Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Sebelum Belajar agar Mudah Memahami Ilmu, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 19:32 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Sebelum mulai belajar, seorang Muslim dapat mengawali aktivitasnya dengan berdoa kepada Allah SWT. Doa menjadi bentuk permohonan agar ilmu yang dipelajari dapat dipahami, bermanfaat, dan membawa kebaikan.

Dalam Islam, mencari ilmu merupakan aktivitas yang memiliki kedudukan penting. Belajar tidak hanya membutuhkan usaha untuk membaca dan memahami materi, tetapi juga dapat disertai dengan doa agar Allah SWT memberikan kemudahan dan menambahkan ilmu.

Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah permohonan agar Allah menambahkan ilmu. Doa tersebut terdapat dalam Al-Qur'an Surat Taha ayat 114.

Baca juga: Belajar dari Ilmu Nahwu, Begini Cara Islam Ajarkan Suami Istri Kelola Konflik Rumah Tangga

Doa Memohon Tambahan Ilmu

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Wa qul rabbi zidnī 'ilmā

Artinya: “Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’”

Doa tersebut merupakan bagian dari Surat Taha ayat 114. Ayat ini menunjukkan bahwa seorang Muslim dianjurkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan tambahan ilmu.

Permohonan tersebut juga mengingatkan bahwa ilmu merupakan karunia Allah SWT. Manusia tetap perlu berusaha untuk mendapatkannya, tetapi pada saat yang sama menyadari keterbatasan dirinya dan memohon pertolongan kepada Allah.

Dengan demikian, membaca doa sebelum belajar dapat menjadi salah satu cara untuk membangun sikap rendah hati dalam mencari ilmu.

Baca juga: Doa Sebelum Belajar & Sesudahnya: Teks Arab, Latin & Artinya

Doa Sebelum Belajar

Selain doa Rabbi zidni 'ilma, terdapat sejumlah doa yang biasa diamalkan sebelum belajar. Salah satunya sebagaimana dikutip dari NU Online:

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ الْمُرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allāhummarzuqnā fahman nabiyyīna wa ḫifdhal mursalīna wa ilhāmal malā'ikatil muqarrabīna, biraḫmatika yā arḥamar rāḥimīn.

Artinya: “Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilhamnya para malaikat yang dekat (dengan-Mu), sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.”

Doa tersebut berisi permohonan agar diberikan pemahaman, kemampuan mengingat, dan ilmu yang bermanfaat. 

Namun, perlu dibedakan antara doa yang dianjurkan untuk diamalkan dan doa yang secara khusus ditetapkan Nabi sebagai bacaan sebelum belajar. Tidak semua doa yang populer di kalangan masyarakat merupakan hadis yang secara khusus memerintahkan umat Islam membacanya sebelum belajar.

Baca juga: Kisah Para Lansia di Banyuwangi Belajar Al-Quran, Gratis dan Ingin Mengaji sampai Akhir Hayat

Mengapa Berdoa Sebelum Belajar?

Berdoa sebelum belajar dapat menjadi bentuk pengakuan bahwa kemampuan memahami ilmu tidak hanya bergantung pada kecerdasan manusia. Seorang Muslim tetap perlu berusaha, membaca, bertanya, mengulang pelajaran, dan berlatih. Di samping itu, ia dapat memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam memahami ilmu.

Mencari ilmu dalam Islam memiliki sejumlah adab. Di antaranya adalah mempelajari ilmu yang penting, tidak malu bertanya mengenai hal yang belum dipahami, serta belajar secara berkelanjutan.

Karena itu, doa sebaiknya tidak menggantikan usaha dalam belajar. Doa menjadi bagian yang menyertai ikhtiar agar proses mencari ilmu dilakukan dengan niat yang baik.

Doa agar Ilmu yang Dipelajari Bermanfaat

Selain memohon tambahan ilmu, seorang Muslim juga dapat berdoa agar ilmu yang diperoleh memberikan manfaat. 

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا

Allāhumma anfa'nī bimā 'allamtanī wa 'allimnī mā yanfa'unī wa zidnī 'ilmā.

Artinya: “Ya Allah, berilah manfaat terhadap apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarkan kepadaku sesuatu yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah kepadaku ilmu.”

Makna doa tersebut tidak hanya meminta agar seseorang memiliki banyak pengetahuan. Ada pula permohonan agar ilmu yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat.

Dengan demikian, berdoa sebelum belajar dapat menjadi pengingat bagi seorang Muslim bahwa mencari ilmu merupakan proses yang membutuhkan usaha, kesungguhan, dan kerendahan hati. Membaca doa seperti Rabbi zidni 'ilma dapat menjadi awal untuk memohon tambahan ilmu kepada Allah SWT, kemudian dilanjutkan dengan belajar secara sungguh-sungguh.

Pada akhirnya, ilmu yang dicari bukan hanya diharapkan menambah pengetahuan, tetapi juga dapat membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar