Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit

Kompas.com, 16 April 2026, 18:04 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Calon jemaah haji (CJH) tertua asal Klaten, Dalimin Bujo Martoyo (94), akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah haji pada 2026.

Keberangkatan ini sempat tertunda pada tahun sebelumnya akibat kondisi kesehatan.

Meski sempat sakit dan menjalani perawatan, tekad Dalimin untuk berangkat ke Tanah Suci tidak surut.

Kini, ia kembali terdaftar dan dinyatakan siap berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Baca juga: 600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji

Rencana Berangkat Tahun Lalu Sempat Tertunda karena Sakit

Dalimin merupakan warga Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten.

Di usianya yang telah mencapai 94 tahun, ia menjadi CJH tertua pada musim haji 2026.

Anak Dalimin, Widodo, menyampaikan bahwa ayahnya sebenarnya sudah dijadwalkan berangkat pada tahun lalu. Namun, rencana tersebut tertunda karena sakit.

Baca juga: Digitalisasi Haji Terkendala Jemaah Lansia, Dirjen: Perlu Pendampingan Keluarga

"Tahun wingi jane berangkate, lah terus gerah (tahun kemarin harusnya berangkat, tapi sakit)," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (16/4/2026).

Padahal sebelum jatuh sakit, Dalimin telah mengikuti rangkaian manasik haji sebagai salah satu persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.

"Nggih, pun melu (iya, sudah ikut) manasik, ya enam kali tiap minggu," jelasnya.

Namun, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun dan mengalami demam hingga harus dirawat di rumah sakit.

"Lah terus (badan) panas, malah gerah (sakit). Mondok di rumah sakit," ucapnya.

Kembali Terdaftar Haji 2026, Masuk Kloter 61

Pada penyelenggaraan haji 2026, Dalimin kembali terdaftar sebagai calon jemaah haji.
Berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan kondisinya tetap prima.

"Insyaallah, do'anipun mawon (doanya saja)," ucapnya.

Untuk menjaga stamina, Dalimin rutin berjalan kaki setiap pagi sebagai aktivitas harian.

"Ndak dinten jalan-jalan bapak kulo, jalan-jalan terus nggih. Nggih, setiap pagi ngeneke (setiap hari bapak saya jalan-jalan, setiap pagi)," imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengikuti kegiatan persiapan haji yang difasilitasi oleh Puskesmas, yang biasanya dilakukan di lapangan.

Pada musim Haji 2026, Dalimin tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 61. Ia dijadwalkan masuk asrama haji pada 11 Mei 2026 dan berangkat ke Tanah Suci pada 12 Mei 2026.

Dengan kondisi yang terus dijaga dan persiapan matang, Dalimin diharapkan dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar pada tahun ini.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Sempat Sakit dan Tertunda Setahun, Dalimin Jadi CJH Tertua Asal Klaten". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air
Aktual
Ponpes Bina Insan Mulia Bongkar Rahasia Ledakan Jumlah Santri, KH Imam Jazuli Soroti Kekuatan Medsos
Ponpes Bina Insan Mulia Bongkar Rahasia Ledakan Jumlah Santri, KH Imam Jazuli Soroti Kekuatan Medsos
Aktual
Penyebab Haji Tertolak, Jemaah Perlu Perhatikan 4 Hal Ini
Penyebab Haji Tertolak, Jemaah Perlu Perhatikan 4 Hal Ini
Aktual
4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat
4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat
Aktual
Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Koper Saat Pulang, Ini Risikonya
Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Koper Saat Pulang, Ini Risikonya
Aktual
5 Penyebab Haji Mardud dan Cara Meraih Haji Mabrur
5 Penyebab Haji Mardud dan Cara Meraih Haji Mabrur
Aktual
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Kemenhaj Siapkan Haji 2027
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Kemenhaj Siapkan Haji 2027
Aktual
Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag Diperpanjang hingga 5 Juni 2026
Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag Diperpanjang hingga 5 Juni 2026
Aktual
Pesan Menag di Waisak 2026: Dharma Jadi Pelita Perdamaian Dunia
Pesan Menag di Waisak 2026: Dharma Jadi Pelita Perdamaian Dunia
Aktual
Wamenhaj Minta Jemaah Haji Fokus Pulihkan Kondisi Fisik Usai Armuzna
Wamenhaj Minta Jemaah Haji Fokus Pulihkan Kondisi Fisik Usai Armuzna
Aktual
Fase Armuzna Selesai, Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam Layani Jemaah Haji Indonesia
Fase Armuzna Selesai, Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam Layani Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur
Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur
Aktual
Jangan Ditinggalkan, Ini Keutamaan Shalat Dhuha yang Disebutkan Rasulullah SAW
Jangan Ditinggalkan, Ini Keutamaan Shalat Dhuha yang Disebutkan Rasulullah SAW
Aktual
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com