Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Upacara 17 Agustus 2026, Teks Lengkap untuk Peringatan HUT ke-81 RI

Kompas.com, 14 Agustus 2026, 20:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mensyukuri kemerdekaan Indonesia.

Salah satu bagian dalam rangkaian upacara adalah pembacaan doa sebagai ungkapan syukur dan permohonan kepada Allah SWT untuk keselamatan serta kebaikan bangsa.

Baca juga: Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026

Bacaan Doa Upacara HUT RI ke-81

Teks doa upacara HUT RI ke-81 dapat memuat sejumlah permohonan, mulai dari ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan, keselamatan bangsa, doa untuk para pahlawan, hingga permohonan kebaikan dunia dan akhirat.

Baca juga: Doa Malam Tirakat 17 Agustus HUT ke-81 RI dalam Bahasa Jawa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Mu, Tuhan seluruh alam, atas segala nikmat dan karunia yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana layaknya bagi keagungan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ، وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى.

Ya Allah, jadikanlah negeri ini dan seluruh negeri kaum Muslimin sebagai negeri yang aman dan tenteram. Berilah petunjuk dan kemampuan kepada para pemimpin kami untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridai.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِشُهَدَائِنَا وَرُحَمَائِنَا الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ حُرِّيَّةِ هَذِهِ الأَرْضِ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ.

Ya Allah, ampunilah para syuhada dan orang-orang yang telah berjuang demi kemerdekaan negeri ini. Limpahkanlah rahmat-Mu kepada mereka dan masukkanlah mereka ke dalam surga bersama orang-orang yang saleh.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah, limpahkanlah kepada kami dan seluruh peserta upacara pada hari ini rezeki yang halal, luas, berkah, dan mencukupi. Karuniakanlah kepada kami kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan ketenteraman agar kami dapat menjalankan amanah serta beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.

Ya Allah, kami bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah Engkau anugerahkan kepada bangsa Indonesia. Jadikanlah kemerdekaan ini sebagai jalan bagi kami untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, mengisi kemerdekaan dengan kebaikan, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Ya Allah, jauhkanlah kami, keluarga kami, dan seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai penyakit, musibah, perpecahan, dan kesulitan. Limpahkanlah keberkahan dalam rezeki kami, kesehatan dalam kehidupan kami, ketenteraman dalam keluarga kami, serta kemudahan dalam setiap langkah kami.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa mensyukuri nikmat-Mu, menggunakan kesehatan dan rezeki untuk kebaikan, serta menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan amal yang Engkau ridai.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Kapan Doa Dibacakan dalam Upacara HUT RI?

Doa menjadi salah satu bagian dalam rangkaian upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembacaan doa dilakukan sesuai dengan susunan acara dan tata upacara yang digunakan oleh masing-masing penyelenggara.

Pada peringatan HUT RI ke-81, pembacaan doa bisa dilakukan setelah pengibaran bendera dan amanat pembina upacara, sebelum upacara ditutup atau berakhir.

Apa isi doa upacara HUT RI ke-81?

Teks doa upacara HUT RI ke-81 memuat ungkapan syukur kepada Allah SWT, doa keselamatan bangsa, permohonan untuk para pahlawan, serta doa kebaikan dunia dan akhirat.

Apa doa untuk pahlawan dalam upacara 17 Agustus?

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِشُهَدَائِنَا وَرُحَمَائِنَا الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ حُرِّيَّةِ هَذِهِ الأَرْضِ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ.

Teks Latin: Allahummaghfir lisyuhada-ina wa ruhama-inalladzina jahadu fi sabili hurriyati hadzihil ardhi, wa adkhilhumul jannata ma'al abrar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah para syuhada dan pahlawan kami yang telah berjuang demi kemerdekaan tanah air ini, dan masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu bersama orang-orang yang berbakti."

Doa untuk pahlawan berisi permohonan agar Allah SWT mengampuni para syuhada dan orang-orang yang telah berjuang demi kemerdekaan serta menempatkan mereka bersama orang-orang saleh.

Apa tujuan membaca doa saat upacara HUT RI?

Pembacaan doa dalam upacara kemerdekaan tidak hanya menjadi pelengkap rangkaian acara. Doa juga menjadi sarana untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemerdekaan sekaligus memanjatkan harapan untuk keselamatan bangsa.

Selain mendoakan para pahlawan, doa tersebut memuat permohonan agar Indonesia senantiasa berada dalam keadaan aman dan tenteram.

Doa juga mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan perlu diisi dengan ikhtiar untuk menjaga persatuan, membangun bangsa, dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Melalui pembacaan doa, peringatan HUT RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, persatuan, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Aktual
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Aktual
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Aktual
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Aktual
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Aktual
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Aktual
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Aktual
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Aktual
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Aktual
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar