.
Allahummaj‘alnaa wa iyyaahum fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin ‘aniid wa dzii ‘ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Allahumma jammilnaa bil ‘aafiyati was salaamati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqamah wa a‘idznaa min muujibaatin nadaamah innaka samii‘ud du‘aa’.
Allahummaghfirlanaa wa li waalidiinaa wa li aulaadinaa wa li masyaayikhinaa wa li ikhwaaninaa fid diin wa li ashaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa walil mu’miniina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimaat ya rabbal ‘aalamiin.
Washalli allahumma ‘alaa ‘abdika wa rasuulika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallim.
Warzuqnaa kamaalal mutaaba‘ati lahu dhaahiran wa baathinan fii ‘aafiyatin wa salaamatin birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya “Ya Allah, kami memohon penjagaan-Mu dan menitipkan kepada-Mu agama, diri, keluarga, anak-anak, harta, dan segala yang telah Engkau karuniakan kepada kami.
Ya Allah, jadikanlah kami dalam perlindungan, keamanan, dan penjagaan-Mu dari gangguan setan, orang zalim, dan segala keburukan.
Ya Allah, hiasilah kami dengan kesehatan dan keselamatan, tetapkan kami dalam takwa dan istiqamah, serta jauhkan dari penyesalan.
Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, anak-anak kami, para guru kami, saudara seiman, sahabat, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat.
Curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.
Dan karuniakan kepada kami kemampuan mengikuti beliau lahir dan batin, dalam keadaan sehat dan selamat, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang.”
Baca juga: Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Tradisi membaca Surat Yasin tidak lepas dari berbagai riwayat keutamaan. Dalam buku Fadhail al-Qur’an karya Imam Al-Baihaqi disebutkan bahwa membaca Al-Qur’an, termasuk Yasin, merupakan amalan yang membuka pintu rahmat.
Sementara itu, dalam kitab Sunan Ad-Darimi, terdapat riwayat dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca Yasin pada malam hari karena mengharap ridha Allah, maka diampuni dosanya.”
Meski sebagian ulama berbeda pendapat mengenai derajat hadis-hadis keutamaan Yasin, praktik membacanya tetap hidup dalam tradisi keislaman, terutama di Nusantara.
Dalam perspektif fiqh, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, membaca Al-Qur’an dan berdoa setelahnya adalah amalan yang dianjurkan karena termasuk dzikir yang mendekatkan diri kepada Allah.
Secara spiritual, membaca doa setelah Yasin memiliki makna mendalam. Ayat-ayat yang dibaca sebelumnya menjadi pengantar kondisi batin yang lebih tenang dan tunduk. Dalam kondisi ini, doa diyakini lebih mudah diijabah.
Selain itu, doa-doa yang dibaca juga mencakup aspek kehidupan yang luas, perlindungan, rezeki, ampunan, hingga keselamatan dunia dan akhirat.
Ini menunjukkan bahwa tradisi doa setelah Yasin bukan sekadar ritual, melainkan refleksi kebutuhan manusia yang paling mendasar.
Doa setelah membaca Surat Yasin, baik yang pendek maupun panjang, merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah yang telah mengakar dalam kehidupan umat Islam.
Dengan memahami bacaan Arab, latin, dan artinya secara utuh, amalan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan kesadaran penuh.
Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, doa ini seolah menjadi ruang hening, tempat seseorang menggantungkan harapan, memohon kelapangan, dan mencari ketenangan yang hakiki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang